
akira felicia rahardia, anak ke tiga dari lima bersaudara,
akira punya sahabat sendari kecil bernama arvin, dari dulu akira tidak dekat demgan orang lain, temen yang sering bermain sama akira cuma saudara nya, sepupu, sama arvin karna dari itu dari TK sampe SD akira selalu satu sekolah sama arvin dan nempel terus sama arvin.
sebenarnya akira sudah suka dari lama sama arvin, dan ketika berada di kelas 6 sd arvin tau bahwa akira menyukainya, ketika akira sedang duduk-duduk bersama teman wanita nya yang ada di sd dan arvin juga lewat bersama temannya yang sedang ingin bermain bola.
akira sebenarnya kurang dekat sama mereka, perasaan kalo bicara gepernah ngerti sama yang mereka bicarain, mungkin karna akira gapernah berteman dari awal kali yah,
"woaah... arvin nya akira lewat nih" kata salah satu dari mereka
"cie akira... Arvin lewat nih" sambung yang lainnya
"apaaan sih" jawab akira dengan muka yang agak ngeblush karna malu,
"kalian apaan sih, gue sama Akira itu tidak lebih dari sahabat!" kata Arvin dengan nada yang sedikit membentak
"padahal Akira sendiri loh yang bilang kalo dia suka sama lo, udahla gausa temenan lagi sama akira, males gw, mana pake dibentak lagi sama arvin" kata salah satunya membuat teman yang lainnya ikutan pergi
"ayo Vin, jadi ga mainnya?" tanya teman Arvin yang berada di damping arvin,
"kalian duluan aja gue mau bicara dulu sama Akira" jawab Arvin,
__ADS_1
"baiklah, nanti nyusul yah"kata mereka sambil meninggalkan mereka berdua,
"iya" jawab Arvin,
"Akira, bisa bicara sebentar gak?" tanya Arvin,
"bisa" jawab Akira sambil menunduk,
lalu akira dan Arvin berbicara di kursi depan sekolah.
"akira, Lo suka sama gue?" tanya Arvin,
"i... iya Vin" jawab Akira tergagap.
"gapapa kok Vin, jangan dianggap terlalu serius soal itu, lagian gue gak berharap besar kok" jawab Akira yang menahan air mata di nya,
"yaudah Ra, gue mau lanjut main sama temen gw dulu yah" kata Arvin sambil berlari kelapangan bola,
"i... iya Vin" jawab Akira yang tak sadar ia telah meneteskan air matanya.
ia langsung menyikap air tersebut langsung berdiri dan langsung pergi kekelasnya,
__ADS_1
bel pulang sekolah akhirnya berbunyi Arvin dan Akira pulang bersama dengan dijemput oleh papanya akira.
"makasih ya om" kata arvin sambil turun dari mobilnya zavian papanya akira,
"santai aja viinn" jawab zavian,
Akira masuk rumah dengan perasaan ingin menangis, sampai Akira tidak makan siang lagi karna air matanya tidak bisa ditahan lagi.
"Akira udah pulang nak" kata renaya mama akira sambil yang sedang menonton,
"iya ma" jawab Akira,
"makan dulu yok" ajak mama nya,
"gausah ma, kira udah kenyang tadi makan jajan di sekolah,
"gabisa gitu dong raa, entar kalah taruhan sama gw, kita kan harus lomba makann" kata clarissa kakak perempuannya akira,
"iye iyee, akira makann" jawab akira pasrah,
setelah itu akira langsung mememani dua adiknya main, karna mereka pada maksa. sangking serunya main sampei akira lupa dengan kejadian di sekokah tadi
__ADS_1
beberapa bulan telah berlalu dan Akira melewatkan waktu berbulan-bulan itu dengan sendirian semenjak hari itu dia tidak terlalu dekat lagi dengan arvin, bahkan arvin tidak sesering sebelumnya bersama Akira, Akira sering istirahat sendirian.
dan sekarang tibalah saatnya untuk perpisahan, saat acara perpisahan Akira selalu sendirian, karna Akira susah dekat dengan orang lain jadi dia tidak memiliki teman sama sekali selain Arvin, Akira sengaja mendaftar disekolah yang berbeda dengan Arvin agar dia bisa melupakan Arvin dan ingin memiliki teman baru selain Arvin dan memulai kehidupan sekolah tanpa Arvin.