
Dion berbalik badan dan menghadap pada Linda, stafnya di kantor yang merupakan sahabat dari kekasihnya ini.
"maaf Linda kalau kamu melihat saya disini karena saya sedang mengunjungi pacar saya yaitu teman kamu ini dan kenapa dia panggil saya 'mas' tentunya kamu sudah paham sedangkan kenapa dia menyebut nama saya dengan Abrar karena saya memanggil teman kamu ini dengan nama Puspa, apa perkatan saya sudah bisa menjawab pertanyaan kamu?" kata Dion panjang lebar
"aaaa,,,selamat ya sayang. Akhirnya kamu jadian juga dengan pak Dion" balas Linda sambil berteriak senang dan memeluk Anti
"kamu tau darimana kalo aku suka sama mas Abrar, Lin? Aku gak pernah deh bilang sama kamu kalo aku tuh udah lama suka sama mas Abrar" tanya Anti dengan heran
"aku tau aja dari cara kamu setiap kali melihat pak Dion di kantor selalu berbinar dan senyum - senyum sendiri meskipun kamu gak pernah mau curhat sama aku" kata Linda ngambek
"duh,,,maaf ya sayang. Bukannya aku gak mau cerita sama kamu, tapi aku malu lah. Masa pegawai baru berani banget suka sama atasannya, secara bos kita tu most wanted di kantor." jawab Anti sambil memeluk Linda dengan sayang
"ekhm,,,sudah nie curhat - curhatannya? Saya masih ada disini loh kalau kalian lupa" kata Dion menyela pembicaraan mereka
"eh,,,maaf pak Dion. Kalau begitu dilanjut aja pembicaraannya pak." balas Linda pada Dion
"kamu hutang penjelasan sama aku ya say" kata Linda pada Anti
"siap sayangkuh" balas Anti gemas
Kemudian Linda keluar dari kamar Anti.
"hmmm, kamu kok bisa panggil Linda dengan kata 'sayang' begitu tapi sama mas gak bisa sih?" kata Dion
"kenapa? Mas cemburu ya?" tanya Anti jahil
__ADS_1
"gak kok, siapa juga yang cemburu." balas Dion ngambek sambil duduk di kursi yang ada di kamar Anti
"duuuh,,,maskuh yang ganteng ini tau ngambek juga rupanya. Jangan ngambek ya masku sayang,," kata Anti membujuk Dion
Dion yang kaget mendengar kata 'sayang' yang diucapkan Anti langsung menegakkan punggungnya dari sandaran kursi sambil bertanya
"ulangi yank,,"
"apanya yang di ulangi mas?" tanya Anti pura - pura gak paham
"kamu bilang apa tadi? Mas gak dengar" kata Dion
"ish,,,gak ada siaran ulang." balas Anti langsung menuju ke dalam dan mengambil minuman dingin dari dalam kulkas
Dion mengekori langkah Anti sampai di depan kulkas dan kembali bertanya
"hm,,iya masku sayang. Puas?" balas Anti
Senyum Dion langsung merekah mendengarnya dan hampir saja Dion kelepasan memeluk Anti kalau saja wanita itu tidak melangkah dari depan kulkas tadi
"tunggu mas, perasaan pembicaraan kita belum kelar deh soal bagaimana besok di kantor" kata Anti
"udah selesai sayang, aku bakalan umumin sama semua orang kalo kamu tu milik aku, milik Dion Abrarsyah. Paham sayang?" tandas Dion
"eh,,,iya mas paham" kata Anti gugup
__ADS_1
"oke, sekarang masalahnya udah kelar ya. Kita mau ngapain lagi sayang?" tanya Dion sambil mengelus kepala Anti yang tertutup hijab
"maksud mas? Emang mas maunya apa? Yang jelas deh ngomongnya." balas Anti sambil bertanya bingung
"kamu nanya maunya mas sayang?" bukannya menjawab, Dion malah balik bertanya pada Anti
"iiihhh,,,mas kok msi nanya sih. Apa kurang jelas ya kata - kata aku tadi, aku nanya emangnya mas mau ngapain?" balas Anti
"kalo mas bilang mas mau langsung nikah sama kamu, kamu mau sayang?" tanya Dion
Anti kaget dan refleks menjatuhkan gelas yang dipegangnya yang rencananya akan ia berikan untuk Dion minum.
"sayang,,,kamu gak apa - apa? Jangan bergerak biar mas yang beres,,"
"aaww,," ringis Anti karena terkena pecahan gelas itu
"kan mas udah bilang, jangan bergerak. Tuh kan jadi berdarah kayak gini" bentak Dion dengan suara yang tinggi
Anti kaget dan tak lama air matanya turun mendengar nada suara Dion yang tinggi serta membentaknya
"hiks,,,maaf mas" kata Anti sambil menangis
"ya ampun sayang,,,,maafin aku. Aku panik liat kamu kayak gini, makanya aku jadi bentak kamu. Maafin aku sayang,,," kata Dion sambil menghapus air mata Anti
"ayo berdiri, nanti mas obatin." kata Dion sambil menuntun Anti duduk di tepi ranjangnya
__ADS_1
Kemudian Dion dengan telaten mengobati luka goresan di jari Anti.