Rumah Tanggaku Hancur

Rumah Tanggaku Hancur
17. Merasa Canggung


__ADS_3

Setelah perkenalan singkat di loby hotel, mereka kemudian menuju tempat diadakannya resepsi pernikahan nanti. Sesampainya disana, mereka melihat tempat duduk dan meja yang akan dipakai kemudian memberitahukan kalau harus ada meja tersendiri untuk atasan Dion dan Anti nantinya. Dirasa semua hal sudah sesuai dengan keinginan maka mereka pergi dari hotel tersebut, tapi sebelum pergi Roni berniat berbicara dengan Anti. Roni berkata "Anti, boleh aku minta nomor ponsel kamu? Sepertinya nomor kamu yang dulu sudah gak aktif lagi". Dion melirik Anti bertepatan dengan Anti yang juga menoleh pada Dion, dia berkata "maaf kak, saya tidak bisa memberikan nomor HP saya pada kak Roni kalau ada yang ingin kak Roni tanyakan kan sudah ada nomor HP mas Abrar jadi kakak bisa hubungi mas Abrar saja". Dion tersenyum mendengar perkataan Anti, "sepertinya apa yang dikatakan Puspa sudah jelas, jadi nanti kalau ada yang perlu pak Roni tanyakan bisa langsung menghubungi saya" kata Dion sambil menarik pinggang Anti dan beranjak pergi dari hotel tersebut diikuti oleh ibunya.

__ADS_1


Saat sampai di depan loby, ibu Dion berkata "sayang,,, mama akan dijemput sama supirnya papa sekalian mama mau nemenin papa ke acara temannya. Kalian gak apa - apa kan kalau mama tinggal?". "gak apa - apa ma," jawab mereka kompak. "duh,,, kompak banget jawabnya. Emang udah cocok kalian menikah, mama gak sabar deh pengen nimang cucu" balas ibu Dion dengan semangat. "udah ma, tuh jemputannya sudah datang. Nanti papa ngomel lagi kalo mama telat" jawab Dion pada mamanya. "ya sudah, kalian jangan berantem ya. Awas kamu Dion kalo buat mantu mama nangis! Anti sayang,, kamu telpon mama ya kalo Dion nakal dan bikin kamu nangis" kata ibu Dion sambil mengusap kepala Anti yang tertutup hijab. "iya ma,, mas Abrar gak bakalan nakal kok. Nanti kalo mas bikin aku nangis aku langsung kasih tau mama deh" balas Anti sambil tersenyum. "baiklah,, mama pergi dulu ya. Assalamualaikum" kata ibu Dion. "waalaikumsalam ma" jawab mereka.

__ADS_1


Setelah ibu Dion pergi, mereka menuju mobil Dion. Sampai di dalam mobil Dion berkata "sayang, kita makan malam dulu ya". "tapi mas, aku mau pulang ke kostan dulu. Aku mau ganti baju, gerah banget mas" jawab Anti. "ya sudah, tapi ke rumah mas dulu. Mas juga mau ganti baju deh" balas Dion. "oke mas,,, ayo jalan" ajak Anti. Kemudian Dion menyalakan mesin mobilnya dan berlalu dari hotel tersebut untuk pergi ke rumah Dion. Sesampainya mereka disana, Dion membukakan pintu mobil untuk Anti dan menggandeng mesra tangannya kemudian masuk ke dalam rumah. Dion langsung ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya, sementara itu Anti berjalan menuju dapur untuk mengambil air dingin di dalam lemari es. Anti kaget melihat banyak makanan di dalamnya, kemudian Anti mengambil makanan jadi itu dan memanaskannya. Beberapa saat setelahnya, Anti menelepon ibunya Dion dan menanyakan soal makanan yang ada di rumah calon suaminya itu. Ibu Dion bilang kalau dia sengaja menaruh bahan makanan jadi tersebut agar Dion bisa memanaskannya. Selesai menelepon, Anti menyiapkan makanan tersebut di meja makan. Kemudian Dion datang dan melihat makanan yang tersedia di meja, "kok bisa ada makanan sayang?" tanya Dion pada Anti. "maaf mas, tadi saat aku ambil minum di kulkas, aku liat ada makanan itu makanya aku panasin. Aku juga udah telpon mama, katanya memang mama yang sengaja nyiapin itu buat kamu" jawab Anti. "berarti kita gak jadi makan diluar ya?" tanya Dion lagi. "iya mas, makan aja yg udah aku panasin. Tapi aku mau mandi dulu mas, aku pakai kamar mandi kamu ya mas" kata Anti. "hem,,, pakai aja sayang" balas Dion mempersilahkan.

__ADS_1


Anti keluar dari kamar dengan memakai kaos dan celana yang kebesaran serta hijab rumahan yang memang dia selalu bawa bersama mukenanya. Ia melihat Dion duduk di meja makan sambil mengecek sesuatu dari HPnya, kemudian ia menggeser tempat duduk sambil tersenyum canggung. Dion meletakkan HPnya dan berkata "sekali lagi maaf sayang, mas benar - benar gak sengaja. Mas gak lihat kok kamu pakai handuk". Anti melotot mendengarnya "mas,, apaan sih. Maksudnya mas gak lihat tapi kok tahu aku lagi pakai handuk?" kata Anti cemberut. Dion menepuk keningnya dan menggeser tempat dududknya di dekat Anti "eh,,, maksud mas. Aduh,,, maaf sayang" kata Dion panik. Anti mencubit pinggang Dion "iiihhh,,, mas apaan sih.." jawab Anti. "ampun sayang,,, sakit banget cubitan kamu" kata Dion memegang tangan Anti dan menariknya hingga tubuh Anti menubruk dadanya dan duduk di pangkuan Dion. Mereka terdiam, sambil menahan nafas Anti memejamkan matanya setelah bibir Dion mendarat terlebih dahulu pada bibirnya. Mereka tersadar, dengan nafas yang masih memburu keduanya kembali duduk di tempatnya dan memulai makan.

__ADS_1


__ADS_2