
Keesokan harinya, seperti biasa Anti bersiap pergi ke kantor. Saat di depan kamar kosnya, dia bertemu dengan Linda. Dia kembali mengingat pembicaraan mereka semalam setelah Dion pulang. Tadi malam Linda menagih janji Anti untuk bercerita soal hubungan atasannya dengan temannya itu dan Anti tidak bisa mengelak lagi karena dia sudah berjanji, maka mengalirlah semua cerita antara hubungan Anti dan juga atasan mereka itu bahkan Linda sangat mendukung saat Anti berkata bahwa atasan mereka ingin cepat menikahi Anti.
__ADS_1
Saat ini mereka telah sampai di kantor setelah sebelumnya mampir sarapan bubur. Tak berapa lama kemudian datang Dion dan langsung memanggil Anti saat semua staf sedang berkumpul, lalu Dion berlutut di hadapan Anti sambil memperlihatkan cicncin yang telah ia persiapkan sebelumnya. "kamu mau jadi tunangan aku sayang?" tanya Dion sambil melihat pada Anti yang berdiri dengan wajah terkejut. "Pak, apa yang bapak lakukan?" tanya Anti gugup. "sayang,,,aku nanya sekali lagi ya. Kamu mau jadi tunangan aku?" tanya Dion lagi masih dengan posisi berlutut. "mau,,mau,,mau..." sorakan dari semua teman Anti yang melihat kejadian itu. Anti bingung harus menjawab apa, sambil melihat ke arah Dion di bawah ia menarik nafas dan mengucap bismillah "iya mas, aku mau.." jawab Anti sambil tersenyum. Dion langsung berdiri dan menyematkan cincin tersebut ke jari Anti. Semua staf yang berada disitu langsung bertepuk tangan saking senangnya, akhirnya bos mereka yang sudah lama jomblo menemukan cintanya.
__ADS_1
"Terima kasih sudah ngumpul disini,sekalian saya mau umumkan bahwa saya dan Puspa sudah resmi bertunangan dan untuk merayakannya nanti malam saya mengundang kalian semua makan di restaurant Kings jam 7 nanti." kata Dion.
__ADS_1
Setelah seharian bekerja, mereka pulang seperti biasa karena nanti malam akan ada jamuan makan malam dari bos mereka. Anti pun tengah bersiap, tetapi dia akan pulang bersama Dion karena sebelum ke tempat acara mereka berdua mau pergi ke butik. Setelah bersiap, Dion menghampiri Anti kemudian menarik tangannya untuk keluar dari kantor dan menuju ke mobilnya. Sesampainya di butik mereka langsung ke tempat masing - masing untuk berganti pakaian yang telah Dion pilih sebelumnya, Anti sampai terheran - heran melihatnya karena tunangannya itu telah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik. Setelah dua jam berkutat dengan dandanannya, Anti keluar dari dalam ruangan kemudian dibawa menuju ke depan dimana Dion telah menunggu. Setelah mendengar suara pegawai butik yang mengatakan bahwa Anti telah siap, Dion mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Anti. Dion langsung berdiri begitu melihat Anti yang di make over dengan sangat cantik. Anti kaget melihat reaksi Dion yang berdiri mematung tanpa berkata apa - apa, maka "mas,,,kok bengong? Jelek ya mas?" tanya Anti dengan wajah cemas sambil menundukkan wajahnya. Dion mendekat ke arahnya kemudian menyentuh dagunya agar dapat melihat ke arahnya sambil berkata "kamu cantik banget sayang,,,aku sampe gak bisa berkata apa - apa saking terkejutnya". Anti tersenyum manis dan sudah pasti dengan wajah yang merona karena malu. "makasih banyak mas, mas juga ganteng banget" puji Anti sambil tersenyum.
__ADS_1