
Mereka yang ada di dalam aula tampak tak menyadari kehadiran Reya disana, mungkin karena Reya yang sengaja menyembunyikan hawa keberadaan nya seperti yang pernah dia pelajari dulu waktu masih di dunia modern.
Tak lama pintu di aula itu pun terbuka dan masuklah Ban Hyeok di ikuti orang-orang Akademi lain nya di belakang pria itu, semua murid pun langsung diam dan memfokuskan antesi mereka pada sang kepala Akademi.
Ban Hyeok yang sudah berdiri di atas panggung (sebut saja begitu karena author lupa namanya apa) tampak memperhatikan sekeliling nya seolah sedang mencari seseorang.
Reya yang berdiri di sudut ruangan yang melihat Ban Hyeok seperti itu pun lantas melakukan telepati seperti yang pernah pria itu ajarkan padanya.
“Tidak perlu mencari saya paman, fokus saja dengan pekerjaan paman saat ini” telepati Reya pada Ban Hyeok.
Sedangkan Ban Hyeok yang mendapat telepati itu pun segera membalas nya. “Memang nya anda ada dimana?” balas nya.
“Saya ada disini dan paman fokuslah kini semua murid mulai kebingungan karena paman sejak tadi hanya diam” ujar Reya yang membuat Ban Hyeok tak lagi membalas dan kini pria itu kembali fokus dengan tujuan nya mengumpulkan semua murid nya.
“Baiklah hari ini kalian di kumpulkan karena saya selaku kepala Akademi mengumumkan bahwa selama lima hari kedepan Akademi akan diliburkan untuk menyambut hari lahirnya yang mulia ratu, dan kalian semua di perbolehkan untuk pulang ke kediaman masing-masing atau pun memilih tetap tinggal disini sampai Akademi kembali dibuka” jeda Ban Hyeok sambil menatap wajah setiap muridnya yang terlihat hanya menampilkan raut wajah datar tapi Ban Hyeok tentu sangat tahu kalau murid-murid nya itu sangat menyukai ketika mereka mendapat hari libur dimana mereka tak akan mempelajari hal-hal yang menurut mereka menyulitkan itu.
“Jadi silahkan kalian yang ingin pulang segera berbalik dan pulanglah lalu jika kalian ingin tetap disini maka angkatlah tangan kalian” sambung Ban Hyeok dan mereka yang mendengar perkataan Ban Hyeok pun tampak saling lirik satu sama lain lalu dengan serentak mengangkat tangan mereka pertanda bahwa mereka tetap ingin di Akademi.
Ban Hyeok yang melihat itu pun menghela nafas lega karena sebenarnya ia juga tidak rela membiarkan murid-murid nya itu pulang ke kediaman mereka, karena bisa saja saat di perjalanan pulang mereka di cegat oleh orang berbahaya atau pun di serang para bawahan dari raja kegelapan Hwang Jeon, dan sungguh Ban Hyeok tidak ingin itu sampai terjadi ia bukan bermaksud meremehkan kekuatan para muridnya itu hanya saja kekuatan raja kegelapan beserta para bawahan nya jelas tidak bisa di anggap remeh terlebih mereka memiliki kekuatan para iblis hitam di belakang mereka.
“Baiklah pengumuman hari ini selesai kalian boleh pergi namun ingatlah sebelum keluar dari Akademi kalian harus meminta izin terlebih dahulu, paham?”
“PAHAM TUAN!” sahut mereka bersamaan.
Note: Kalau pakai 'Pak' kayak nya kurang pas ya kan, jadi aku pakein 'Tuan' aja setiap ada murid yang mau manggil Ban Hyeok (selaku kepala Akademi) nah kalo untuk guru-guru nya mereka bakal manggil 'Guru' (bisa disambungin dengan nama orang yang dipanggil, contoh : Guru Han)
Back to story...
Setelah nya Ban Hyeok beserta orang-orang Akademi yang ikut hadir disana pun beranjak hendak pergi dari aula namun salah seorang murid tiba-tiba saja memanggil Ban Hyeok membuat langkah mereka semua langsung berhenti.
“Tuan Lee!”
__ADS_1
Ban Hyeok berbalik dan menatap murid yang memanggilnya itu dengan pandangan bertanya. “Ada apa?”
“I-itu..........” murid laki-laki itu terlihat ragu-ragu untuk mengatakan maksud tujuan nya memanggil Ban Hyeok.
Sedangkan disisi Reya gadis itu tampak menatap intens sosok laki-laki itu yang terlihat mencurigakan baginya, entah ini hanya perasaan nya atau apa namun lelaki itu memiliki aura yang sedikit aneh, aura nya terasa dingin dan seolah ada kekuatan gelap yang menyelimuti nya.
Tunggu, kekuatan gelap?
Detik itu juga Reya melototkan matanya kala menyadari bahwa sosok laki-laki itu bukanlah murid di Akademi ini.
“Akhhh!”
Reya yang tadinya sibuk dengan pikiran nya langsung tersentak kaget kala mendengar suara barusan, ditatapnya sosok laki-laki tadi sudah menyandera satu murid dan tak lama kemudian wujud laki-laki itu berubah menjadi sosok yang menyeramkan dengan mata merah dan tubuh yang sangat kurus sudah seperti tulang, Reya merinding melihat nya termasuk orang-orang disana yang kini sudah dalam posisi waspada.
“Siapa kau?!” tanya Ban Hyeok tajam dengan pedang yang sudah berada di tangan nya, itu adalah pedang phoenix yang memiliki kekuatan es, pedang yang mampu menebas apapun dan membuat para korban nya menjadi mayat beku.
Sosok menyeramkan itu terlihat menyunggingkan senyuman sinis dengan tangan kiri yang masih menyandera murid itu dan tangan satu nya lagi tengah memegang sebuah belati yang dialiri sihir gelap dan itu mengarah pada leher sandera nya untuk mengancam juga melindungi nya agar tidak di serang oleh orang-orang Akademi disana.
“Tanpa ku jawab pun kau sudah pasti mengetahui siapa aku, benar bukan?” balas nya membuat Ban Hyeok semakin menajamkan tatapan nya.
Sosok menyeramkan itu bercecih sinis. “Tidak ada hubungan nya kau bilang? Omong kosong jelas dia memiliki hubungan karena dia merupakan murid disini, di Akademi yang memiliki niat untuk mengusik rajaku” tekan nya di akhirnya kalimat.
Ban Hyeok mengeraskan rahang nya jelas ini sebuah peringatan dari si raja sialan itu makinya dalam hati.
“Apa yang kau mau?”
“Aku datang kesini bukan untuk meminta sesuatu pada kalian tapi aku datang karena ingin memberikan sedikit hadiah kejutan untuk kalian atas perintah darinya”
“Hadiah kejutan?” lirih Ban Hyeok yang dapat di dengar oleh sosok menyeramkan itu.
“Benar, hadiah yang berisikan bahwa aku harus melenyapkan tiga nyawa sebagai hadiah awal dari rajaku”
__ADS_1
Semua orang yang mendengar itu sontak melototkan mata mereka terkejut terlebih saat sosok menyeramkan itu hendak menusuk murid yang dia sandera.
Ban Hyeok berlari untuk mencegah namun terlambat dia sudah keduluan oleh seorang gadis yang sudah melesat ke arah sosok menyeramkan itu dan menerjang nya hingga mereka menubruk dinding keras di aula itu dengan posisi sang gadis yang mencekik leher sosok menyeramkan itu sedangkan sosok itu tampak kesakitan akibat tubuh nya yang membentur keras dinding kokoh di belakang nya dan menyebabkan dinding tersebut retak belum lagi lehernya yang di cekik kuat oleh gadis yang tidak dia ketahui identitas nya itu.
Gadis itu ialah Reya.
“Sepertinya aku terlalu terbawa suasana sehingga tanpa sadar aku membenturkan mu di dinding ini, tetapi rasanya itu memang pantas kau dapatkan” ujar Reya dengan tersenyum sinis dan nada suaranya terdengar begitu dingin membuat suasana disana mendadak mencekam. Ah Reya menyukai ini dimana orang-orang akan terdiam saat melihat sisi nya yang ini, sisi yang jelas berbeda dari dirinya yang biasanya.
Sisi yang ceria dan sisi yang kejam, dua kepribadian yang jelas berbeda namun Reya memiliki keduanya dalam satu tubuh, bukan, bukan alter ego hanya saja Reya memang seperti itu. Bukankah aku pernah bilang kalau Reya adalah orang yang bisa membunuh siapapun yang mengusik dirinya? Dan mungkin aku lupa untuk mengatakan ini pada kalian, kalau Reya saat di zaman modern adalah seorang Queen Mafia dengan julukan sang Malaikat kematian.
Back to story...
“K-kau uhukk perem-pu-puan si-sia-lan le-pas-kan a-aku”
Reya menatap datar, sepertinya sosok menyeramkan dengan jenis laki-laki ini tidak menyadari posisi nya saat ini yang jelas-jelas Reya tengah menekan nya, tapi yah Reya memaklumi karena para penjahat kadang suka lupa diri dan merasa mereka masih berada di atas sang lawan dan kadang suka merendahkan seperti yang dilakukan sosok menyeramkan ini padanya. Lihat betapa kurang ajarnya mata yang tengah memandang nya rendah itu padahal nyawa dia bisa melayang kapan saja di tangan nya.
Btw mbaknya juga seorang penjahat loh 🙃
Gue gak nyangkal tapi sorry aja nih gue juga pilih-pilih soal target dan gue juga gak bakal nyerang seseorang tanpa alasan kecuali mereka yang memulai nya baru gue ladenin 😏
Iyain, biar cepet 😒
Sialan!
[Abaikan saja percakapan di atas]
Kembali ke cerita...
“R-reya” panggil Ban Hyeok yang masih terlihat shock, sebenarnya bukan dia saja yang terlihat terkejut tapi orang-orang yang sejak awal belum pergi pun nampak sangat terkejut dengan kejadian ini belum lagi beberapa murid yang belum pernah bertemu dengan sosok Reya membuat mereka bertanya-tanya siapakah sosok gadis cantik yang tiba-tiba hadir disana.
Reya yang dipanggil pun menoleh dan itu menjadi kesempatan bagi sosok menyeramkan itu untuk menyerang Reya yang masih mencekik lehernya.
__ADS_1
Srettttt
“Reya!”