
“Apa yang kalian lakukan? Kenapa membuat keributan disini apa kalian ingin di usir keluar dari Akademi ini hah?!” ucap Juhee dengan nada tinggi membuat semua orang kompak memejamkan mata mereka, Juhee kalau sedang marah memang sangat menakutkan apa lagi ketika wanita itu mengintimidasi mereka dengan familiar nya.
“Kenapa kalian bertengkar?” tanya Juhee datar dengan tatapan yang masih saja menatap mereka tajam, jelas sangat mengintimidasi kedua orang di depan nya.
Di saat salah satu dari mereka ingin menjawab suara geraman dari harimau lebih dulu terdengar membuat mereka dengan serentak mengalihkan pandangan ke arah harimau bernama Zuan itu, dan dapat mereka lihat seorang gadis tengah mengusap-ngusap perut Zuan yang membuat harimau satu itu menggeram karena merasa nyaman dengan elusan di perut nya bahkan Zuan terlihat sangat manja pada gadis tersebut yang tidak lain dan tak bukan adalah Reya.
Merasa di perhatikan Reya lantas menolehkan kepala nya ke arah mereka dan dapat Reya lihat mereka semua tengah menatapnya dengan pandangan terkejut karena melihat Reya yang dengan santai nya bermain dengan harimau besar itu.
Tersenyum kikuk Reya menyapa mereka. “Hai” sapanya dengan canggung.
“N-nona sejak kapan anda ada disini?” tanya Juhee yang sudah sadar dari keterkejutan nya sembari berjalan menghampiri Reya yang tangan nya masih asik mengusap perut Zuan.
“Sejak awal dan siapa nama hewan imut ini?” tanya Reya balik sambil menatap Zuan yang sudah mengubah posisinya menjadi duduk dan mencondongkan kepala nya ke arah Reya seolah memberi kode pada gadis itu untuk mengusap kepala nya, Reya yang paham lantas terkekeh dan mulai mengusap lembut kepala harimau itu dan suara geraman kembali terdengar tampak sekali hewan tersebut sangat menikmati nya.
“Zuan n-nona” jawab Juhee terbata, ia kembali syok melihat familiar nya yang selama ini selalu tidak suka di dekati oleh siapapun selain dirinya kini tampak sangat akrab dengan Reya.
“Zuan? Nama yang bagus, cocok sekali untukmu yang imut” puji Reya sembari mengusap gemas bulu tebal harimau itu.
Interaksi Reya dan Zuan jelas menjadi perhatian semua orang disana, mereka terkejut juga terpesona di saat bersamaan, terkejut karena melihat Zuan sangat jinak terhadap Reya dan terpesona karena melihat kecantikan yang di miliki gadis itu.
“Siapa gadis itu?”
“Entahlah aku tidak mengenal nya”
“Kenapa aku baru tahu ada gadis secantik dia disini”
“Tapi sejak kapan dia ada di Akademi ini? Dan mengapa dia bisa ada disini?”
“Kau bertanya padaku?”
“Ya”
“Maka aku juga tidak tau jawabannya bodoh”
“Aish kau ini”
“Apa?!”
“Ck jika kalian penasaran lebih baik tanya saja sama nyonya Go, itu pun kalau kalian berani”
“Sialan kau!”
“Idemu sungguh membuatku ingin membakarmu hidup-hidup”
__ADS_1
“Terserah, aku cuman menyarankan”
Dll
Mendengar bisik-bisik para pemuda itu membuat Juhee lantas berbalik dan menatap mereka semua dan tentu saja membuat keadaan menjadi hening seketika.
“Dia nona Reya, keponakan kepala Akademi” ucap Juhee memperkenalkan Reya pada mereka tentu membuat mereka semua terkejut ketika mendengar kalimat keponakan dari mulut Juhee.
“APA?!” tanpa bisa di cegah mereka semua kompak berteriak kaget dan jelas saja langsung mendapat tatapan tajam dari Juhee.
Setelah melihat para pemuda itu diam Juhee pun kembali menatap ke arah Reya yang masih asik bermain dengan familiar nya.
“Nona”
Reya mendongak dan menatap Juhee dengan sebelah alis terangkat seolah bertanya 'apa'.
Juhee yang paham lantas melanjutkan ucapan nya. “Apa saya bisa menitipkan Zuan sebentar pada anda? Saya ingin membawa dua anak nakal ini untuk di hukum agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi” ucap nya sambil melirik sekilas ke arah dua laki-laki yang sebelum nya membuat keributan dengan saling berkelahi, mereka yang di lirik seperti itu oleh Juhee lantas menelan kasar saliva mereka, bisa di pastikan mereka berdua akan mendapat hukuman yang cukup membuat mereka jera.
“Oh baik serahkan saja pada saya, saya akan menjaga Zuan dengan baik sekaligus bermain dengan nya, benar kan Zuan?” tanya Reya di akhir kalimat sembari menoleh pada Zuan yang dibalas geraman pelan dari harimau itu.
Reya kembali terkekeh, Zuan memang sangat menggemaskan dan ia jadi ingin memiliki nya namun sayang sekali Zuan sudah melakukan kontrak darah dengan Juhee, jelas tidak bisa di rebut atau pun di berikan padanya karena itu bisa merenggut nyawa Juhee juga Zuan di karenakan mereka berdua sudah saling terikat dengan kontrak darah yang terjalin di antara mereka berdua.
“Baiklah kalau begitu saya permisi dulu nona”
“Ah iya silahkan”
“Nona!”
Reya berbalik dan menatap salah satu pemuda tengah berjalan menghampiri nya.
“Apa anda memang benar keponakan nya kepala Akademi?” tanya pemuda itu. “Ya” jawab Reya singkat.
“Kalau begitu kenapa anda tidak pernah terlihat disini?”
Reya tersenyum namun beda dengan hati nya yang tengah memaki pemuda itu. 'Bacot banget sumpah, gue kan mau main sama Zuan tapi di halangi mulu dah sama nih cowok ck' batin nya.
“Tanyakan saja sama paman saya, saya sedang sibuk, permisi” tanpa mendengar balasan dari pemuda itu Reya pun langsung melakukan teleportasi dan menghilang dari sana bersama dengan Zuan.
__________🌼🌼🌼__________
BYURRRRR
Reya yang tercebur ke dalam danau sontak langsung bergegas naik ke permukaan begitu pun dengan Zuan yang ikut tercebur ke dalam danau.
__ADS_1
Setelah berhasil naik ke permukaan Reya langsung mengumpat dengan kesal. “Anjing! Gegara buru-buru gue malah salah pilih tempat buat teleport, ah sial!” umpat Reya kesal sembari memeras rambutnya yang basah dan tanpa sengaja matanya melihat ke arah Zuan yang basah kuyup di samping nya.
Mata Reya seketika membola sempurna melihat keadaan Zuan yang di akibatkan karena kecerobohan nya.
“Ya ampun Zuan gara-gara gue lo malah jadi ikut basah juga, maaf banget ya imut sini biar gue keringin badan lo” sesal Reya lalu kemudian mengarahkan tangan nya ke arah Zuan dan mengeringkan badan Zuan yang basah dengan sihir angin milik nya, tak butuh waktu lama badan Zuan pun sudah kering seperti semula dan bulu harimau itu pun tak lagi terlihat lepek.
“Selesai” seru Reya dengan senang ketika sudah selesai mengeringkan Zuan dan kini Zuan kembali terlihat gagah tidak seperti sebelum nya yang tampak sangat konyol karena bulu nya yang lepek akibat basah.
“Nah sekarang giliran gue”
Ctak!
Setelah menjentikkan jarinya pakaian Reya pun berubah dan kondisi badan juga rambutnya pun sudah kering seperti sedia kala.
(Pakaian Reya)
“Nah gini kan cakep, ya gak Zuan?” ujar Reya sambil menatap pada Zuan yang duduk anteng di samping nya.
“Anda bicara apa?”
“Setan!” latah Reya yang terkejut karena mendengar suara seseorang di telinga nya.
Dengan cepat Reya langsung berdiri dan menatap sekitar dengan waspada, saat ini dirinya tengah berada di tengah hutan dekat danau dimana tempat dia pertama kali tiba di zaman itu.
“Anda tidak perlu takut tuan, saya tidak akan membahayakan anda”
“Anjir dimana sih lo kampret?” kesal Reya masih menatap sekitar dengan waspada namun seakan tersadar sesuatu ia lantas terdiam.
“Tunggu bentar, kenapa tuh suaranya kek ada di kepala gue ya?”
“Karena saya berbicara dengan anda melalui telepati tuan” ucap suara itu lagi tentu saja membuat Reya kembali terkejut.
Reya mengernyitkan kening. “Telepati?” beo nya tidak paham.
“Benar tuan”
“Lo siapa sih? Dan kenapa manggil gue tuan?” tanya Reya.
“Saya---
•
__ADS_1
•
•