Rumitnya Cinta Sibungsu

Rumitnya Cinta Sibungsu
Part 16


__ADS_3

Nada demi nada dimainkan Farel lewat gitar yang sedari tadi berada di tangannya, sementara yang lain sibuk dengan peralatan musiknya masing-masing. Hana dan Sofya ternyata pandai dalam berpuisi, saat ini mereka berdua sedang menghafalkan puisi untuk lomba itu. Lomba puisi akan diadakan Satu Minggu lagi di MAN Kota, awalnya Hana ragu untuk ikut tapi karena teman-temannya sangat antusias maka Hana bersedia untuk mengikuti lomba itu, Hana tak peduli jika disana ia akan bertemu dengan Firman atau pun Zayan. Namun dihati Hana, ia sangat ingin bertemu dengan sosok Zayan yang selama ini tak pernah terlihat lagi. Jika bertemu Zayan mungkin Hana hanya akan memandanginya dari kejauhan, dinginnya sifat Zayan membuat Hana tak bisa mendekatinya. Dingin tak tersentuh, sepertinya hati Zayan telah membeku.


"Oke guys sampai disini dulu ya latihannya besok sore kita lanjut lagi," itu Dimas yang bebicara sambil merapikan snar drum miliknya.


"Besok sore kan kita latihan basket, bukan begitu ten?" tanya Noval kepada Farel.


"Iya," jawab singkat Farel.


"Bisa gak latihannya di tinggalin dulu, kita harus fokus sama lomba ini. Waktunya tinggal beberapa hari lagi loh," gerutu Rika kepada Farel dan Dimas. Abaikan saja Noval yang mencemoohkan gaya bicaranya.


"Gimana ya Rik, kita akhir bulan ini juga mau tanding jadi gak mungkin lah kita izin, apa lagi Farel kapten basketnya." Jelas Dimas kepada Arika dan yang lain.


"Gini aja, kita latihan musikalisasinya mandiri aja dulu. Gue sama Sofya bakal hafalin puisinya, nanti pas latihan selanjutnya jadi gampang kan." Saran Hana yang berdiri didepan Farel.


Farel, Dimas dan Noval menganggukkan kepala tanda setuju, Namun Arika sepertinya tidak setuju.

__ADS_1


"Gak bisa gitu dong Hana, nanti gak kompak gimana," lagi-lagi Arika merengek.


"Bisa aja Rik, kan masih ada beberapa hari lagi buat kompakkin doang kan. Kita harus menghargai tim basket ini Rika," Bella yang sedari tadi diam ikut mengangkat suara.


"Tumben bener," balas Noval dan berhasil mendapat tatapan elang dari Bella.


"Yaudah deh," akhirnya Rika mengalah.


Setelah perdebatan itu, mereka semua meninggalkan studio milik keluarga Dimas. Hana pulang diantar oleh Farel, cuaca cukup mendung sore itu pertanda langit akan mengguyur bumi dengan air yang sedari tadi dibendungnya.


"Sabar!" balas Farel dari balik helm full face nya.


Akhirnya mereka berdua sampai didepan rumah Hana, setelah berpamitan Farel kembali mengendari motor miliknya meninggalkan pekarangan rumah Hana. Hana melangkah masuk kedalam rumah dan disambut oleh sang ibu, Hana memasuki kamar mungilnya dan merebahkan tubuh diatas kasur sambil memainkan benda pipih miliknya.


"Bentar lagi kita ketemu ya," lirih Hana saat melihat foto profil Facebook milik Zayan.

__ADS_1


Beberapa Minggu lalu, Zayan memasang foto profil di Facebooknya, foto itu diambil saat Zayan duduk diatas motor maticnya tanpa senyum namun hidung mancungnya begitu terlihat karena posisi kamera berada disamping tubuh tinggi Zayan. Manik mata Zayan menatap lurus kedepan, rambutnya tersibak kesamping, hal itu berhasil membuat Hana terpesona. Bahkan tanpa senyum pun Zayan mampu menarik perhatian gadis itu, apa lagi saat Zayan tersenyum.


Senyum Zayan yang begitu menyejukkan sangat dirindukan oleh Hana, rasanya Hana ingin mencuri senyum Zayan dan memajangnya didinding kamar. Namun senyum itu terlalu pelik, jangankan untuk mencurinya bahkan untuk membuat si empu tersenyum saja Hana tak bisa.


.


.


.


.


Akhirnya Aku nemuin akun NT(Novel toon) aku lagi, jadi aku udah bisa up cerita tentang Hana sibungsu yang manja..


Hampir 3 tahun akun ini menghilang, namun sekarang tidak lagi. Aku bakalan rajin update untuk Hana 🤗..

__ADS_1


__ADS_2