Sahabat Masa Kecilku

Sahabat Masa Kecilku
definisi dikasih hati minta jantung


__ADS_3

Β 


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Β 


"kenapa manggil?" tanya akira kepada seorang pria yang sedang membelakangi dirinya,


"engga kenapa-napa sih, gue cuman mau bilang maaf karna udah bikin lo repot" jawab pria itu,


"iya udah gapapa, sebagai gantinya lu harus bayar gua" jawab akira,


"lah, lo kan tau kondisi gue sekarang, tunggu pas gue pulang ajalah, ini mau bayar uang kos aja gatau pake apa" ucapnya,


"lah gua gamau tau, pokoknya bayar gua sebulan lima ratus rebu"


"lah mahal amat, entar aja deh, ngutang dulu boleh ga?"


"gaboleh, lu kira enak jadi pacar boongan lu, gua diserbu fans-fans lu cuy"


"lu kira gua juga enak?, juga juga diserbu fans lu"


"tapi kan yang butuh gue eluu" ucap akira dengan nada ngegas,


"lah lo kan kan anak orang kaya, kok gitu amat sama duit" sindir revan,


"ya maap nih ya karna keluarga gua rame jadi duit nya dibagi-bagi, ga kayak lo yang cuman bedua, lagian cewe itu gabakal cukup sama uang bulanan doang, kan butuh skincare, sama butuh nabung duit buat nonton konser entar" jawab akira dengan sangat lancar,


"yaudah, jangan ngoceh lagi udah, entar biar gua yang cari kerja sambilan, tapi kasih gua waktu mau bayar uang kost juga" ucap revan yang sudah pasrah,


"nah gitu dong, bisa diangsur kok duitnya, tenang aja gua baik orangnya" ucap akira dan berlalu begitu saja,


"nyesel gua minta maaf sama dia, jadi ini yang namanya definisi dikasih hati minta jantung" gumam revan sambil berjalan menuju kelasnya


"gua tarik balik dah kesan pertama gua ngeliat dia, manusia segitu ngeselinnya gua bilang baik?, ga banget yaa" gerutu akira sambil menghentak-hentakkan kakinya ketika berjalan,


Β 

__ADS_1


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Β 


"bagaimana keadaan mu?" tanya willyam kepada maudy yang sedang terbaring lemas dengan suhu badan yang sangat panas,


"iya aku baik-baik saja, kau kembalilah ke kelas, kau harus ikut upacara" ucap maudy yang sama sekali tidak berani menatap wajah willyam,


"yasudahlah" ucap willyam lalu pergi meninggalkan maudy,


Sedangkan cherry yang ditinggal sendirian,


"gila gilaa, adek kelas tahun ini cantik' yah" ucap kakak-kakak kelas yang sedang nongkrong sambil duduk di tangga,


"lah mampuss, apa gua balik lagi ya?, eh tapi kan mau ke atas dulu udah kebelet inii" batinnya,


"hei, ngapain berdiri aja disitu, sini duduk-duduk sama kita" panggil salah satu kakak kelas,


"ah, e engga usah kak, gajadi gajadi mau ke kelas lagi aja, makasih tawarannya" jawabnya takut,


"dia tipe gua tau" ucap mereka,


"ish apaan sih, ngatain orang gatau malu, COWOK KEK KALIAN TUH YANG GATAU MALU!" ucap cherry yang makin meledak,


"jadi cowok jangan kek gapunya otak" ucap seorang pria yang turun dari atas sambil menendang minuman yang diminum oleh kakak kelas tadi,


"siapa lo, berani sama gua, emang lu tau siapa gua hah?!" kata kakak tersebut yang langsung berdiri,


"buat apa gua tau sampah kek lo, bentar lagi juga di keluarin, gaada gunanya juga gua tau nama sampah yang gatau malu" sindirnya dan berjalan kearah cherry,


"ayo gua anterin" ucapnya memegang tangan cherry,


"farrel?" tanya cherry yang terkejut melihat sesosok farrel yang sangat jarang keluar kelas,


"iya" jawabnya singkat,


"lah, lo siapa sih?, jadi adik kelas tuh gausah sok jagoan, dihajar kakak kelas dikit nangis bilang ke ortu, udah banyak gua ketemu adek kelas kek lo" ucapnya terus jalan kearah farrel dan cherry,

__ADS_1


"ga semuanya kayak lo, jadi ga usah samain orang lain orang lain dan diri lo waktu masih menjadi adik kelas, karna biasanya yang orang bilang dan belum tentu kepastiannya adalah cerminan dirinya sendiri" jelas farrel yang terus mengenggam tangan cherry dan berjalan kedepan,


"farrelll...." lirih cherry terharu mendengar farrel bisa berbicara dengan sangat panjang,


"heh, lo jangan sok tau ya, gua engga gitu tuh" ucapnya sambil mendorong bahu farrel yang ada didepannya,


"kenapa?, emang bener gua ngomong jujur kan?" tanya farrel menatapnya dengan tatapan yang belum pernah dilihat oleh cherry,


"ga usah natap gua kek gitu lo, mau nakut-nakutin gue?, ga takut tuh, lo gapernah diajarin orang tua tata krama ya?" ucapnya sambil terus menerus mendorong farrel dengan jari telunjuknya,


"jangan sentuh gua br*ngs*k!" marahnya sambil mengenggam keras tangan kakak kelasnya itu,


"w.. woy.. sakit woy sakitt!" teriak kakak tersebut yang berusaha melepaskan genggaman farrel,


"udah stop!" ucap willyam dari atas yang sendari tadi memperhatikan mereka,


"wi.. willy?" panggil kakak kelas tersebut terkejut dengan kehadiran willyam,


"kali ini lo keterlaluan ki, gangguin adik kelas dan hampir melecehkannya, jika farrel terlambat sedikit saja, lo pasti bakal lakuin hal itu lagi kan, lo gabakal pernah kapok ki, jadi untuk kejadian kali ini gua bakal bilang sama guru, gua ga mau bantuin lo lagi" ucap willyam yang menuruni tangga,


"ja.. jangan willy, gua janji gabakal gini lagi, g gua janji gabakal gangguin cewe-cewe ini" mohonnya pada willyam,


"gabisa, karna kali ini yang lo ganggu bukan orang lain, dia adek sepupu gua, adek sepupu cewek gua cuman ada dua, jadi gua bakal ngejagain mereka seperti menjaga adik kandung sendir, walaupun sepupu jauh sih, iya ga ry?" ucapnya sambil menengok kearah cherry,


"yoi bang, eh tapi cherry udah kebelet inii, mau ke toilet dulu yah, thanks farrel, thanks bang, entar jam istirahat cherry traktir deh" ucapnya lalu berlari ke toilet,


"di.. d.. dia adik sepupu lo?" tanya riski,


"iya, sekarang mendinga lo balik ke kelas, jika kelakuan lo akhir-akhir ini berubah gua bakal pertimbangkan, sekarang gua punya buktinya" ucap willyam sambil melambaikan hp nya,


"thanks ya udah jagain cherry" ucapnya sambil memegang bahu farrel,


"gausah pegang gua" tepis farrel dan langsung pergi kebawah,


semuanya langsung kembali ke lapangan yang ternyata upacaranya sudah dimulai, dan cherry yang masih di dalem wc dengan segala kelegahan yang menghampiri.


TERIMA KASIH😊

__ADS_1


__ADS_2