
Aula Yeongjang.
Banhyeok yang tengah fokus mengerjakan beberapa dokumen Akademi segera teralihkan kala suara ketukan di pintu terdengar.
“Masuk!” sahutnya datar dengan tatapan yang terus fokus ke dokumen di meja nya.
Tak lama seorang lelaki berbaju hitam masuk ke dalam lalu memberikan salam sebelum menyampaikan maksud kedatangan nya.
“Tuan, nona Reya sudah siuman” ujar lelaki itu yang membuat Banhyeok langsung berlari keluar dari ruangan nya meninggalkan si lelaki bersurai coklat yang cengo akan sikap nya barusan.
“Sepertinya tuan Lee sangat menyayangi nona Reya” gumam lelaki itu seraya menggelengkan kepalanya pelan lalu kemudian pergi menyusul sang kepala Akademi.
Aula Seonram.
Banhyeok yang sudah tiba di aula Seonram pun langsung mendobrak pintu tersebut yang menyebabkan bunyi cukup keras membuat dua penghuni di dalam nya terkejut.
BRAK
“Reya!” seru Banhyeok yang mengejutkan keduanya.
“Eomeona!”
“Anj*ng eh anj*ng upss” Reya segera menutup mulutnya kala umpatan itu lolos begitu saja tanpa bisa ia cegah.
Dengan kompak kedua perempuan itu melayangkan tatapan tajam pada Banhyeok yang masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu yang berakhir mengejutkan mereka.
Sedangkan Banhyeok yang mendapat tatapan tajam dari keduanya sontak terdiam kaku lalu kemudian tersenyum canggung setelah menyadari perbuatan nya barusan.
“Maaf” sesalnya sembari meringis pelan kala Reya dan Soohyun masih saja menatap dirinya tajam. Perempuan kalau sedang marah memang sangat menakutkan!
Mendengar itu tatapan keduanya pun melunak dan beralih terkekeh kala melihat Banhyeok yang tampak gelisah dan kebingungan.
“Paman” panggil Reya membuat atensi pria itu beralih kepadanya.
“Ah benar bagaimana keadaanmu?” tanya Banhyeok seraya mendekat.
Reya tersenyum tipis. “Setengah baik dan setengah tidak” jawabnya membuat kedua orang disana mengerutkan kening, merasa bingung dengan jawaban yang Reya lontarkan.
“Maksud anda?”
Reya menggeleng. “Lupakan” katanya lalu kemudian merentangkan kedua tangan nya sembari menghadap Banhyeok membuat sang empunya kembali mengerutkan kening.
“Peluk, Reya butuh pelukan” ucap Reya bak bocah yang membuat Banhyeok dan Soohyun terkekeh melihat tingkah gadis itu.
Meski Reya tampak menggemaskan namun Banhyeok mana berani memeluk gadis itu, dia pun menolaknya dengan halus tapi Reya jelas tidak membiarkan ia pun terus membujuk Banhyeok sampai pada akhirnya pria itu menyerah dan menyetujui keinginan nya.
Grep
Walaupun pelukan itu terasa sedikit canggung namun Reya tetap merasakan kenyamanan dan kehangatan dari pelukan tersebut. Banhyeok sendiri tanpa di minta mengelus lembut surai gelap Reya yang membuat gadis itu memejamkan mata dan mempererat pelukan nya.
“Ayah”
__________🌼🌼🌼__________
Kini Reya tengah berada di hutan tepatnya di pinggir danau tempat dimana dirinya pertama kali tiba di zaman itu.
Reya berada disana bukan tanpa alasan gadis itu hendak menenangkan dirinya dari segala kenangan buruk yang tiba-tiba saja kembali menghantui nya setelah sekian lama kenangan buruk tersebut menghilang atau lebih tepatnya sudah ia lupakan.
Menjentikkan jarinya dan sebuah gazebo berukuran mini pun muncul di samping danau, Reya mendekat dan duduk disana seraya menatap hampa pemandangan hutan di sekitar nya.
__ADS_1
Ia menghela nafas. Mengapa kenangan itu kembali lagi? Disaat dirinya sudah berhasil melupakan nya.
Keadaan menjadi hening sejenak, hanya terdengar gemirisik dedaunan yang saling bersentuhan kala angin mengguncang mereka.
“Gue butuh musik” gumam Reya lalu kembali menjentikkan jarinya dan sebuah piano pun muncul disana.
Reya lantas berdiri dan menghampiri piano tersebut lalu kemudian memposisikan dirinya bersiap untuk bernyanyi, sebagai seorang queen mafia jelas Reya mempelajari banyak hal dan di antaranya adalah bernyanyi juga bermusik. Jika berbicara tentang suaranya tentu saja Reya memiliki suara yang merdu cukuplah untuk membuat orang candu ketika mendengarnya.
Perlahan jari-jari lentik itu menekan setiap tuts piano yang kemudian disusul dengan suara Reya yang mengalun indah.
{{ Hanya Rindu - Ver Inggris }}
When I am by myself
Looking at photos and videos
That we took
I've been keeping them for so long
And with my broken heart
I see all the pictures of myself
Living life without you just feels so wrong
I want you to be here with me
I know it sounds crazy
I miss your laugh and I miss everything, we used to be
And even if it is just for a while
Then God please give us the time
I can't deal with the reality
Cause my heart is just missing you
I tried everything, every way I could forget you
Just so I can live my life
Without you, ohhhh
Nothing is the same
It's hard for me to erase
All of the memories I have with you
I want you to be here with me
I know it sounds crazy
I miss your laugh and I miss everything, we used to be
And even if it is just for a while
__ADS_1
Then God please give us the time
I can't deal with the reality
Cause my heart is just missing you, ohhohhh
Just missing you, ohhhohhh
Perlahan dan tanpa Reya sadari setetes kristal bening mengalir keluar dari pelupuk matanya. Musik ini adalah kesukaan nya setiap kali ia merindukan dia yang paling berarti dalam hidupnya, seseorang yang amat Reya sayangi.
I want you to be here with me
I know it sounds crazy
I miss your laugh and I miss everything, we used to be
And even if it is just for a while
Then God please give us the time
I can't deal with the reality
I can't deal with the reality
Cause my heart is just missing you, ohohoh
Cause my heart is just missing you, ohohoh
It's your smile that I miss from you
Tepat dibait terakhir musik yang ia nyanyikan sekelebat bayangan wajah seseorang melintas dibenak nya membuat tangisan Reya tak lagi dapat dibendung.
Akan tetapi Reya terus mencoba menahan nya sebab tak ingin membuat dinding kokoh yang telah susah payah dirinya bangun di dalam diri roboh begitu saja hanya karena kerinduan yang kembali ia rasakan.
'Tidak, sudah cukup, cukup dulu saja sekarang jangan ada tangisan lagi'
Semakin Reya bersikeras untuk tidak menangis maka semakin kuat pula perasaan sesak yang kini memenuhi dadanya.
Sreeettt
Grep
“Menangislah, jangan menahannya aku akan ada disini untukmu”
.
.
.
.
.
.
.
Kira kira kalau punya kekuatan kek Reya kalian mau apa?
__ADS_1