Rumah Tanggaku Hancur

Rumah Tanggaku Hancur
20. Kehamilan Pertama


__ADS_3

Besoknya, setelah pulang kantor mereka menuju ke tempat praktek dokter kandungan yangada di kartu nama tersebut. Malamnya setelah mereka dari dokter umum, Dion menuju ke rumah orang tuanya untuk menyampaikan kabar bahagia tersebut. Orang tua Dion terlebih mamanya sangat bahagia sampai beliau menangis terharu mendengar kabar gembira ini dan memutuskan agar mereka menginap disana.

__ADS_1


Sesampainya di dokter kandungan, Dion mengambil nomor antrian dan menunggu bersama istrinya. Hampir dua jam menunggu, mereka dipanggil dan masuk ke ruangan itu. "bagaimana bu? ada keluhan apa di kehamilannya? apakah baru pertama?" tanya dokter ramah. "iya dok, ini kehamilan pertama say. kalau keluhan sepertinya tidak ada dok hanya saja saya cepat lelah dan sering tertidur di pagi hari" jawab Anti dengan ramah. "oh,,, hal itu biasa bu di awal kehamilan. kalau begitu mari kita periksa, silahkan berbaring bu. suster, tolong dibantu" kata dokter itu. "baik dok. mari bu, silahkan berbaring. hati - hati naiknya ya bu" kata suster ramah. Anti berdiri diikuti Dion dibelakangnya, ia membantu istrinya naik ke ranjang tersebut. "makasih mas" kata Anti pada suaminya. "iya sayang" jawab Dion kemudian berdiri disamping istrinya. Suster mengangkat sedikit baju pasiennya dan dioleskan gel sambil menaikkan selimut. Dokter mulai meletakkan alat USG di atas gel tersebut sambil memperhatikan monitor, "usia kandungannya memasuki 6 minggu. masih sangat muda sekali, umur ibu 27 tahun ya. sudah cukup matang untuk mengandung, selalu di jaga asupan makanannya dan istirahat yang cukup. kalau bisa minum susu lebih bagus lagi, bulan depan datang lagi untuk kontrol ya bu" kata dokter. "baik dok" jawab keduanya. Setelah gel dibersihkan, Anti turun dari ranjang dibantu oleh Dion lalu mereka duduk di depan dokter yang menulis resep. "ini ada vitamin buat ibu, ada lagi yang ingin ditanyakan?" kata dokter lagi. "ehm,,, dok apakah gak berbahaya jika saya melakukan hal itu?" tanya Dion melirik Anti. Anti mencubit pinggang Dion dan berkata "apaan sih mas, malu tau". Dion meringis dan tersenyum canggung. "gak apa - apa bu, wajar suami bertanya seperti itu. asal jangan kasar ya pak dan selalu hati - hati saat melakukannya" jawab dokter tersenyum. "baiklah dok, terima kasih atas petunjuknya. kami permisi" balas Dion dan berdiri untuk keluar lalu pergi menebus resep serta membayar tagihannya.

__ADS_1


Mereka menuju mobil dan kembali ke rumah mengambil pakaian dinas karena ibu Dion meminta Anti untuk tinggal sementara disana sampai trimester pertama lewat karena masa itu sangat rentan meski umur Anti sudah cukup pada kehamilannya ini tetapi mertuanya itu sangat menyayanginya maka dia tidak mau terjadi apa - apa terhadap calon cucunya nanti. Sesampainya di rumah mertuanya, mereka langsung disuruh istirahat sebentar sebelum makan malam. Anti berencana untuk merapikan pakaiannya dan suaminya ke dalam lemari, namun hal itu tidak dibolehkan oleh Dion karena dia sendiri yang akan merapikannya. Setelah beristirahat sebentar, mereka ke meja makan untuk makan malam bersama, selesai makan mereka berbincang di ruang keluarg sambil bersantai. "jadi sayang kamu gak boleh terlalu capek ya dan di kantor jangan terlalu banyak kerjaan nanti kamu stres loh" kata Rere penuh sayang. "iya ma, Anti akan jaga dan perhatikan kandungan Anti" jawab Anti senang. "Dion juga perhatikan istri kamu ya, masa kehamilan tuh mood istri berubah - ubah" timpal Doni memberi nasehat pada anaknya. "beres pa, Dion akan jaga istri Dion dengan baik" jawab Dion bersemangat. "ya sudah, kalian masuk kamar sana istirahat. Mantu mama kayaknya udah capek dan ngantuk banget" kata Rere lagi. "iya ma, Anti capek banget. Kita duluan pamit ke kamar ya ma, pa?" tanya Anti ramah.

__ADS_1


__ADS_2