Rumah Tanggaku Hancur

Rumah Tanggaku Hancur
21. Masa Kehamilan


__ADS_3

Selama beberapa minggu, Anti tidak lagi merasakan mual karena ibu mertuanya sangat menyayangi dia dan dengan sabar memenuhi semua kebutuhan menantu kesayangannya itu. Di kantor, Anti juga tidak terlalu memforsir tenaganya di trimester pertama ini. Sang suami, Dion pun sangat menjaga kandungan istrinya yang masih terbilang baru. Dion selalu mengingatkan Anti untuk meminum susu hamil dan juga vitamin dari dokter, selain itu dia juga selalu meluangkan waktunya untuk menemani Anti makan dan memenuhi semua keinginannya.

__ADS_1


Suatu hari, Anti meminta suaminya untuk membelikan martabak isi cah kangkung. Dika bingung sama keinginan Anti, "kamu ngidam ya sayang?" tanya Dion. "masa sih mas?" balas Anti heran. "iya sayang, masa ada martabak isi cah kangkung sih?" tanya Dion lagi. "eh, aku bilang kayak gitu ya tadi?" tanya Anti mengerutkan keningnya. "he em,, makanya mas kaget. Tapi gak apa - apa nanti mas usahakan nyari keinginan kamu ya. Mungkin baby kita pingin tahu perjuangan papanya buat nyenengin mamanya" jawab Dion sambil mengusap perut Anti yang sedikit menonjol. "makasih banyak ya mas, aku sayang deh sama mas" jawab Anti sambil mengecup pipi suaminya. "mas juga sayang kamu" balas Dion mengecup bibir Anti singkat sambil beranjak mencari keinginan ngidam istrinya tersebut.

__ADS_1


Dion mendatangi tukang martabak yang telah menjadi langganannya sambil membawa kangkung segar kemudian memberitahukan kalau ia ingin membuat martabak dengan isi cah kangkung karena istrinya yang sedang ngidam, si tukang martabak langsung mempersilahkan Dion membuatnya sambil mengajarkan caranya. Sambil membuat martabak, Dion melakukan video call dengan Anti. Anti senang melihatnya, "waaah,,, mas hebat. Jadi gak sabar mau cobain martabaknya, pasti enak deh" kata Anti antusias. "sabar ya sayang, bentar lagi selesai trus mas langsung pulang" jawab Dion sambil membalik martabaknya. "iya mas, hati - hati ya pulangnya" kata Anti lagi. "iya sayang, kamu tutup telponnya ya" balas Dion. "iya mas, dadah.." jawab Anti menutup telponnya. Setelah melakukan video call dengn istrinya, Dion sesegera mungkin menyelesaikan martabaknya. Selesai di bungkus dan memberikan uang pada tukang martabaknya kemudian pulang ke rumah.

__ADS_1


Keesokan harinya, Anti ke dapur dan menyiapkan kopi untuk suaminya. Mereka masih tinggal di rumah mertuanya sampai bulan ke empat kehamilannya, kamar yang mereka tempati yaitu kamar tamu di lantai bawah karena Dion tidak mau Anti naik turun tangga sebab kamar Dion berada di lantai dua. "pagi nak" sapa Rere ibu Dion. "pagi ma. Mama sehat?" tanya Anti. "Alhamdulillah sehat nak, gimana kandungan kamu sayang? Masih mual? Atau kamu lagi pengen sesuatu?" jawab ibu Dion sambil bertanya. "Alhamdulillah aku gak ngerasa mual lagi ma dan kandungan aku sehat kok. Semalam aku ngidam aneh deh ma, masa aku pengen makan martabak isi cah kangkung?" jawab Anti sambil tersenyum. "iyakah? trus udah ada martabaknya? kok gak bilang mama sih" balas ibu Dion. "hehehe,,,udah ma. semalam mas Abrar udah bikinin aku martabak itu langsung di tukang martabaknya, enak banget deh ma rasanya. puas aku makan semalam" jawab Anti terkekeh. "trus masmu tuh mana nak? udah bangun?" tanya ibu Dion. "aku udah bangun mamaku sayang" jawab Dion tersenyum. "ini kopinya mas" kata Anti. "makasih sayang, kalo kamu capek biar nanti bibik yang buatkan mas kopi. kamu istirahat aja sayang" kata Dion lagi. "gak capek kok mas, aku pengen ngurusin kamu bukannya bibik. kan aku yang istri kamu mas" jawab Anti ketus sambil berjalan meninggalkan dapur dan masuk kamar. "kan jadi ngambek mantu mama, kamu tuh mulai hati - hati deh bicaranya Dion. orang hamil tu moodnya naik turun, susul sana ke kamar bawa juga kopi yang di buatin istrimu" kata ibu Dion. "iya ma, salah deh akunya" jawab Dion lemas.

__ADS_1


"sayang,,,maaf ya. bukannya mas gak mau kamu bikinin kopi, tapi mas cuma gak mau kamu kecapekan sayang. belum lagi kamu akan ke kantor, sekali lagi maafin mas ya" kata Dion sambil meletakkan cangkir kopi yang telah diminumnya setengah. "hiks,,, maaf ya mas. aku juga gak tau kenapa aku bisa kayak gini. apa karena hormon kehamilan aku ya mas?" jawab Anti sambil mengusap air mata yang menetes."iya, mulai sekarang mas akan jaga perasaan kamu. mas gak mau liat kamu nangis kayak gini, nak jangan buat mama susah ya. papa sayang sama kamu" kata Dion sambil mengusap perut Anti dengan sayang. "makasih ya mas, aku sayang sama kamu" kata Anti mengecup pipi Dion. "iya sayang, mas juga sayang kamu" balas Dion mencium bibir Anti dengan intens.

__ADS_1


__ADS_2