Rumitnya Cinta Sibungsu

Rumitnya Cinta Sibungsu
Part 9


__ADS_3

4 bulan kemudian..


Semenjak kejadian Hana mengobati tangan Rian, sosok Zayan Fathurisnin tak pernah lagi datang dan bertemu dengan Hana. Hana mencari tahu semua tentang Zayan lewat Ramadhan, nama facebooknya, nama instagramnya, dan nomor whatsaap Zayan. Namun yang di berikan Ramadhan hanya lah nama facebook abangnya. Sejak kejadian itupun Hana mulai mencari-cari Zayan lewat facebook karena ia tak pernah lagi melihat Zayan mengantar atau menjemput Ramadhan ke sekolah, seolah-olah Zayan hilang di telan bumi.


"Zayan Fathurisnin," Hana mengstalking facebook Zayan dari atas sampai bawah. Permintaan pertemanan Hana memang telah di konfirmasi oleh Zayan, namun tak ada satu pun dari mereka yang berusaha untuk memulai komunikasi duluan.


Diteras rumah Hana duduk ditemani tumpukkan-tumpukkan buku cetak tebalnya, maklumlah siswi kelas 9 Madrasah Tsanawiyah ini sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional untuk menentukan kelulusannya. Meski buku-buku tebal itu terbuka lebar di depannya, Hana lebih memilih memainkan benda pipih miliknya.


Tiitt.. tiiit..


Hana menoleh pada suara klakson motor yang berhenti tepat di depan rumahnya.


"HANA!" itu ternyata Selvia Laura, atau yang biasa dipanggil Ara. Ara berlari menuju Hana, tampaknya Ara sangat bahagia dan wajahnya berseri-seri.


"Bahagia banget kelihatannya?" tanya Hana melirik Ara.


"Iya dong, karena seorang Ara berhasil move on dari cowok nyebelin yang bernama Adrian Alfarizi. " Jelas Ara dengan senyuman yang tak henti-hentinya mengembang.


"Ouuh," Hana memutar malas bola matanya.

__ADS_1


"Kamu kapan move on dari si Zayan-zayan itu, nggak capek apa berharap terus, nggak capek apa nunggu-nunggu terus." Ara mengangkat dagu Hana dengan jari telunjuknya.


"Iiss," Hana menepis pelan jari sahabatnya.


"Move on itu bukan sesuatu yang gampang, orang aku nggak pernah berusaha lupain dia, ya gimana mau move on," Hana kembali menatap layar handphonenya.


"Move on dong Hana, kamu lupain dia nggak ada gunanya berharap sama cowok yang nggak pekaan kayak gitu. Dan lagi kalian tuh beda Hana, kamu cewek yang gampangan, sedangkan dia.. dia tuh cowo dingin yang memperumit sebuah perasaan," ujar Ara sambil melototi Hana.


"Kamu nggak ngerti gimana rasanya jadi aku, saat aku yakin buat ngelupain masalalu aku yang pahit agar dia bisa masuk kehatiku. Dan sekarang dia udah ada dihatiku, jadi buat apa aku ngelupain dia juga, orang dia nggak pernah buat salah." Giliran Hana yang menantang tajam mata Ara.


"Jadi kamu mau apa sekarang dengan perasaanmu yang tak terbalas itu?" tanya Ara.


"Aku mau jaga perasaan ini agar tetap utuh, meski gak kebales.. Hahaha.." tawa Hana yang tampak frustasi.


(Aku coba deh) batin Hana.


Via chat Facebook:


H:Assalamualaikum kak Zayan.

__ADS_1


Zayan memang sedang online saat itu, dan berselang dua menit pesan Hana di balas oleh Zayan.


Z: Ya Waalaikumsalam.


H: Hana ganggu nggak kak?


Z: Nggak.


H:Kak Zayan udah makan?


Z:Udah.


Z:Kalo nggak ada yang penting gak usah chat ya!


Deg, Hana merasakan sesuatu menusuk jantungnya ketika membaca kalimat Zayan tadi, sepertinya benar kata Ara. Perasaanya terhadap Zayan memang tak terbalas.


H: Ooh iya deh, maaf kak.


Z: Iya.

__ADS_1


H: Yaudah assalamualaikum..


Z:Waalaikumsalam.


__ADS_2