Reya Time Travel

Reya Time Travel
Part 16


__ADS_3

Kini Reya tengah menuju istana Zehwa dengan menunggangi kuda hitam yang mana hal tersebut membuat orang-orang yang menyaksikan terkejut melihat nya, karena pemandangan seorang perempuan menunggangi kuda sangatlah jarang terjadi mereka lebih sering melihat para perempuan menaiki kereta kuda, terlebih para gadis bangsawan yang kadang sering kali di jumpai karena ingin memperlihatkan harta yang mereka miliki dengan menaiki kereta kuda yang tak bisa di naiki oleh kalangan bawah.


Istana Zehwa.


Setibanya di gerbang istana Reya lantas menghentikan laju kuda nya yang langsung dihampiri salah seorang penjaga gerbang dengan pedang di tangan nya.


“Tunjukkan identitas anda lebih dulu jika anda ingin masuk nona”


Reya yang masih duduk di atas kuda tampak meraih sesuatu di dalam saku bajunya dan setelah berhasil mendapatkan benda yang dia bawa Reya lalu menunjukkan benda bulat itu kehadapan si penjaga.


Sedangkan si penjaga yang melihat plakat perak yang di tunjukkan Reya padanya sontak melotot kaget dan dengan cepat dia membungkuk hormat.


Note: Plakat perak adalah benda yang bisa menunjukkan bahwa orang yang memiliki nya merupakan seorang bangsawan terhormat yang di izinkan masuk ke dalam istana tanpa batas waktu. Sedangkan plakat emas hanya di miliki oleh para pewaris takhta kerajaan yaitu putra mahkota.


“Maaf sudah menghalangi jalan nona silahkan anda masuk”


Tanpa berkata apapun Reya kembali menjalankan kuda nya masuk ke dalam istana.


Turun dari kuda Reya pun menatap sekitar. “Ini gak ada yang nyambut gue apa?” gumam Reya sedikit kesal karena melihat tak seorang pun yang menyambut kedatangan nya, bukankah ia seorang tamu penting di kerajaan ini? Pikirnya heran.


“Gue kan baru nginjakkin kaki disini kalo gue kesesat gimana njir? Gue kan blom hapal seluk-beluk nih istana” gumam nya lagi.


Reya yang tengah bergelung dengan pikiran nya seketika dibuat kaget kala seseorang tiba-tiba saja menghampiri.


“Nona”


“Anjing kejepit babi!” latah Reya terkejut ia lantas menatap horor pada sosok laki-laki yang tiba-tiba datang dan mengejutkan dirinya.

__ADS_1


“Ah maafkan saya nona, saya tidak sengaja” ujar laki-laki itu seraya membungkukkan badan nya.


“T-tidak apa-apa berdirilah”


“Sekali lagi maafkan saya nona” ucapnya setelah berdiri tegak.


“Siapa namamu?“ tanya Reya.


“Won Daehyun nona, saya di perintahkan untuk membantu nona selama disini” jawab nya.


“Oh kalau begitu apa kau bisa mengajakku berkeliling lebih dulu? Aku ingin melihat-lihat istana ini sebelum memulai pekerjaanku” ucap Reya.


“Tentu nona, mari”


Skip


Setelah 1 jam mengelilingi istana yang cukup besar itu akhirnya Reya memutuskan untuk segera memulai pekerjaan nya.


Banyak sekali orang disana yang sedang sibuk mempersiapkan semua kebutuhan pesta nya dan Reya pun dengan segera mengambil posisinya untuk mengawasi para pekerja disana dan sesekali gadis itu ikut mendekorasi tempatnya.


__________🌼🌼🌼__________


Hari H pun akhirnya tiba dan semua orang pun tengah bersiap untuk menghadiri pesta ulang tahun ratu Gaeun.


Termasuk Reya yang sampai hari ini masih tinggal di istana Zehwa karena menurutnya itu lebih mempersingkat waktu dari pada harus bolak-balik dari istana ke Akademi.


Setelah dirias oleh tiga dayang istana yang dikirim oleh ratu Gaeun Reya pun menatap pada cermin dan melihat wajahnya yang dirias dengan baik oleh ketiga dayang itu.

__ADS_1


“Sangat cantik, terima kasih telah meriasku” kata Reya pada ketiga dayang tersebut.


“Sama-sama nona”


“Nona anda ingin menggunakan hanbok yang mana untuk pesta nanti?” tanya dayang bernama Nera sembari menunjukkan dua jenis hanbok ke hadapan Reya.


“Tidak perlu aku akan menggunakan pakaianku sendiri” balas Reya membuat ketiganya mengerutkan kening.


Melihat kebingungan mereka Reya hanya tersenyum tipis lalu merubah pakaian nya.



(Pakaian Reya)


Melihat pakaian Reya berubah membuat ketiga dayang itu melebarkan mata mereka.


“A-astaga nona bagaimana bisa?”


Mendengar itu Reya hanya membalas nya dengan senyuman lalu beranjak keluar dari kediaman nya yang langsung disusul ketiga dayang tersebut.


“Salam nona” sapa Daehyun yang memang sedang menunggu Reya diluar kediaman, setelah kembali berdiri tegak Daehyun tampak terpesona dengan penampilan Reya saat ini.


“Daehyun” panggil Reya kala melihat Daehyun hanya diam sambil menatap ke arah nya, duhkan dia jadi salting sendiri kalau ditatap selama itu.


“Ah iya nona” Daehyun gelagapan membuat Reya terkekeh melihat Daehyun yang sedang salah tingkah.


“Sayang banget muka cakep kek dia jadi kasim istana” gumam Reya yang tahu kalau Daehyun merupakan seorang kasim yang mana semua kasim di istana tidak diperbolehkan untuk menikah bahkan itu mereka saja harus dipotong.

__ADS_1


“Nona apa anda ingin langsung ke aula Chi'Jia?” tanya Daehyun menyadarkan Reya dari lamunan nya.


“Tidak, aku akan pergi ke paviliun Anggrek”


__ADS_2