
Dua minggu kemudian, ijab qabul dilaksanakan di sebuah mesjid yang tak jauh dari kediaman orang tua Dion. Karena Anti sebatang kara sebab kedua orang tuanya telah meninggal dan dia tidak memiliki saudara serta keluarga dari oarang tuanya pun mengabaikannya maka wali nikahnya di wakilkan dari pihak pengadilan. Dion telah siap di depan penghulu untuk mengucap kalimat sakral saat pernikahan, dia tampak gugup menghadapinya. Sang ayah menenangkan putranya "tenang nak, jangan gugup. Dulu papa juga kayak gitu waktu menikah sama mama kamu, tarik nafas dan berdoa. Udah hafal kan?" tanya ayah Dion. "huft,,, sudah hafal pa. Kok bisa gugup gini sih, melebihi dari pemeriksaan BPK deh" jawab Dion dengan senyum terpaksanya. "udah,, gak apa - apa kok. Rileks aja nak" kata Doni menenangkan putranya.
__ADS_1
"bagaimana? Apa sudah siap?" tanya pak penghulu. Dion mengangguk dan bersiap, dia memegang tangan wali dari pengadilan kemudian mengikuti arahan penghulu "saya terima nikah dan kawinnya Anti Puspasari binti Almarhum Andi Nugraha dengan mas kawin tersebut tunai" kata Dion lantang dan dengan satu kali helaan nafas. "bagaimana saksi? sah?" tanya penghulu. "sah..." balas semuanya. Alhamdulilah... Kemudian pak penghulu berdoa dan di aminkan oleh semuanya. Sementara itu di dalam kamar, Anti terharu mendengar ijab yang dilakukan suaminya itu. Tak lupa ia memanjatkan doa semoga pernikahannya langgeng sampai nanti.
__ADS_1
Selesai berdoa, Anti dibawa keluar dan duduk bersama suaminya. Kemudian Dion memasangkan cincin di jari manisnya dan Anti pun melakukan hal itu pada Dion. Anti mencium tangan suaminya dan Dion mencium kening istrinya. Setelah itu mereka menandatangani buku nikah mereka dan Dion membacakan sighat taklik yang di dengar Anti dengan seksama. Dua jam kemudian, mereka pergi ke hotel tempat resepsi diadakan dan menempati pelaminan yang mewah sambil menunggu tamu memberikan doa restu kepada mereka.
__ADS_1
Dion melepas hijab dari kepala istrinya dan terpana melihat wajah istrinya tanpa hijab, rambut hitam lurus dan wangi menguar di penciuman Dion. Setelahnya Dion berdoa dikening istrinya sambil mengecupnya dan mulai turun di bibir istrinya. Dion dengan nalurinya mulai melepas penghalang yang terdapat di tubuh istrinya kemudian Dion membuka bajunya sendiri. Mereka melakukannya sampai sama - sama merasa puas mencapai kenikmatan dunia setelah menikah. Dion terbaring di samping Anti dengan nafas memburu, Anti menutup matanya karena merasa lelah. Dion mengambil selimut dan menutupi tubuh mereka kemudian memeluk Anti dengan sayang.
__ADS_1