
Pov Dion
Setelah mengantar Anti pulang ke kostnya, Dion melajukan mobilnya ke kontrakannya. Seperti halnya Anti, Dion juga anak rantau yang ingin merubah nasib di kota lain dan itu semua terwujud sekarang dengan kerja keras serta perjuangan yang sangat melelahkan. Memang di usianya yang bisa dibilang sudah matang, dia memerlukan pendamping hidup untuk mengurusnya dan tentu saja agar dia mendapatkan keturunan. Selain itu, ibunya juga menginginkan dia untuk cepat menikah sebab ketiga adiknya sudah terlebih dahulu menikah dengan pilihannya di kampung halamannya. Maka dari itu, ibunya berharap agar secepatnya dia memiliki pendamping hidup yang dapat mengurusnya kelak.
Mengingat awal pertemuannya dengan Anti, dimana dia merupakan salah satu staf baru di kantornya. Pada saat Anti masuk keruangannya, dia begitu terpesona dengan kecantikan dari wanita itu. Memang sebelumnya dia telah melihat rekomendasi perpindahannya di kantor tersebut, akan tetapi dia tidak menyangka setelah melihat langsung dia akan terpikat seperti ini. Setelah 4 bulan bekerja bersama maka dia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada wanita itu. Dia senang sekali sebab Anti juga memiliki perasaan yang sama sepertinya. Dia ingat kalau Anti sempat protes saat dia mengganti namanya dengan Puspa, mengambil nama tengah wanita itu. Entah kenapa dia sangat menyukai nama tersebut untuk wanita pujaannya kemudian Anti pun membalasnya dengan memanggil nama tengahnya juga, rupanya wanita itu sangat pintar membaca situasi yang ada saat itu. Dion tersenyum lebar mengingat hal itu dan dia berjanji akan selalu membuat wanita itu bahagia bersamanya.
Pov Anti
Sesampainya dia di kamar kosatannya, dia benar - benar tidak menyangka kalau hari ini akan datang juga. Hari dimana Dion menyatakan perasaannya, dia berpikir Dion tidak mungkin memiliki perasaan lebih dari sekedar atasan dan bawahan kepadanya. Perasaannya terbalas dan dia senang akan hal ini, dia berjanji akan selalu bersama Dion sampai Dion melepasnya nanti.
__ADS_1
Dia ingat saat pertama bertemu langsung dengan Dion yang notabene adalah atasan di kantor tempatnya bekerja sekarang, dia sangat senang mengetahui bahwa atasannya bukanlah seorang pria tua yang menyebalkan seperti di kantor sebelumnya. Dan dia tidak menyangka bila selama 4 bulan bekerja bersama ternyata Dion memiliki perasaan lebih sekedar atasan dan bawahan terhadanya. Anti menyembunyikan perasaan sukanya pada atasannya itu bahkan teman baiknya tidak mengetahui kalau dia memiliki perasaan suka serta cinta pada Dion, tapi ternyata perasaan cintanya terbalas dan dia sangat senang mengetahui hal tersebut. Satu masalah yang dia pikirkan saat ini, bagaimana dia menghadapi Dion besok di kantor, apakah pria itu akan memberitahukan semua staf di kantornya jika mereka berdua sudah pacaran? Tidak mau berpikir yang aneh - aneh, diapun mengambil ponselnya dan menghubungi pria yang menjadi kekasihnya itu.
Tuuut...tuuut...tuuut...
"halo sayang,,," sapa Dion mengangkat telepon dari kekasihnya.
"ha,,halo juga mas.." jawab Anti dengan gugup karena dipanggil 'sayang' dan pastinya saat ini wajahnya telah merona karena malu.
"huft,,," Anti menghembuskan nafasnya, satu sifat Dion yang baru dia ketahui kalau tingkat kepercayaan dirinya sangatlah tinggi meskipun Anti mengakui bahwa pacarnya ini memanglah sangat tampan dan berkharisma.
__ADS_1
"mas percaya diri sekali ya,, aku tuh nelpon mas ada yang mau aku tanyain" balas Anti kemudian.
"apa sayang, kamu mau aku lamar ya.." kata Dion selanjutnya
blush,,,pipi Anti merona merah mendengar Dion berkata seperti itu.
"apaan sih mas, gak usah bercanda deh belum juga dua jam jadiannya udah bicara lamaran segala." jawab Anti gugup.
"kamu gak percaya kalo aku mau ngelamar kamu sayang?" balas Dion
__ADS_1
"udah deh mas, jangan dulu bahas lamaran segala. Aku tuh nelpon kamu mau tanya besok di kantor gimana? Kamu gak akan kasih tau semua staf kan kalo kita pacaran?" tanya Anti
Dion kaget dan terdiam cukup lama...