Reya Time Travel

Reya Time Travel
Part 20


__ADS_3

Plak!


“Dasar monster siapa yang mengizinkanmu untuk menyentuhku hah?! ”


•••


Ctasss


Ctasss


Ctasss


“I-ib-u m-ma-af t-tolong he-n-ti-kan”


Plak!


“Jangan memanggilku ibu dengan mulut sialan mu itu! ”


“Sebagai hukuman kau tidak boleh makan hari ini ”


•••


Buk!


Buk!


Buk!


“Ibu tolong buka pintu nya hiks Ara gak mau disini bu hiks”


Buk!


Buk!


“Ibu hiks Ara takut tolong buka pintu nya hiks”


“Diam sialan! Kalau masih saja berisik kau tidak boleh keluar dari sana paham! ”


Bruk


“Hiks Ara kangen ayah”


•••


Dugh!


“Dasar pembunuh! ”


•••


Reya membuka matanya dengan nafas yang tersengal-sengal dan posisinya kini sudah duduk.


“Mimpi itu lagi” gumam nya sembari memejamkan mata dan mengepalkan tangan guna menahan gejolak emosi yang sedang dia rasakan kala mimpi buruk itu kembali datang.

__ADS_1


Setelah merasa sedikit lebih tenang Reya lalu melihat tangan kirinya dan menggulung pakaian nya hingga batas siku, ditatap nya bekas goresan luka disana yang sudah berbekas.


Reya tersenyum getir. “Tidak akan lagi” ujarnya pelan lalu menguraikan gulungan pakaian nya hingga menutupi bekas-bekas luka itu.


Namun ia segera menyadari sesuatu kalau pakaian nya sudah berganti dengan hanbok putih.


Siapa yang menggantikan pakaian nya?


“Ini bukan nya aula Seonram ya? Kenapa gue ada disini?” ucap Reya kala melihat tempat nya saat ini berada. (Aula Seonram \= aula pengobatan)


Tak lama suara pintu bergeser terdengar ditelinga Reya, gadis itu lantas mengalihkan pandangan ke arah pintu dan mendapati Soohyun (Tabib) disana.


Sedangkan Soohyun yang melihat Reya sudah sadar lantas terkejut dan bergegas menghampiri gadis itu.


“Astaga nona kapan nona bangun? Apa anda baik-baik saja? Apa ada yang sakit?” rentetan pertanyaan terus terdengar membuat Reya meringis pelan mendengar nya.


“Satu satu bi, saya jadi bingung harus menjawab yang mana” ucap Reya dibalas cengiran dari wanita itu.


Reya menggeleng pelan. “Jadi apa yang terjadi pada saya bi? Kenapa saya bisa ada disini?” tanya Reya membuat Soohyun mengernyitkan kening.


“Apa nona tidak ingat?”


Mendengar itu Reya pun mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum dirinya berakhir di aula ini.


Sekelebat bayangan dirinya tertembak panah terlintas dibenak Reya membuat gadis itu sontak membulatkan mata, sekarang dia mengingat nya.


Ia pun menatap pada Soohyun. “Bi apa yang terjadi saat saya pingsan? Apa mereka yang ada di acara itu baik-baik saja?”


Soohyun yang mendengar itu pun segera menceritakan apa yang terjadi setelah Reya pingsan karena tertembak panah.


“Re-reya” panggil ratu Gaeun gemetar dan cemas apa lagi saat melihat sebuah panah menancap di punggung Reya.


Darah mulai mengalir dan Reya tersenyum lemah sebelum akhirnya kegelapan merenggut kesadaran nya.


“LINDUNGI YANG MULIA RATU DAN YANG MULIA RAJA!!!” teriak kepala pengawal kerajaan yang langsung dituruti semua anak buahnya yang bergegas memasang posisi di sekeliling raja Dan Yeorng dan ratu Gaeun juga Reya yang masih di peluk oleh ratu Gaeun.


Sedangkan Banhyeok yang melihat Reya tertembak panah pun lantas melihat sekitar guna mencari siapa pelakunya dan tak butuh waktu lama dia langsung menemukan nya.


Seseorang dengan pakaian serba hitam terlihat bersembunyi di atas bangunan aula.


“Lindungi semua orang dan pastikan Reya baik-baik saja” ujar Banhyeok pada Minhyuk sang tangan kanan.


“Baik!”


Setelah itu Banhyeok pun pergi untuk menangkap orang yang sudah mengacaukan pesta dan melukai Reya.


“Istriku pergilah ke tempat aman dan bawalah Reya bersamamu” ucap raja Dan Yeorng pada istrinya.


Ratu Gaeun mengangguk dan kemudian pergi dari sana dengan dikawal pengawal kerajaan juga Minhyuk dan anggota Serigala putih yang memang ditugaskan menjaga ratu Gaeun dan Reya yang tengah pingsan.


Disisi Banhyeok.


Drap Drap Drap

__ADS_1


“BERHENTI!” teriak Banhyeok pada sosok berjubah hitam yang terus saja berlari di depan nya.


Namun bukan nya berhenti sosok itu malah menyerang Banhyeok dengan sihir api nya, melihat serangan itu Banhyeok dengan cepat menghindar dan balas menyerang dengan sihir es.


Dan mereka pun terus menyerang satu sama lain dengan sihir namun tak ada satu pun dari mereka yang terluka, merasa sedikit emosi Banhyeok lantas mengeluarkan pedang Phoenix nya lalu memakai sihir teleportasi tepat ke hadapan si sosok berjubah hitam.


Sringggg


Tangggg


Pedang Banhyeok berhasil di tangkis oleh sosok berjubah hitam yang bisa diketahui merupakan seorang pria.


Mereka saling melemparkan tatapan tajam untuk beberapa saat sebelum melanjutkan sesi pertarungan mereka namun kali ini menggunakan pedang.


Butuh 30 menit untuk Banhyeok melumpuhkan sang lawan yang ternyata cukup baik dalam hal berpedang.


Disaat Banhyeok hendak mengangkat pria itu dengan sihir telekinesis tiba-tiba saja pria tersebut menusuk dirinya sendiri dengan pedang.


Jleb


Banhyeok terkejut dan menatap pria itu yang kini sudah tak lagi bernyawa.


Kesetiaan yang menjengkelkan pikirnya.


Lantas Banhyeok pun membakar tubuh pria itu dengan sihir api miliknya.


Setelah tubuh itu menjadi abu Banhyeok segera meninggalkan tempat itu untuk kembali ke istana.


Flashback off


“Itulah yang terjadi nona”


Reya yang mendengar semua penjelasan Soohyun pun tampak menganggukkan kepala mengerti.


“Lalu siapa yang membawa saya kembali ke Akademi bi?” tanya Reya.


“Ah itu tuan Banhyeok lah yang membawa anda kemari nona, beliau terlihat sangat cemas saat melihat anda tidak sadarkan diri saat itu” jawab Soohyun membuat Reya tersenyum tipis mendengar nya.


Diam-diam Soohyun menatap Reya dengan pandangan gelisah juga takut namun Reya yang memang dasarnya memiliki kepekaan yang tinggi tentu saja menyadari tatapan Soohyun padanya.


“Ada yang mau bibi katakan pada saya?”


Soohyun tersentak dan berdehem pelan guna menetralisir kegugupan yang tengah dia rasakan. “I-itu nona........” jedanya seraya menatap ke arah lain.


“Karenasayatidaktahubagaimanamelepaskanpakaianyangandakenakansayaterpaksa merobeknyamaafataskelancangansayanona” ujar Soohyun dengan cepat sudah seperti nge-rap membuat Reya yang mendengar melongo.


'Astaga nih bibi titisan Suga kayak nya, cepet bener ngomong nya untung aja masih ke dengeran gue ' batin Reya.


“Tidak apa-apa bi, saya paham dan terima kasih sudah merawat saya”


Soohyun menghela nafas lega lalu tersenyum. “Sama-sama nona”


BRAK

__ADS_1


“Reya!”


__ADS_2