
Sore itu di lapangan basket sebuah Madrasah Tsanawiyah terdengar sorak sorai suara anggota pramuka yang sedang latihan, gugus depan tersebut akan ikut perkemahan tahunan, event-eventnya cukup banyak salah satunya Peraturan Baris Berbaris (PBB) . Sang danton PBB sejak tadi memberi aba-aba demi aba-aba kepada pasukannya, Annisa Hanadzkiya adalah salah satu anggota pasukan itu. Hana tampak bersemangat melaksanakam perintah sang danton.
"Baik kita cukupkan latihannya sampai disini, kalian boleh pulang dan jaga stamina tubuh karena perkemahan kita semakin dekat!" seru seorang pelatih pramuka, yang dari tadi memantau kegiatan mereka.
Dantonpun membubarkan pasukannya, setelah pamit dengan sang pelatih, merekapun pulang kerumah masing-masing.
"Capeekk!" keluh Ara, sahabat karib Hana yang juga tergabung dalam pasukan itu.
"Haalah gitu doang capek kamu!" ujar Hana sambil menepuk pundak Ara.
Mereka berdua berjalan keluar dari gerbang madrasah, dan duduk di sebuah halte sambil menunggu jemputan masing-masing.
"Na kamu udah move on dari Firman?" tanya Ara membuka percakapan.
Firman Rahmansyah, mantan kekasih Hana seminggu yang lalu, mereka putus karena setelah lulus dari Madrasah mereka, Firman melanjutkan studinya ke sebuah MAN ternama dikota itu, sifat Firman semakin hari semakin berubah, hingga Hana tau Firman ternyata selingkuh dibelakangnya, hubungan yang telah satu tahun terjalin pun harus kandas karena kehadiran orang ketiga. Kasian juga Hana.
"Iih apaan sih, bukannya bantuin Hana buat ngelupain dia, malah Ara bahas dia terus!" jawab Hana dengan memanyunkan bibirnya.
"Iya-iya kan Ara bantuin terus, sekarang Ara cuman nanya gitu Hana," balas Ara.
"Udah Ara, udah jangan bahas lagi, sekarang Hana cuman mau fokus belajar, kita udah kelas 9 loh," ujar Hana sok bijak.
__ADS_1
"Dibawa santai aja dulu kan kita baru semester 1, ntar kalo udah semester 2 baru kita fokus, sekarang kita fokus ke perkemahan aja, kan ini perkemahan terakhir kita Naa," jelas Ara yang tak kalah sok bijaknya.
"Iya-iya!" angguk Hana sambil memperhatikan setiap kendaraan yang lewat.
Tiba-tiba sebuah motor matic berwarna hitam berhenti didepan mereka, pria bermotor itu turun sambil membuka helmnya. Pria itu tersenyum manis menatap Hana dan Ara ia menyibakkan rambutnya kebelakang, hidungnya mancung, rahangnya tegap dan bertubuh tinggi, menambah ketampanan pria itu.
"Haai kenal Ramadhan nggak?" tanya pria itu kepada Hana dan Ara.
"Ramadhan yang mana ya kak?" tanya Ara.
"Ramadhan dia kelas 8 B!" jawab si pria.
"Oooh, coba liat di gerbang kak, Ramadhan sering nunggu jemputan disana," jawab Ara sambil menunjuk gerbang Madrasah mereka.
Sementara itu Hana tertegun melihat ketampanan pria tadi, ia sungguh takjub. Ara melirik Hana yang terus menatap punggung pria itu yang telah menjauh.
"Eeh!" senggol Ara.
"Haa!" jawab Hana kaget.
"Gitu amat liatnya, ntar naksir loh!" ejek Ara.
__ADS_1
"Dia ganteng sih Ra, tapi Hana belum naksir, Hana belum siap buka hati lagi," ucap Hana yang kembali mengenang masa lalunya.
"Iya-iya udah jangan diungkit-ungkit lagi," Ara mengelus punggung sahabatnya.
"Oo iya cowok tadi siapanya Ramadhan ya Ra?" tanya Hana dengan mengerinyitkan dahinya.
"Ciee kepo.." ejek Ara lagi.
"Cuman penasaran doang," balas Hana.
Kemudian pria bermotor tadi lewat di depan mereka dengan motornya, tampak Ramadhan duduk dibangku belakang, pria itu mengklakson Ara dan Hanna.
Tiiitt..
"Noh, kayaknya sih kakaknya Ramadhan!" seru Ara ketika pria itu lewat.
"Iya kali ya," balas Hana.
Akhirnya jemputan mereka tiba, Hana dan Ara saling melambaikan tangan tanda perpisahan. Hana dijemput oleh sang kakak perempuan satu-satunya menggunakan mobil sedan berwarna putih. Kakak Hana bernama Adies Sukma Prastiwi, biasa Hana panggil kak Sukma atau lebih tepat lagi kak Uma. Sukma berumur 23 tahun ia berjarak 8 tahun dengan sang adik yang berusia 15 tahun. Sukma berkerja sebagai salah satu staf di sebuah perusahaan, tak heran Sukma menggunakan mobil karena fasilitas dari perusahaanya. Hana duduk dibangku samping kemudi depan, ia tampak sedang menikmati suasana sore dari kaca mobil.
Ketika menuju persimpangan, Hana melihat adik kelasnya tadi, yaitu Ramadhan. Ramadhan sedang mengisi minyak disebuah pertamini dengan pria yang menjemputnya tadi. Pria itu terlihat berbincang dengan si penjual minyak, Hana melihat pria itu berbicara dengan senyum yang tak henti ia kembangkan di bibirnya.
__ADS_1
(sepertinya baik hati) batin Hana dan ia pun ikut tersenyum menatap pria itu..