Rumitnya Cinta Sibungsu

Rumitnya Cinta Sibungsu
Part 4


__ADS_3

Dan akhirnya bell pulang sekolah pun berbunyi, terdengar sorak sorai para siswa siswi Madrasah keluar dari kelas masing-masing. Rian segera menuju parkiran dan melajukan motornya menuju kelas 9 A. Ia berasumsi ingin mengajak Hana untuk pulang bareng.


"Banyak banget ya Ra pr kita," keluh Hana kepada Ara yang berjalan di sampingnya.


"Tu-.." kalimat Ara terpotong oleh suara klakson motor Rian tepat di depan mereka berdua.


Tampak Rian menarik ulur alisnya, tanda sebuah kode kepada Hana. Hana dan Ara pun berjalan menghampiri Rian.


"Ngapain Yan?" tanya Hana.


"Yuk, pulang bareng!" ajak Rian.


"Humm, maaf Yan aku ada latihan PBB." Ujar Hana. Sementara Ara tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kekecewan di wajah Rian.


"Yaah," decak Rian sambil mengelus kasar mukanya.


"Sok-sokan mau jadi pangeran berkuda sih, hahaha.." ejek Ara sambil tertawa.


"Ssttss kecebong diem lu!" seru Rian sambil menjulurkan jari telunjukknya di depan dahi Ara. Seketika saja jantung Ara berdegup kencang dan ia segera menepis tangan Rian.


"Yaudah aku jemput aja ya Naa?" tawar Rian kembali.


"Nggak bisa Yan, ntar Hana di jemput sama kak Uma," jelas Hana. Sementara Ara terus tertawa di samping Hana.


"Eeh kecebong lo mau gua jemput ntar?" tanya Rian kepada Ara.


"Iiih ogaahh," Ara mencibir kepada Rian.


"Sok-sokan gak mau padahal di hatinya ngebet banget," tutur Rian.


"Yaudah aku pulang dulu ya Hana, babayy." Rian memutar balikkan motornya dan meninggalkan Hana dan Ara.


Di koridor sekolah Hana dan Ara berjalan menuju lapangan tempat mereka akan latihan PBB, setelah sampai di lapangan itu mereka bergabung dengan anggota lainnya. Hana merangkul pundak Ara.


"Kenapa nggak mau di jemput sama Rian tadi," bisik Hana pelan.


"Aah malees, paling dia modus doang!" ujar Ara melenguh kesal.


"Rian nggak sejahat yang ada di pikiran kamu Ra," bisik Hana kembali.


"RAMADHAN!" sorak Ara mengalihkan pembicaraan Hana.


"Iya kak Ara!" jawab Ramadhan dan menoleh kepada dua gadis itu.

__ADS_1


"Abang kamu jomblo kan!" seru Ara sambil melirik Hana. Hana mencubit siku Ara dan memutarkan bola matanya.


"Masih, emangnya kenapa ya kak?" tanya Rama sambil ikut duduk dengan dua gadis itu.


"Itu Han-.." lagi-lagi kalimat Ara terpotong karena Hana langsung membungkam mulutnya.


"Nggak apa-apa kok Rama, hehehe.." jelas Hana dengan wajah panik.


Ramadhan hanya mengangguk aneh melihat tingkah dua sahabat ini. Dan latihanpun di mulai hingga pukul 16.30 wib.


Sorak-sorai anggota PBB tak lagi terdengar. Mereka ternyata telah selesai latihan, Hana berjalan beriringan dengan Ara dan Ramadhan menuju keluar gerbang Madrasah. Tepat di pagar gerbang ada dua pemuda bermotor sedang menunggu mereka. Yang satu Adrian Alfarizi dan yang satu lagi Zayan Fathurisnin. Tampaklah raut wajah Hana yang sulit di artikan, ia kembali takjub akan pesona Zayan, sementara Rian sibuk melirik Hana juga.


"Lo beneran jemput gua Yan?" tanya Ara mendekati Rian.


"Idiih, tadi lo nolak ajakkan gua jadi gua kesini jemput Hana lah bukan eluu kecebong!" seru Rian sambil menyentilkan jarinya kepada kepala Ara.


Ramadhan dan Zayan yang tak mengerti pembahasan mereka hanya menyimak dan terdiam, Hana masih melirik Zayan yang terlihat kebingungan.


"Kak Zayan ya?" tanya Hana memberanikan diri di hadapan Zayan.


"Iya, abangnya Ramadhan." Jawab Zayan sambil tersenyum. Sehingga Hana pun ikut menyimpulkan senyum manisnya.


"Jadi siapa nih yang mau pulang sama aku!" ujar Rian dengan gaya sok kegantengannya, tapi memang ganteng sih.


"Aah nggak mau aku Naa," keluh Ara.


"Aku kan di jemput kak Uma!" tutur Hana.


"Emangnya kak Ara siapa yang jemput?" sambung Ramadhan.


"Iya Ra kan kamu nggak ada yang jemput hari ini, udah pulang sama babang Rian aja!" suruh Hana sambil menyiku Ara.


"Sini pulang sama babang," balas Rian.


Ara masih diam terpaku, sedangkan Ramadhan dan Zayan bersiap-siap melajukan motornya.


"Tunggu-tunggu!" seru Hana menahan motor Zayan.


"Kenapa ya?" tanya Zayan.


"Kita pulangnya barengan aja, rame-rame kan seruu." Kata Hana sambil melirik Rian.


"Lah kamu kan pake mobil sama kak Uma!" sambung Rian.

__ADS_1


"Kami duluan aja ya," pinta Zayan. Tanpa menunggu jawaban siapa pun Zayan segera memacu motornya meninggalkan merek bertiga.


Sementara Rian masih menatap kedua gadis itu, yang satu Ara tampak diam terpaku melihat jok belakang motor Rian, dan satunya lagi Hana yang tatapannya tertuju kepada motor Zayan yang telah menjauh.


Tiit..tiit


Suara motor Rian mengusik lamunan kedua gadis itu.


"Ayo buruan siapa nih yang mau pulang?" tanya Rian menatap keduanya bergantian.


"Ara pulang gih sama Rian, tuh kak Uma udah jemput, daadaa..!" seru Hana dan berjalan menuju mobil kakaknya.


"Naik kecebong!" suruh Rian.


"Iiih," oceh Ara tapi masih mau juga mengikuti perintah Rian. Dan mereka pun pulang.


Sesampainya dirumah Zayan memarkirkan motor di halaman rumahnya. Ramadhan berlalu masuk ke dalam rumah, Zayan masih bergelut dengan pikirannya. Entah apa yang sedang Zayan pikirkan yang jelas ada bayangan senyuman Hana di benaknya. Ada rasa sesal sedikit di hatinya karena ia tak menghiraukan ajakkan Hana untuk pulang bareng tadi. Dan Zayan pun segera masuk ke dalam rumah, menghampiri Ramadhan yang terbaring lelah di sofa ruang tamu.


"Cewek yang tadi kelas berapa Ram?" tanya Zayan.


"Yang mana bang?" tanya balik Ramadhan.


"Yang ngajak pulang bareng," jelas Zayan.


"Ooh kak Hana, mereka sama kok, sama-sama kelas 9A, tapi kalo bg Rian kelas 9B." Jawab Ramadhan.


"Rian itu pacarnya Hana?" tampak raut penuh selidik di wajah Zayan.


"Enggak mereka cuma temen sih, kak Hana aja baru putus seminggu yang lalu sama pacarnya, kasiaan bang pacarnya selingkuh sama cewek lain di MAN!" ujar Ramadhan.


"Di MAN, siapa tuh?" Zayan menatap serius wajah adiknya.


"Nama mantannya itu bang Firman!" seru Rama.


"Firman, ooh dia," Zayan mencoba mengingat wajah Firman yang sempat ia kenal.


"Iya," angguk singkat Ramadhan.


"Kasian juga ya si Hana itu, padahal dia cantik dan Firman yang tampangnya pas rata-rata nyelingkuhin dia," kata Zayan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Rugi bang Firman, selain cantik kak Hana juga baik banget, the best lah buat kak Hana!" ujar Ramadhan.


Zayan hanya mengangguk-angguk kecil mendengar penjelasan sang adik.

__ADS_1


__ADS_2