
Setelah berhasil menemukan bunga Grey kini Reya tengah mencari tempat yang sesuai untuk dirinya berlatih, karena selain menemukan bunga Grey itu juga menjadi tujuan nya sejak awal bukan.
“Oh ini tempat yang cocok nih” selesai menemukan tempat yang menurut nya cocok untuk dirinya berlatih kini Reya mulai memfokuskan diri.
Memejamkan mata dan tidak lama angin di sekitar Reya mulai membentuk sebuah pusaran yang dimana Reya berdiri tepat di tengah-tengah nya.
Pusaran angin itu semakin lama semakin membesar yang kini terlihat seperti tornado yang membuat pohon pohon di sekitar nya bergoyang hebat, bahaya, Reya terlalu banyak mengeluarkan energi kekuatan nya pada angin dan itu bisa membuat raja kegelapan mengetahui keberadaan nya.
Kelima orang yang sejak awal di tugaskan untuk mengikuti Reya pun lantas keluar dari persembunyian mereka dan mendekati pusaran angin itu namun baru saja satu langkah mereka langsung berhenti kala suara Reya terdengar memperingati mereka.
“JANGAN MENDEKAT!”
Kelima nya sontak saling tatap dan sama-sama bingung harus bagaimana.
“Bagaimana?”
“Apa nya yang bagaimana?”
“Bodoh, aku tanya kau malah bertanya balik”
“Karena aku juga tidak tau harus bagaimana bodoh”
“Sial lalu apa kita harus diam saja? Di saat gadis itu bisa saja dalam bahaya”
“Ck diamlah, lihat ke depan” lerai satu pemuda membuat mereka yang ribut kembali menatap ke arah Reya yang masih berada di dalam pusaran angin.
Perlahan pusaran angin itu mulai terkendali dan tidak lama mulai mengecil lalu menghilang dalam sekejap, terlihat Reya yang tampak kelelahan terbukti dari kening dan leher nya yang di penuhi dengan keringat.
“Anda baik baik saja?” tanya salah satu dari kelima pemuda itu yang tidak lain adalah orang yang sama yang membawa Reya ke Akademi.
Reya hanya mengangguk sebagai balasan lalu gadis itu menjentikan jari nya membuat semua yang tadi nya berantakan karena ulah nya kembali seperti sedia kala bahkan termasuk dirinya yang kini tidak lagi terlihat kelelahan.
Reya berjalan mendekati kelima pemuda itu yang masih saja menutupi setengah wajah mereka dengan kain hitam membuat Reya jadi penasaran dengan rupa mereka.
Tapi sudahlah lupakan itu dulu sekarang dia harus pulang.
__ADS_1
“Baiklah, mari kita pulang” ucap Reya sambil memegang pundak salah satu dari kelima pemuda itu membuat sang empu nya terkejut.
Dan tepat setelah nya mereka semua menghilang dari sana.
__________🌼🌼🌼__________
Aula Yeongjang.
Ban Hyeok yang tengah berkutat dengan banyak nya lembaran kertas di meja nya di buat kaget kala suara seseorang terdengar di telinga nya.
“Hai paman”
“Astaga!”
“Aigoo paman terkejut ternyata” ucap Reya sambil tertawa, merasa lucu dengan raut kaget yang Ban Hyeok tampilkan akibat ulah nya.
Ban Hyeok yang melihat Reya tertawa di atas penderitaan nya itu pun nampak menatap datar gadis itu. “Gadis nakal” ucap nya lalu menyentil kening Reya membuat gadis itu sontak mengaduh sakit.
“Cih paman tidak asik huh” Reya pun berlalu pergi dari sana meninggalkan Ban Hyeok yang tampak terkekeh melihat tingkah Reya yang terlihat lucu di matanya.
“Jika ada orang yang melihat ini pasti mereka akan langsung percaya, bahwa tuan Lee dan nona Reya memang satu keluarga” celetuk satu pemuda.
Ban Hyeok yang sadar bahwa dia tidak sendirian pun lantas berdehem pelan dan menatap kelima pemuda di depan nya yang tidak lain juga merupakan murid di Akademi itu.
“Apa terjadi sesuatu saat dia berada di hutan kabut?” tanya Ban Hyeok.
“Tidak ada tuan, semua baik baik saja dia bisa mengatasi semua nya dengan baik meskipun sendirian bahkan kami saja kagum saat melihatnya”
'Yah karena dia adalah gadis yang di ramalkan yang memiliki kekuatan melampaui raja kegelapan, tentu saja aku percaya bahwa dia pasti bisa mengatasi hutan kabut itu' batin Ban Hyeok.
“Baiklah kalian boleh kembali”
Kelima pemuda itu pun segera pergi dari sana untuk kembali ke tempat mereka masing masing.
*Aula pengobatan / Aula Seonram.
__ADS_1
Setelah pergi dari aula Yeongjang kini Reya tengah berada di aula Seonram tempat dimana jika ada murid yang sakit akan di obati di tempat itu.
“Bibi Soo Hyun” panggil Reya pada seorang wanita paruh baya yang tampak mengenakan pakaian yang khas seorang tabib.
Wanita bernama lengkap Park Soo Hyun itu pun menoleh dan melihat Reya tengah berjalan ke arah nya.
“Bibi aku sudah menemukan nya” ucap Reya tepat setelah dirinya tiba di depan Soo Hyun.
“Menemukan apa?”
“Ini” Reya lalu menjentikan jari nya yang membuat meja kosong yang ada disana seketika penuh dengan bunga Grey.
Tabib Soo Hyun yang melihat itu pun langsung melototkan mata nya tidak percaya.
“Astaga nona i-ini? B-bagaimana anda bisa?” tanya Soo Hyun.
“Bibi tidak perlu memikirkan nya yang penting aku sudah berhasil menemukan ini untuk bibi dan ya satu lagi” Reya kembali menjentikan jari nya dan tumbuhan lain yang sempat dirinya kumpulkan pun ikut ada di atas meja itu. “Nah ini untuk bibi juga, gunakan dengan baik ya” sambung Reya lalu setelah nya pamit dari sana meninggalkan tabib Soo Hyun yang syok dengan yang Reya berikan padanya.
Gadis itu benar-benar istimewa pikir nya.
Kembali kesisi Reya yang saat ini tengah berjalan-jalan di Akademi dengan pakaian nya yang berbeda dari yang sebelumnya.
(Pakaian Reya)
Di saat asik menatap sekitar dengan pandangan kagum Reya tanpa sengaja menabrak seseorang yang membuat gadis itu langsung mengaduh sakit karena kening nya terbentur dengan keras.
“Anjir siapa yang naruh dinding disini sih?” sungut Reya sambil mengusap kening nya yang berdenyut.
“Siapa kau?”
Mendengar suara yang cukup deep voice itu Reya lantas mendongak dan mengerjap pelan tatkala sosok di depan nya benar-benar kelewat tampan.
“Sial cogan lagi”
__ADS_1
TBC~