Reya Time Travel

Reya Time Travel
Part 22


__ADS_3

“Menangislah, jangan menahannya aku akan ada disini untukmu”


Kalimat yang terucap dengan penuh kelembutan, pelukan yang hangat dan tepukkan ringan pada punggung Reya membuat gadis itu tak lagi dapat menahan tangisan nya.


Tak mempedulikan siapa yang tengah memeluknya saat ini Reya pun membalas pelukan orang tersebut dengan erat, menumpahkan segala sesak yang ia rasa pada pemuda bernetra abu-abu itu.


Sedangkan si pemuda meski tangan nya terus bergerak menepuk-nepuk punggung Reya guna menenangkan gadis itu, namun wajahnya jelas menunjukkan gurat emosi yang tertahan tatkala mendengar tangisan gadis itu yang terdengar begitu memilukan ditelinga nya.


Setelah beberapa menit menangis akhirnya Reya mulai tenang dan perlahan gadis itu melepaskan pelukan nya dengan kepala yang tertunduk malu. Jelas saja dia malu bagaimana bisa dia memeluk seseorang yang tak dia kenal sambil menangis pula! Duh mau ditaruh mana mukanya nanti.


Melihat Reya menunduk pemuda itu pun menangkup pipi Reya dan membuat gadis itu mendongak ke arahnya. Kini Reya dapat melihat siapakah orang yang sudah memeluk dan menenangkan nya tadi.


“Taekhyun!” kata Reya sedikit terkejut karena pemuda tersebut tidak lain adalah Taekhyun, si lelaki tampan yang berwajah mirip dengan idola nya dulu.


Bagi yang lupa siapa Taekhyun silahkan cek part 12 ya ☺


Taekhyun yang melihat keterkejutan di wajah gadisnya pun terkekeh gemas. Gadisnya? Benar Taekhyun sudah mengklaim Reya sebagai gadisnya semenjak pertemuan kedua mereka saat gadis itu tinggal di istana Zehwa, dan berkat itu pula hubungan keduanya jadi lebih akrab.


“Apa kabar kamu hm?” tanya Taekhyun seraya mengusap kedua pipi Reya dengan jempolnya kala melihat masih ada bekas air mata disana.


Mendengar kata 'hm' dari Taekhyun sontak membuat jantung Reya berdegup kencang, sungguh kedeep voice'an yang mampu membuat nya melayang hingga tujuh samudera. Ditambah usapan pada pipinya membuat wajah Reya kini memerah sempurna bak kepiting rebus.


'Sial jantung murahan! Gini aja detak kencang banget duh mana nih muka pasti udah merah nih, kampret emang si Taekhyun gak tau apa gue tuh lemah soal beginian njir' batin Reya merutuki diri sendiri yang gampang sekali baper kalau mendapatkan perlakuan manis dari seorang laki-laki.


“Reya?” panggil Taekhyun saat melihat Reya hanya diam tak menjawab pertanyaan nya. Ah tapi tunggu dulu kenapa wajah gadis itu memerah? Apa dia demam?


Reya yang awalnya terdiam kini tersentak kala benda hangat menyentuh kening nya dan bertepatan dengan itu matanya melotot saat melihat wajah Taekhyun berada dekat dengan wajahnya.


“Tidak panas tapi kenapa wajah kamu memerah seperti ini?” ucap Taekhyun heran seraya menurunkan kembali tangan nya dari kening Reya dan kemudian beralih menatap Reya yang kini terdiam kaku sambil melotot ke arahnya.


Taekhyun menaikkan sebelah alisnya melihat itu tapi tak lama dia mulai menyadari sesuatu dan mungkin itu berhubungan dengan wajah Reya yang memerah saat ini.


Taekhyun menyeringai tipis sembari memindai setiap lekuk wajah cantik Reya yang mampu membuat siapapun terpana dengan parasnya, dari mulai hidung yang mancung, pipi yang sedikit berisi, kulit seputih susu juga selembut kulit bayi, iris gelap yang tajam dan jernih, terakhir pandangan Taekhyun pun jatuh pada bibir ranum yang berwarna pink alami itu.


Seakan ada magnetik netra abu-abu Taekhyun terus terkunci pada bibir Reya tanpa bisa mengalihkan pandangan nya.

__ADS_1


Perlahan dan tanpa Taekhyun sadari wajahnya terus mendekat dan memangkas jarak antara keduanya, sedangkan Reya yang melihat wajah Taekhyun semakin mendekat padanya pun dibuat panik apa lagi saat melihat kepala pemuda itu sedikit memiring ke samping cukup membuat Reya sadar apa yang hendak lelaki itu lakukan sekarang ini.


Refleks Reya pun mengepalkan tangan kanan nya dan lalu. “SHANNAROOO!” teriaknya menirukan slogan dari salah karakter anime seraya mengarahkan kepalan tangan nya pada pipi Taekhyun yang langsung membuat pemuda tersebut terguling-guling ke samping dengan tidak elitnya. Meski Reya seorang perempuan namun ingatlah dia bukan manusia biasa jelas kekuatan tinjunya barusan benar-benar kuat.


Sedangkan Reya yang sudah sadar apa yang barusan telah dia perbuat sontak menatap nanar kepalan tangan nya lalu beralih menatap ke arah Taekhyun yang sudah terkapar dengan hidung juga mulut yang mengeluarkan darah. Reya meringis antara ingin ngakak juga merasa bersalah melihat kondisi pemuda tampan itu yang di akibatkan karena tinjuan nya barusan.


Segera ia berlari menghampiri Taekhyun dan menempelkan jarinya pada hidung pemuda itu guna memastikan apakah Taekhyun masih bernafas, dan untung nya Taekhyun masih bernafas yang berarti dia masih hidup setelah terkena tinju seorang Reya.


“Sorry Tae gue gak sengaja, lagian sih ngapain lo pengen cium gue segala tadi. Kan gue jadi refleks pukul lo” ujar Reya tidak enak hati seraya membersihkan darah yang ada di hidung dan mulut pemuda itu menggunakan sapu tangan Taekhyun sendiri yang Reya dapatkan setelah merogoh-rogoh bagian kantung hanbok yang Taekhyun kenakan.


Setelah wajah tampan Taekhyun kembali bersih Reya pun berdiri namun hal tersebut menyebabkan kepala Taekhyun terhantuk ke tanah cukup keras, karena tadi kepala Taekhyun berada dipaha Reya saat gadis itu tengah membersihkan wajahnya.


Reya yang melihat itu pun kembali meringis, astaga bisa-bisanya dia lupa kalau tadi kepala Taekhyun dia rebahkan di atas pahanya.


“Duh sorry Tae gak sengaja lagi gue”


Reya pun mengarahkan tangan nya pada Taekhyun guna mengangkat tubuh pemuda itu dengan sihir telekinesis yang dirinya kuasai. Setelah berhasil terangkat Reya lantas berbalik dan memandang gazebo mini juga piano yang masih ada disana, menjentikkan jarinya dan kedua benda itu pun langsung hilang.


“Yosh mari kita kembali ke Akademi”


__________🌼🌼🌼__________


“Beraninya dia mencium gadisku?!”


Pria bernetra ungu tampak memejamkan mata kala mendengar bentakkan keras dari sang tuan yang kini terlihat emosi setelah mendengar laporan nya mengenai seorang gadis yang sudah tuan nya klaim sebagai miliknya.


“T-tenanglah yang mulia karena nona sama sekali tidak dicium oleh pria itu” ujar nya dengan berani membuka suara ditengah mencengkam nya suasana di ruang itu akibat kemarahan sang tuan.


“Maksudmu?” tanya si pria yang disebut 'yang mulia' dengan tajam.


“Nona sudah memukulnya lebih dulu yang mulia sehingga pria itu tidak memiliki kesempatan mencium nona” jawab si pria bernetra ungu.


Mendengar itu pria tadi pun tampak lebih tenang dan kembali duduk di kursi nya, ia menatap datar sang bawahan.


“Terus awasi gadisku dan jika dia dalam bahaya lindungi dia, paham?“

__ADS_1


“Paham yang mulia”


“Kau boleh pergi”


Setelah pria bernetra ungu itu pergi tak lama kemudian datanglah seorang pria bercadar hitam ke hadapan si pria yang tengah duduk disana.


“Selidiki semua pria yang berada disekitar gadisku tanpa terkecuali, dan jika salah satu dari mereka memiliki niat jahat padanya langsung singkirkan.”


“Dan ingatlah untuk tidak meninggalkan jejak apapun aku tidak ingin dia sampai mengendus keberadaan gadisku sebelum waktunya tiba” ujar pria itu lagi seraya menekankan kalimat 'dia'.


“Baik master”


“Pergilah”


Pria bercadar itu pun menghilang dari sana meninggalkan si pria bernetra merah yang terlihat menghela nafas kasar seraya memijat pangkal hidung nya.


“Sepertinya kali ini tidak akan mudah”


.


.


.


.


.


.


.


Kira-kira siapa ya tuh cowok?


Ada yang bisa nebak? xixi

__ADS_1


Sejauh ini belum ada perkapalan yang berlayar karena para cwoknya masih misteri dan baru sedikit yang berinteraksi dengan Reya hehe


kalian sendiri sudah punya kapal yang mau dinaikki? 🤭


__ADS_2