Rumah Tanggaku Hancur

Rumah Tanggaku Hancur
7. Keputusan Dion


__ADS_3

"kenapa kamu bertanya seperti itu sayang? Tentu saja aku akan umumin sama semua staf bahkan semua orang kalo kamu itu milik aku, kamu ragu sama aku ya sayang?" kata Dion setelah cukup lama terdiam


Kini giliran Anti yang terdiam, dia tidak menyangka kalau Dion akan berkata seperti itu sebab dia tau Dion merupakan most wanted di kantornya.


"hallo sayang, kamu masih disana kan?" tanya Dion


Karena Anti tak membalas perkataannya maka Dion..


"aku ke kostan kamu sekarang, tunggu aku dan jangan kemana - mana, oke sayang"


Tut. Sambungan telepon terputus.


Bergegas Dion keluar dari rumahnya dan mengambil motor yang sudah jarang dipakainya dan menuju ke kostannya Anti


Setengah jam kemudian dia sampai di depan kamar kostannya Anti.


Tok..tok..tok


Dion tak sabar dan segera mengetuk pintu kamar itu

__ADS_1


Anti membuka pintu dengan terkejut mendapati Dion yang masih menggunakan baju yang sama setelah pulang dari restoran tadi.


"sayang,,," kata Dion di depan pintu


"eh,,mas kok cepat sampainya. Mas naik apa kemari?" tanya Anti


"mas naik motor, itu.." tunjuk Dion pada motornya yang terparkir di depan kamar kostan Anti


"mas gak di suruh masuk nih?" tanya Dion kemudian


"ehm,,,maaf mas. Ayo, silahkan masuk mas." jawab Anti


"mas mau minum apa?" tanya Anti


"ha,,,minum kamu boleh gak?" jawab Dion sambil mengedipkan matanya


"gak usah bercanda deh mas,," kata Anti kesal sambil mengerucutkan bibirnya


"jangan dimaju - majuin tuh bibir kamu sayang, nanti aku gak tahan pengen nyium kamu loh" kata Dion menggoda Anti

__ADS_1


Refleks Anti menutup bibirnya dengan tangan dan membuat pipinya merona. Dion mendekati Anti dan berbisik ditelinganya,,


"aku senang liat wajah kamu yang merah seperti itu, rasanya aku pengen peluk dan mencium kamu deh" bisik Dion


Blush,,,tambah merona pipi Anti mendengar Dion berkata seperti itu dan berbisik ditelinganya sehingga mengikis jarak keduanya yang menyebabkan jantung Anti berdetak kencang


Dion memundurkan wajahnya dan memegang bahu Anti serta berkata,,


"aku akan jaga kamu sampai kita nikah nanti sayang dan aku janji gak akan merusak kamu karena aku sayang sama kamu. Kamu paham sayang?" tanya Dion


Anti hanya bisa menganggukkan kepalanya tanpa mengucapkan kata - kata karena jantungnya tak mau berhenti berdetak sejak Dion berbisik ditelinganya


"Anti,,,kamu lagi ngapa,,,in?" tanya Linda yang tiba - tiba nerobos masuk ke dalam kamar Anti karena memang pintunya terbuka dan terkejut melihat adegan di depan matanya. Karena dari posisi berdirinya Linda, kelihatan seperti Dion mencium Anti sebab tangan Dion masih memegang pundak Anti.


Anti langsung menepis tangan Dion dari pundaknya dan menolehkan wajahnya pada Linda sambil berkata,,


"Lin,,,ini gak seperti yang kamu bayangin. Mas Abrar tadi cuma,,," kata Anti terhenti karena tidak tau apa yang akan dijelaskannya sama sahabatnya itu.


"kok pak Dion bisa ada disini? Dan kamu panggil 'mas' sama pak Dion, Nti. Trus kenapa kamu manggin nama pak Dion dengan Abrar? Aku gak ngerti, kamu nyembunyiin sesuatu ya dari aku?" tanya Linda beruntun

__ADS_1


Anti bingung harus jawab apa dan dia menoleh pada Dion untuk meminta pertolongan menjawab semua pertanyaan Anti.


__ADS_2