
Setelah memilih undangan dan juga catering, seminggu setelahnya saatnya untuk memilih baju pengantin untuk calon mempelai. Karena pekerjaan yang tidak bisa di tinggal sebab adanya pemeriksaan keuangan di kantor mereka maka untuk acara fitting baju pengantinnya menjadi tertunda selama seminggu, maka hari ini menjadi hari yang di tunggu oleh sang ibu mertua sebab ia akan melihat anak dan calon menantunya mengetes baju pengantin yang telah dipilihnya di sebuah butik terkenal. Setelah mereka sampai di butik, mereka disuruh masuk ke dalam ruangan masing - masing untuk mengepas baju pengantin yang akan mereka pakai saat pernikahan. Dion telah selesai mencoba pakaiannya kemudian dia keluar dari ruangan ganti dan menunggu Anti selesai memakai bajunya bersama ibunya, beberapa saat kemudian ruangan Anti terbuka dan keluarlah dia dengan baju pengantin yang sangat pas hingga membuat dia sangat cantik. Dion melihat ke arah Anti dan terdiam sambil meremas handphone yang dipegangnya karena saat sebelum Anti keluar pihak hotel meneleponnya untuk memastikan kembali acara pernikahan nanti, ibu Dion menyenggol tangan anaknya yang tak berkedip melihat calon istrinya itu sambil berkata "gak usah bengong gitu liat mantu mama, dua minggu lagi kamu bakal milikin dia kok". Anti tersenyum mendengan ucapan calon mertuanya itu, kemudian Dion mendekat ke arah Anti berdiri dan berkata "kamu cantik sekali sayang". Wajah Anti memerah mendengar pujian dari calon suaminya itu, Dion gemas dan berbisik "mas jadi gak sabar pengen bawa kamu ke kamar". Anti melotot mendengarnya kemudian refleks tangannya mencubit pinggang Dion "apaan sih mas" jawab Anti malu. "sudah jangan godain mantu mama deh. Nak, kamu masuk gih ganti bajumu setelah ini kita ke hotel tempat pernikahan kalian" kata ibu Dion. Anti langsung berbalik dan menuju ke ruangan gantinya bersamaan dengan Dion yang berjalan disampingnya, sebelum Anti masuk ke ruangannya Dion menarik Anti dan mencium tunangannya itu tepat di bibirnya. Anti kaget mendapat serangan tiba - tiba seperti itu dan tak tahu harus berbuat apa selain menerima ciuman tersebut, sesaat kemudian Dion melepaskan ciumannya dengan tidak rela sambil berkata "dua minggu lagi kamu akan jadi milik mas seutuhnya sayang". Anti malu dan berlari masuk ke dalam ruang gantinya kemudian menutup pintunya "ya Allah,,, kenapa mas jadi mesum gitu sih" batin Anti sambil memegang dadanya yang berdebar hebat.
Setelah selesai mengganti baju, mereka pergi ke hotel tempat diadakannya pernikahan nanti. Pihak hotel menelepon Dion karena ada sedikit masalah maka mereka pergi untuk menyelesaikannya. Sesampainya di hotel Dion melakukan panggilan dengan manager hotel tersebut dan menanyakan dimana mereka akan bertemu, tak lama kemudian datanglah seorang pria dan memperkenalkan dirinya kalau dia adalah manager hotel itu. Dion bersalaman dengan pria itu sambil memperkenalkan ibu dan calon istrinya. "kamu Anti kan? Anti Puspasari? Benar kan?" tanya manager itu. "iya pak, saya Anti. Kamu siapa ya? Maaf saya tidak ingat" jawab Anti heran. "aku Roni, kamu ingat?" balas pria yang ternyata bernama Roni dengan antusias. "oh,,, kak Roni. Maaf kak, aku udah gak ingat lagi. Habisnya kakak beda sekarang, udah sukses" kata Anti. "ehm,, sayang kamu kenal?" tanya Dion menyela. "eh,, maaf mas. Mama, mas kenalin ini kak Roni senior aku waktu kuliah" kata Anti memperkenalkan Roni pada Dion dan ibunya. "oh iya,,, perkenalkan saya Dion Abrarsyah calon suami Puspa" jawab Dion sambil menjabat tangan Roni dan memperkenalkan dirinya sebagai calon suami Anti.