Rumah Tanggaku Hancur

Rumah Tanggaku Hancur
5. Penjelasan dan Pengakuan


__ADS_3

Hingga saat pulang kantor yang saat itu Anti sedang lembur dengan staf lainnya tetapi tidak dengan Linda karena Linda mendapatkan tugas lapangan. Karena pekerjaan Anti belum selesai maka dia harus tinggal sendiri di ruangannya sebab temannya yang lain telah selesai dan pulang ke rumah masing - masing.


Satu jam kemudian, pintu ruangan Dion terbuka dan dia melihat Anti masih duduk di meja kerjanya. Kemudian..


"Puspa,,," panggil Dion


Anti mengangkat kepalanya dan terkejut melihat Dion yang ternyata belum pulang.


"i,,iiiya pak" jawab Anti gugup karena merasa tidak enak sebab belakangan sikap Anti pada Dion seolah - olah menghindar.


"bereskan pekerjaan kamu dan temani saya makan malam sekarang" perintah Dion pada Anti


"tapi pak in.."


"kenapa sih kamu selalu membantah apa yang saya ucapkan,," potong Dion


"baik pak,," pasrah Anti kemudian


Selang beberapa menit, meja kerja Anti sudah beres dan dia bergegas keluar kantor dimana Dion sudah menunggu di atas motornya.


"cepat naik,, dan jangan membantah Puspa. Nih pakai helmnya." kata Dion


"iya pak,," balas Anti


Merekapun berkendara untuk pergi ke restoran tempat biasa Dion makan. Sesampainya disana,,,

__ADS_1


"turun,,," kata Dion


"baik pak,,,ini helmnya pak" balas Anti malas


Dion pun meletakkan helm pada setang motornya kemudian menarik tangan Anti untuk ikut bersamanya ke dalam restoran. Anti sempat terkejut dengan perlakuan Dion yang menarik tangannya, tetapi dia tidak peduli karena Dion akan melakukan apa yang sudah menjadi keinginannya. Sesampainya di dalam restoran, seorang pelayan langsung mengarahkan mereka ke dalam private room yang memang sebelumnya telah dipesan oleh Dion.


Setelah mereka duduk, pelayan mulai menyajikan makanan diatas meja. Anti sempat heran kok bisa makanan sudah disajikan padahal mereka baru saja sampai, tetapi Anti tidak mengambil pusing memikirkannya.


"makan Puspa,," kata Dion


"iya pak," jawab Anti


"bisa tidak kalo di luar kantor atau sedang berdua kamu panggil namaku saja?" tanya Dion dengan lembut


Anti sempat terpana dengan perubahan kalimat Dion, dan dia menjawab "iya pak,, eh,,maaf iya mas Abrar".


"ya sudah,,,ayo dimakan. Kalo sudah dingin gak enak gi,," kata Dion


"iya mas,," balas Anti


Mereka pun makan dengan lahapnya. Setelah selesai makan,,,


"ehm,,Puspa. Kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Dion


"uhuk,,uhuk.." balas Anti karena dia sedang minum air. Untungnya gak muncrat, kalo kejadian bisa malu banget si Anti

__ADS_1


"eh,,,maaf ya sayang. Kamu terkejut ya?" tanya Dion sambil menepuk kecil punggung Anti


"mas gak ngigau atau salah makan kan?" tanya Anti


"maksud kamu?" balas Dion sambil bertanya


"mas gak salah ngajak aku pacaran? Kita kan baru kenal 3 bulan lebih, kok bisa mas ngambil keputusan buat ngajal aku pacaran?" tanya Anti


"ya,,,gak salah donk. Aku tuh udah suka dari pertama liat kamu tau gak?" balas Dion semangat


"haah,,,kok bisa sih mas?" tanya Anti


"bisalah,,,kamu kan memang jodoh aku sayang" kata Dion romantis


"iiihhh,,,mas gombal deh" kata Anti


"loh,,,kok dibilang gombal sih. Sekarang jawab pertanyaan aku, kamu mau gak jadi pacar aku sayang?" tanya Dion lagi


"aduh,,harus dijawab malam ini ya mas? Aku bingung nih,,,mas kok nembak cewek gak romantis banget sih?" tanya Anti


"dengar sayang,,,aku tau kalo aku tuh gak romantis tapi aku serius sayang mau ngajak kamu pacaran setelah kita mengenal lebih dekat aku bakalan lamar kamu dn kita menikah. Gimana sayang?" harap Dion


Setelah memikirkan beberapa menit berpikir, akhirnya...


"baiklah,,,aku mau jadi pacar mas Abrar" kata Anti

__ADS_1


"beneran sayang? kamu mau?" tanya Dion


Anti mengangguk untuk menjawab pertanyan Dion tadi kemudian Dion memeluk Anti dengan erat.


__ADS_2