
Setelah sampai di dalam kamar Anti, Dion menarik tangannya untuk duduk bersama dan mulai berbicara dengan lembut. "sayang,," panggil Dion dengan halus. Anti tidak menjawab hanya menundukkan kepalanya sambil menahan air matanya yang akan luruh. Dion menarik nafas sambil mengangkat dagu Anti agar mereka bisa saling bertatapan. Anti yang sudah mengangkat wajahnya karena Dion mulai meneteskan air matanya sambil terisak pelan, Dion langsung memeluk Anti dengan lembut dan mengusap punggungnya untuk menenangkannya. "sssttt,,, udah sayang,,, jangan nangis kayak gini. Mas minta maaf sayang.. Mas beneran gak ada hubungan apa - apa sama dia. Dia cuma teman masa kecil mas sayang, percaya sama mas ya..?" kata Dion meyakinkan Anti dan masih memeluknya. Sampai beberapa saat tangisan Anti berhenti kemudian dia berkata "aku percaya sama mas, tapi yang aku pikirin sampai buat aku nangis kayak gini, gimana kalo dia ngerebut kamu dari aku mas? Aku ngabayanginnya aja sampai sesak nafasku". Dion tersenyum penuh arti dan menatap tunangannya dan dia berharap akan menjadi calon istrinya juga dengan mata berbinar, dia tidak menyangka kalau ternyata Anti akan mencemaskan hal seperti itu. Dion langsung mengambil tangan Anti dan mengecupnya dengan lembut sambil berkata "makasih sayang kamu udah perhatian gini sama mas. Mas sempat berfikir kalo kamu gak cinta banget sama mas, tapi nyatanya mas salah. Ternyata cinta mas sama besarnya seperti kamu dan kamu gak perlu khawatir karna mas udah milih kamu sejak pertama kali kita ketemu. Setiap hari cinta mas bertambah hanya buat kamu dan mas janji akan secepatnya mengurus pernikahan kita dan kamu harus yakin serta percaya kalo mas akan selalu mengutamakan kamu dan selalu menjaga perasaan kamu". Anti terharu dan tanpa sadar mencium pipi Dion kemudian memeluknya. Dion terpaku mendapat serangan yang tiba - tiba seperti itu. Anti yang tersadar dengan kelakuannya merasa malu dan melepaskan pelukannya pada Dion. Dion tersenyum setelah sebelumnya kaget dengan reaksi spontan Anti, kemudian timbul niat jahilnya dan mulai menggoda calon istrinya itu. "ekhm,,ada yang modus nih. Kok cuma di pipi sih sayang,,, di bibir gak nih?" goda Dion. Anti yang mendengar kata - kata Dion langsung merasa malu dan hal itu membuat wajahnya memerah kemudian dia menundukkan wajahnya sambil menggigit bibir bawahnya. Dion yang melihatnya tersenyum dan berkata "jangan di gigit kayak gitu bibirnya sayang,,,mending mas yang gigitin. Mau gak?" Anti langsung mengangkat wajahnya dan matanya membesar mendengar godaan Dion padanya. Anti mencubit tangan Dion sambil berkata "dasar mas mesum". Dion pun tertawa lepas mendengar perkataan tunangannya itu, "mesumin calon istri sendiri gak apa kok, kan gak lama lagi bakalan halal" kata Dion masih dengan tawanya. "iihhh,,apaan sih. Emangnya siapa yang mau jadi calon istrinya mas" tanya Anti malu. "ya kamu lah sayang, kan kamu tunangan aku. Dengar ya sayang, mulai sekarang kamu gak usah dengerin omongan orang yang mau merusak hubunga kita. Kamu harus percay sama mas, sama halnya mas juga percaya sama kamu. Apa kamu udah paham sayang?" tanya Dion. "iya mas,,,aku akan selalu berusaha untuk percaya terus sama kamu dan akan menjaga kepercayaan kamu sama aku. Tapi kamu juga harus percaya sama aku, kamu mau kan mas?" kata Anti. "iya sayang, mas percaya kok kalo kamu gak akan mengkhianati kepercayaan mas dan mas juga bakalan meyakinkan kamu bahwa mas akan selalu percaya sama kamu" balas Dion. "jadi, masalah kita udah selesai ya sayang. Kamu jangan marah sama mas ya sayang.." tanya Dion. "iya mas,,aku minta maaf udah berprasangka buruk sama kamu. Aku sayang banget sama kamu mas,," jawab Anti. "ya udah, kita jadikan ini pelajaran ya sayang agar kedepannya bisa lebih baik lagi" kata Dion dan disambut anggukan oleh Anti.