
tidak lama kemudian arvin masuk, dan segera menuju ke bangku nya.
"dari mana aja lo vin?" tanya akira kepada arvin yang baru datang dan duduk disebelahnya,
"nggak ra, tadi ada temen deket gw dari smp masuk sini yah karna lo tadi juga lagi istirahat sama temen-temen lu yang dari smp yah jadi gw main dulu bentar mumpung satu sekolah juga" jawab arvin,
"kapan-kapan gw kenalin deh" kata arvin ke akira,
"oke siap" jawab akira,
"eh vin liat anak yang ada disitu gaada lagi, kayaknya tadi dipanggil sama kepala sekolah, penasaran banget gw pengen liat muka nya vinnn" kata akira,
"samaa raaa gw juga penasaran sama muka nya tapi kayaknya dia anak yang sibuk gitu deh, mungkin dia sedang ada urusan mungkin kita bisa liat muka nya" jawab arvin,
"iya sih vin, tapi sekarang gw kebelet pipiss gatahan lagi iniii" kata akira sambil menahan pipisnya,
"udah sonoh permisi" suruh arvin,
"gabisa vin, gw takutt" jawab akira,
"gapapa sonoh lo kan udah kebelet" kata arvin,
"iya iya iyaaa" jawab akira yang sudah tak tahan lagi,
"baiklah anak-anak, apakah ada pertanyaan?" tanya guru yang sedang mengajar didepan,
"bu..." kata akira sambil berdiri,
"ya ada apa nak?" tanya guru tersebut,
"bu saya boleh permisi ke toilet ga bu?, udah kebelet ini" jawab akira,
"yaudah sana cepetan, kasian kamu kayaknya udah kebelet banget" kata guru tersebut mengizinkan,
"baiklah bu" jawab akira sambil berlari menuju pintu keluar,
"lega nya udah pipis" gumam akira memasang tampang lega,
dari kejauhan akira melihat seorang laki-laki
tampan yang sedang dikejar oleh siswi-siswi
"lah ngapain sih pada main kejar-kejaran" kata akira berhenti dedepan pintu gudang melihat mereka karna takut tertabrak,
dan ketika laki-laki tersebut sampai didepan akira dia langsung mendorong akira masuk ke dalam gudang tersebut, lalu menutup mulut akira dengan tangannya, dan mengunci pintu gudang.
"eh eh kemana dia?"
"gatauu"
"mungkin masuk gudang"
"tapi kan biasa nya gaboleh masuk gudang
ini karna angker"
"udah ah gaberani masuk sana"
__ADS_1
"coba kita cari tempat lain aja"
"yaudah ayo ayo"
kata para ciwi-ciwi yang sedang mengejar pria tersebut,
dan akhirnya pria itu melepaskan tangannya dari mulut akira.
"eh apa sih lu main dorong-dorong aja, sakit tau nih belakang gw kena dinding" protes akira,
"eh maaf soalnya gaada cara lain lagi, mereka gabakal berhenti ngejar kalo gitu jadi gw langsung dorong aja lu masuk kesini" ucap pria itu,
"yaudah deh gapapa gw bisa ngertiin lagian cape juga sih kalo lari-larian gitu, tapi lain kalo lo gaboleh main dorong anak orang gudang bisa salah sangka tau, untung gue udah liat lo dari tadi dikejar kejar" jawab akira,
"yaudah sekarang mana kunci yang lo pakai buat kunci nih gudang?" tanya akira,
"nih.." kata pria itu memberi tangan kosong,
"lah mana koncinya?" tanya akira,
"eh tadi ada loh" jawab pria tersebut,
"ahh apa mungkin kelempar kebawah pintu, kan gue tadi ngedekap elo dan mungkin kelempar, coba gw liat dulu" kata pria itu sambil mengintip ke bawah pintu,
"ada?" tanya akira,
"iya emang ada itu tapi jauh banget, kayaknya bisa diambil kalo pake sapu deh" ucapnya,
"lah tapi kan gudang ini gaada sapu, yang ada sapu yang dah patah-patah noh, lagian kan gudangnya udah dipindahin" jawab akira,
"lalu mau masuk kelas gimana?, mana disini sepi lagi" kata pria tersebut,
"yaudah cepetan" jawab pria tersebut,
dan akira langsung mengechat raisa, dan pun raisa menjawab baiklah,
"lo kelas berapa?" tanya akira
"hah?, oh gw kelas ipa 1-3" jawab pria tersebut,
"loh?, kita sekelas tapi kok gw gapernah liat lo?" tanya akira,
"ah iya memang gue sering ada urusan sama kepala sekolah jadi jarang kelihatan" jawab laki-laki tersebut,
"oh jadi kamu cowo misterius itu yah?, kenalin aku akira felicia rahardian" ucap akira memperkenalkan diri,
"loh jadi kamu keluarga rahadian ya?, kamu anak wanita kedua keluarga rahardian?" tanya pria tersebut,
"iyaa" jawab akira,
"biasanya gua jarang loh kenalin diri pake nama panjang, sekarang lo lagi yang kenalin diri" kata raisa,
"ok, nama gue revan azka alexander" ucapnya memperkenalkan diri,
"hah?!!!, lo dari keluarga alexander?, bukannya lo ada kembaran yah, emang dia ga sekolah disini?" tanya akira terkejut,
"iya gue dari keluarga alexander, dan kembaran gue sekolah di sekolahan milik papa gue, dan yang lainnya gue gabisa ceritain karna baru kenal juga kann" jawab revan,
__ADS_1
"iya sih kita baru kenal juga, ini kita tunggu temen gua aja dulu yah" kata akira,
"iya" jawab revan,
"tok tok tok, kak, woy kak, lu didalam kan?" teriak raisa dari luar,
"iya sa" jawab akira,
"ini koncinya mana" tanya raisa,
"itu coba lo liat dibawah ada konci ga?" tanya akira,
"ada nih ka" jawab raisa,
"yaudah sekarang lu buka nih ruangan pake tuh konci" ucap akira memberi arahan,
"yaudah kak bentar" jawab raisa sambil mencoba membuka pintu,
"cklek" suara pintu kebuka,
"yaudah ayo kak kita masuk ke kel... masyaallah" kata raisa terpotong karna mengucap terlebih dahulu,
"udah yok masuk kekelas" ajak akira,
"kak lu gimana bisa kekonci di gudang sama manusia blasteran surga ini?" tanya raisa,
"entar gw ceritain, yaudah ayo cepet masuk" kata akira mendorong raisa untuk kekelas,
"kita duluan yah" kata akira kepada revan,
"yaudah duluan aja nanti gue nyusul sekarang mau ke dulu" jawab revan,
"oke deh" kata raisa sambil menuju kekelas,
"kak, sekarang jelasin gimana caranya lu bisa kekurung bedua di gudang sama tuh orang" tanya raisa kepo,
dan akira menceritakan semua yang terjadi,
"nikmad nya dirimu kaa, mana si arvin itu juga ganteng lagiii" kata raisa,
"betewe nih ya, lo tau ga kalo dia dari keluarga alexander" kata raisa,
"hahhh?!!!! beneran kak??" teriak raisa heboh dan dia segera menutup mulutnya dengan tangannya sendiri,
"iya makanya di kejar kejar gitu, dan lu juga harus jaga rahasia keluarga kita karna kalo engga lu juga mau di kejar-kejar kayak dia?" ancam akira,
"yah gamau lah kak" jawab raisa,
"berarti dia itu anak dari pemilik perusahaan sintesa ya?, dan anak dari pemilik SMA perjuangan bukan?, bukannya anak dari keliarga alexander itu kembar yah?, kok dia sendirian?" tanya raisa berturut-turut,
"iya itu dia, dan soal kembarannya dia bilang kembarannya itu sekolah di sekolahan milik papa nya dan soal yang lainnya dia gamau cerita soalnya kan kami baru kenal gamungkin kan dia langsung cerita banyak jadi yah gitu" jawab akira,
"yaudah deh kak yok kita masuk kakak udah lama banget keluarnya nanti kakak sendiri yang yang jelasinnya" kata raisa sambil memasuki pintu kelasnya,
"iya iyaa..." jawab akira,
setelah masuk akira langsung menjelaskan semuanya kepada guru yang mengajar, ibu guru yang mengajar pun memaklumi karna dia tau situasinya, dan guru tersebut segera menyuruh akira untuk segera kembali kebangkunya.
__ADS_1
TERIMA KASIH😄😊
Â