Rumitnya Cinta Sibungsu

Rumitnya Cinta Sibungsu
Part 14


__ADS_3

Masa PLS pun telah di lewati Hana, Rian, dan Juu. Pagi itu Hana yang telah mengetahui dimana kelasnya segera berjalan santai melewati koridor sekolah menuju kelas yang bertuliskan X IPA 1. Jika ditanya kemana Ju dan Rian, tentu jawabannya mereka beda kelas jadi tak bisa beriringan dengan Hana, Rian menduduki kelas X Ipa 3, sedangkan Juu si gadis tomboy lebih memilih jurusan ilmu sosial, dan dapat kelas X IPS 4.


Hana masih berjalan dengan tenang, dan seseorang pun menabrak Hana dari belakang.


"Bruuukk.."


"Aaww!.." pekik Hana berbarengan dengan tumpukkan buku yang jatuh berserakkan di lantai.


"Maaf, kamu gak apa-apa?" tanya seseorang.


"Huumm iya gak apa-apa kok," balas Hana sambil merapikan seragamnya.


Yang menabrak Hana tadi seorang laki-laki most wanted di SMA nya, siapa lagi kalau bukan Alfarel Dirgantara. Farel seorang kapten basket berparas tampan dan memukau, tinggi badan yang sempurna serta rahang tegap dan kokoh, rambut hitam yang selalu rapi meski sering latihan basket dan kulit putih tanpa noda. Tapi jangan salah, Farel tak sama seperti kebanyakkan kapten basket lain yang terkenal dengan ke playboyan nya, malah seorang Farel hanya pernah pacaran satu kali selama dia hidup. Farel termasuk Ice Man, laki-laki dingin hatinya tak mudah di taklukkan, dan ia pun tak mudah jatuh cinta.


Kembali ke Annisa Hanadzkiya, Hana membantu Farel merapikan buku-buku yang terjatuh. Pandangan mereka sesekali bertemu, namun tak lama setelah itu kembali berpaling.


"Terima kasih dan maaf," ujar Farel sambil berlalu membawa buku-bukunya.


Hana hanya membalasnya dengan anggukkan, ternyata pesona Farel tak mampu menggoyahkan pertahanan Hana begitu saja. Hal yang biasa baginya bertemu dengan laki-laki tampan seperti itu, toohh sahabatnya sendiri seorang Adrian Alfarizi juga tak kalah tampannya.


Sesampainya dikelas Hana memilih bangku depan dekat pintu masuk, tak terlalu lama beradaptasi Hana kini telah mendapatkan beberapa teman dikelasnya. Arika, Bella, dan Sofya, ya itu nama teman baru Hana di kelas X Ipa 1.


Teeett..


Bunyi bel istirahat pun berbunyi, semua murid bergegas keluar dari kelasnya. Hana dan ketiga temannya berjalan beriringan menuju kantin sekolah.


"Eeeh.. bentar guys!" Arika berhenti tepat didepan mading sekolah.


"Coba liat deh, ada lomba musikalisasi puisi nih undangan dari MAN Kota," ujar Arika sambil membaca pengumuman yang tertera di mading.


"Teruus lo mau ikut gitu Rik?" tanya Bella

__ADS_1


"Pengen sih, tapi gw gak pande puisi gimana dong?" balas Rika


"Aku bisa tapii.." sambung Sofya


"Tapi kenapa Ya, kalo emang bisa ikut aja!" Hana ikut nimbrung


"Aku butuh partner kalo sendiri aku gak pe-de, hehehe.." jawab Sofya sambil cengengesan.


"Gimana kalo kita buat tim musikalisasi aja, jadi lo yang puisi dan kita semua musiknya," ajak Rika.


"Lah gw gak bisa main alat musik Rik!" rengek Bella.


"Gw juga enggak," ujar Hana.


"Gw tau siapa!" jawab Arika memutar otak.


Arika menarik tangan sahabatnya menuju sebuah pojok lapangan basket, tampaklah beberapa most wanted sekolah berkumpul disana tak terkecuali Farel.


"DIMAS!" panggil Rika kepada salah satu anggota perkumpulan itu. Dan orang itu pun menuju kearah Arika dan sahabatnya.


"Lo mau gak bantuin kita ikut lomba musikalisasi puisi," jelas Arika.


"Lah gw mana bisa puisi," jawab Dimas dengan pelototannya.


"Iih.. gw gak nyuruh lo puisi tapi lo kan punya band.."


"Truus," potong Dimas.


"Iih dengerin dulu, gw mau nawarin kontrak kerja sama nih, jadi kitaa mau lo dan band lo jadi musik dalam puisinya, gimana lo setuju..?" ajak Rika.


"Gw dapet apaa kalo bantuin lo?" tanya Dimas lagi.

__ADS_1


"Lomba itu ada tabanasnya jadi kalo menang kita bagi aja uangnya," jelas Rika.


"Bentarr.."


"GUYYSS!" teriak Dimas memanggil anggota bandnya. Datanglah Farel dan satu temannya yang lain, yaitu Noval.


"Kenapa panglima?" tanya Noval dengan nada nyeleneh.


"Ciwi-ciwi ini mau ajak kita kolaborasi nih, kita ngeband dan mereka puisi buat lomba musikalisasi puisi katanya, gimana setuju lo padee?" tanya panglima Dimas.


"Gw kan disini posisinya anggota panglima, jadi gw ikut-ikut aja. Tapi tanya captain kita dulu nih yang sebagai rajanya," balas Noval sambil menepuk bahu Farel.


"Iya gw setuju!" jawab singkat Farel.


Mendengar jawaban Farel, keempat sahabat itu pun bersorak ria.


"Jadi latihannya kapan para dayang-dayang cantik?" tanya Noval dengan nada ejekkan.


"Enak aja cantik-cantik gini dibilang dayang," ujar Bella sambil mengibaskan tangannya dihadapan Noval.


"Yaudah gw beri nama satu-satu, lo Arika sepupunya Dimas berarti lo juga panglima tempur, dan lo yang agak kalem nama lo siapa?" tanya Noval menunjuk Sofya.


"Gw Sofya, ini Bella, dan yang diujung Hana," jelas Sofya.


"Oke lo Sofya lo penasehat deh.. dan lo Hana, lo yang paling cantik diantara mereka lo itu ratunya, lo serasi sama Farel nih raja kita," jelas Noval. Mendengar itu Farel kaget dan menatap Hana tanpa kedipan, sementara Hana masih diam menyimak Noval.


"Teruuss gw apaan!" tanya Bella dengan nada cukup tinggi.


"Nahhh kalo lo itu dayangnya aja deh, emang yang pas udah!" ujar Noval dengan nyeleneh nya.


"Iiiihh," Bella pun memukul-mukul bahu Noval dengan tenaga yang tak berstamina.

__ADS_1


Sementara yang lainnya tertawa melihat mereka berdua.


"Kayaknya Noval udah ketemu jodohnya aja nih!" celetuk Dimas.


__ADS_2