
Setelah selesai berdandan, mereka pergi ke restaurant tempat acara akan dilangsungkan. Disana telah datang beberapa staf dan duduk di meja yang telah di reservasi terlebih dahulu oleh Dion, kemudian mereka berdua turut bergabung dengan teman - teman mereka yang telah datang. Setelah beberapa lama berbincang dan makanan telah dihidangkan maka sang pemilik acara mempersilahkan mereka semua untuk makan, kemudian Dion mengajak Anti untuk duduk di tempat mereka berdua dan menyantap makanan yang telah tersedia. Selama acara makan malam tersebut, mereka saling mengobrol sambil bercanda ria untuk menghilangkan sedikit kepenatan selama bekerja.
__ADS_1
Setelah selesai makan malam, acara dilanjutkan dengan santai. Ada yang menyanyi dan ada pula yang ngobrol bebas. Saat Dion dan Anti berbicara, tiba - tiba datang seorang wanita yang berpenampilan modis dengan baju yang seksi menghampiri Dion dan langsung memeluknya. Dion yang kaget langsung melepaskan pelukan wanita itu dengan kasar sampai wanita itu terbentur pada dinding di belakangnya, Anti pun sangat terkejut melihatnya. "apa yang kamu lakukan?" bentak Dion dengan suara tinggi. "honey,,,kok kamu kasar sih sama aku?" kata Dina dengan manja. Anti menatap bingung keduanya sambil berkata "mas, dia siapa?". "sayang,,kamu jangan dengerin dia. Dia itu teman masa kecil aku dulu, dia memang suka sama aku tapi aku gak respon makanya dia seenaknya aja kayak gini. Kamu percaya kan sama mas, sayang?" kata Dion berusaha meyakinkan Anti. "Dion, aku tuh calon istri kamu loh. Kok kamu kayak gini sih?" kata Dina kemudian. Anti kaget sambil menahan air matanya, bagaimana mungkin Dion sudah memiliki calon istri sedangkan selama ia mengenal Dion, wanita itu tidak pernah terlihat bersama Dion, Anti bermonolog di dalam hati. "kamu jangan ngaku - ngaku ya, aku gak pernah memiliki calon istri seperti kamu karena calon istri aku hanyalah Puspa. Kamu dengar itu?" jawab Dion tegas dan tajam. Dina kaget dengan suara Dion yang tegas tersebut. Anti menyela pembicaraan mereka dan berkata "mas, sebaiknya mas selesaikan dulu masalah ini. Aku kembalikan cincin ini" kata Anti sambil menarik cincin yang belum seharian ini dipakainya. Dion langsung menahan tangan Anti yang ingin melepas cincin pemberiannya "jangan dilepas sayang dan aku gak merasa perlu menyelesaikan masalah apa - apa dengan wanita gila ini" jawabnya sambil menarik tangan Anti untuk segera berlalu dari tempat itu. Sebelum benar - benar keluar dari restaurant itu, Dion berkata kepada semua stafnya "maaf dengan ketidaknyamanannya, kalian pasti tahu saya tidak pernah main - main dengan perasaan perempuan karena kita telah lama bekerja bersama. Kalian boleh melanjutkan acara ini atau memilih untuk pulang karena saya telah membayar semuanya. Sekali lagi saya memohon maaf pada kalian semua". Setelah berkata seperti itu, Dion berjalan keluar dengan tangannya yang masih menggemggam jemari Anti.
__ADS_1
Sampai di dalam mobil, Anti hanya diam sambil melihat ke luar jendela mobil. Dion pun tidak berbicara dan fokus pada jalanan, dia akan membawa Anti pulang ke kostannya sambil menjelaskan semua kekacauan yang telah dibuat oleh teman masa kecilnya itu. Setelah sampai di kostannya, Anti langsung turun tanpa menunggu Dion membuka pintu seperti kebiasaannya. Anti membuka pintu kamarnya, akan tetapi sebelum dia sempat menutup kembali pintu tersebut, Dion menahannya dan masuk ke dalam dengan menyeret Anti masuk.
__ADS_1