Reya Time Travel

Reya Time Travel
Part 15


__ADS_3

“Jangan mulai” peringatnya pada mereka, jelas ia tahu jalan pikiran keenam pemuda itu yang sepertinya ingin menjahili nya saat ini.


Hyunsik berdecak. “Ck hyung tidak asik, pantas saja hyung tidak laku-laku karena hyung terlalu membosankan bagi para perempuan meskipun hyung tampan, tapi tidak lebih tampan dariku” cibir Hyunsik tanpa takut padahal sang empunya sudah menatap dirinya tajam sejak tadi.


“Ppfftt” lima pemuda yang lain tampak berusaha menahan tawa mereka saat mendengar perkataan Hyunsik yang dengan santai nya menghina kakak sendiri, di depan orang nya lagi.


“Ck” berdecak kesal pemuda yang merupakan kakak dari Hyunsik itu pun memilih pergi dari sana, dan tentu hal tersebut di jadikan kesempatan bagi mereka untuk melepaskan tawa mereka yang sangat sulit untuk mereka tahan.


Sedangkan diluar kamar orang yang tengah menjadi bahan tertawaan oleh para teman dan adiknya itu hanya bisa mendengus sabar.


Nasib sekali karena dia harus memiliki orang-orang seperti itu disisinya.


“Sialan! Kenapa susah sekali?” gumam nya frustasi dan setelah nya menghilang dari sana.


•••


Pagi pun telah tiba Reya yang masih bergelung dengan selimut nya pun tampak mulai terusik dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah gorden nya.


Mengubah posisi nya menjadi duduk dan meregangkan badan nya sembari mengumpulkan nyawa yang belum sepenuhnya kembali, setelah sadar sepenuhnya Reya lantas beranjak ke kamar mandi dan melakukan ritual pagi nya selama 30 menit.


Selesai mandi Reya lantas mengubah handuk yang melekat pada tubuh nya menjadi pakaian yang terlihat seperti bangsawan dengan warna serba hitam.



(Penampilan Reya)


Reya bukan tanpa alasan berpakaian seperti itu, kemarin malam dia mendapat surat dari ratu Ga Eun yang berisikan bahwa wanita itu menginginkan nya untuk mengawasi langsung persiapan pesta ulang tahun nya.


Reya yang memang sedang tidak memiliki kegiatan apapun lantas menyetujui keinginan ratu Ga Eun dan karena itulah hari ini ia akan pergi ke istana, tempat dimana pesta ulang tahun itu di selenggarakan.


“Nona Rey--” Yuri yang baru masuk ke dalam kamar karena berniat ingin membangun sang nona kini terdiam dengan pandangan tak percaya, matanya terus mengerjap seolah-olah sedang memastikan apakah gadis cantik di depan nya hanya sekedar ilusi atau kah itu memang nona nya.

__ADS_1


“Yuri?”


Yuri masih diam dan tak menggubris panggilan Reya.


“Woi!” sentak Reya membuat Yuri yang tadinya sedang terbengong sambil menatapnya segera tersadar.


“Ah m-maafkan saya nona”


“Lo kenapa dah?” heran Reya sambil menggunakan make up khas di zaman itu yang masih tradisional, kenapa tidak memakai make up khas zaman modern saja? Jawaban nya karena Reya sedang malas jadi gadis itu memilih menggunakan apa yang sudah tersedia di meja rias nya.


“T-tidak bukan apa-apa”


Reya yang mendengar itu pun hanya mengendikkan bahu acuh dan kembali fokus pada riasan nya.


Selesai berias Reya pun menatap pada Yuri yang juga masih menatapnya. “Gimana Yu? Cantik gak?” tanya Reya.


“Anda sangat cantik bahkan saya rasa anda adalah perempuan tercantik di dunia ini” puji Yuri dengan semangat bahkan matanya tampak menunjukkan binar-binar penuh kekaguman membuat Reya yang melihat itu terkekeh.


Yuri terlihat seperti kelinci jika seperti itu. Dengan gemas Reya mencubit pipi Yuri yang tembem itu membuat empunya sontak terkejut.


“Oh benar juga”


Sebelum pergi Reya kembali menoleh pada cermin guna melihat penampilan nya namun tanpa sengaja matanya melirik ke sebuah pakaian hitam yang terletak di atas nakas.


“Bukan nya itu milik si Serigala hitam kan?” gumam Reya lalu mengambil pakaian tersebut membuat Yuri yang melihat itu merasa heran.


“Pakaian siapa itu nona?”


Reya menoleh lalu tersenyum. “Yuri kau pergilah lebih dulu dan siapkan aku seekor kuda, hari ini aku sedang malas untuk melakukan sihir teleportasi” perintah Reya tanpa menjawab pertanyaan Yuri.


Meskipun masih penasaran dengan pemilik pakaian itu namun tak urung Yuri segera menjawab nya. “Baik nona”

__ADS_1


Reya pun beranjak pergi di ikuti Yuri yang akan melakukan perintah dari nona nya itu.


...__________🌼🌼🌼__________...


Reya yang saat ini tengah menuju aula Yeongjang tampak tersenyum cerah membuat orang-orang yang berpas-pasan dengan nya sontak terperangah melihat sosok Reya yang tampak seperti seorang dewi di mata mereka.


Sedangkan Reya tentu saja tak melewatkan kesempatan untuk menggoda para pemuda tampan yang dia lihat sepanjang dia melangkah.


“Disini cogan disana cogan di mana-mana ada cogan lalalalala~” Reya bernyanyi dengan riang membuat beberapa orang yang melihat terkekeh dengan tingkah lakunya yang terlihat unik.


Aula Yeongjang.


Sesampainya di aula Yeongjang Reya lantas mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok Tok Tok


“Masuk” sahutan dari dalam mempersilahkan Reya untuk masuk.


Setelah masuk ke dalam dapat Reya lihat Ban Hyeok tengah berkutat dengan berkas-berkas yang bertumpuk di meja kerja nya.


“Paman”


Mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya Ban Hyeok lantas mengalihkan pandangan nya dari tumpukan kertas itu dan melihat Reya tengah berdiri di depan nya sambil membawa sebuah pakaian hitam yang sudah terlipat rapi.


“Pakaian siapa itu Reya?”


Reya tak menjawab gadis itu meletakkan pakaian tersebut ke atas meja kerja Ban Hyeok. “Ini milik salah satu dari Serigala hitam, saya lupa untuk mengembalikan nya dan karena saya tidak tahu siapa pemilik nya maka saya berikan saja pada paman”


“Itu saja kalau begitu saya permisi paman” tambah Reya sembari ingin melangkah pergi namun seakan teringat sesuatu ia kembali berbalik.


“Oh iya paman hari ini saya akan pergi ke istana karena rat--yang mulia ratu meminta saya untuk mengawasi persiapan pesta ulang tahun nya”

__ADS_1


“Benarkah? Pantas saja hari ini anda terlihat sangat cantik” puji Ban Hyeok yang melihat penampilan Reya yang berbeda dari biasanya.


Reya tersenyum simpul. “Kalau begitu saya permisi” pamit Reya dan kali ini dia benar-benar pergi dari sana.


__ADS_2