
pagi-pagi akira sudah bersiap-siap, dan menonton tv sambil menunggu teman-temannya,
{grup chat}
anggota: raisa, akira, cherry, cyndi, maudy, zelila, oma dysa, lilis.
akira: kalian jam berapa kesini?.
zelila: jam sembilan kalo gw.
maudy: iya gw juga sembilan ra, soalnya ada yang mau gw urus.
cyndi: iya samaa.
oma: oke siip gw juga jam 9.
lilis: okee.
raisa: dedeq jam sepuluh aja yah, mager bangun iniii.
cyndi: astagfirullah samaa.
akira: gabole!!, udah pada sepakat ini jam sembilan.
cyndi: iya iyaaa.
raisa: iya kakakku tersayangg!, udah mau mandi inii.
cyndi: ra, betewe ini gw gatau alamat lu, kan belom pernah ke tempatnya elu.
zelila: iya juga yah.
akira memberikan alamatnya ke teman-temannya.
oma: okee.
maudy: entar gw besiap dulu yah.
lilis: entar kalian kumpul dirumah gw dulua aj gaes, kjta berangkatnya barengan.
raisa: okee.
cherry: ra, gw udah dirumah lu.
oma: yaiyalah gubluk, kalian kan serumah!!.
lilis: heran pinternya sampe ie dna.
maudy: cherry, jadi makin sayangg!.
cherry: hehe maap :).
{chat end}
"mamaaa, papaa!!" teriak gavin dari kamarnya berlari ke ruang nonton,
"apaan sih, kek cewe ajaa, jerit' gajelas!" gas akira yang sedang menonton,
"kaa, tolongg!" gavin berlari menuju akira,
"apaan sih?" tanya akira,
"bentar bentar hosh" kata gavin dengan napas yang tersengal-sengal,
"itu si bang davin ngasih kecoa terbang ke gavin" gavin ngadu sambil duduk di samping akira,
"woy davinn!!!" teriak akira dengan suara kek toa mesjid,
"apaan sih kak?" tanya gavin dengan tampang tak berdosa sambil duduk disamping akira,
"udah tau adenya takut setengah mati sama kecoa, malah ngasih kecoa ke dia" oceh akira,
"ye maap kan gw gatau" jawab davin dengan wajah tak berpaling dari tv,
"gatau dari mana hah?!, dari kecil nianak udah takut ama kecoa" kata akira menunjuk muka gavin, "masih aja gatau?!" sambung akira,
"iye iyee maap" maaf davin ke akira dan davin,
"bodoo!, awas aja kalo gavin beli mainan baru!" marah gavin ke davin,
"yaudah" jawab davin acuh tak acuh,
"KALIAN NGAPA DIBAWAH, TERIAK-TERIAK GAJELAS" teriak renaya dari atas dengan suara gedenya,
"INI MA, SI DAVIN NAKUTIN GAVIN PAKE KECOA TERBANG" jawab akira dengan suara yang ga kalah,
"DAVINNN, LIAT AJA YAH KALO MAMA KEBAWAH!" ancam renaya ke davin,
"UDAH MINTA MAAF KOK MA" jawab davin,
"ga, maapin gw yah" davin meminta maaf ke gavin,
"iya iyaa" pasrah gavin yang masih mengingat ketika abangnya meemparkan kecoa kearahnya,
"ngapain sih kalian jerit-jerit?" tanya cherry yang langsung mengambil camilan yang dimakan oleh davin,
"ini si davin ngelempar kecoa le gavin" jawab akira yang masih fokus ke hp nya,
"tak da akhlak emang" ucap cherry memasukkan camilan tersebut kemulutnya,
__ADS_1
"terserah kaa!!" kata davin mengambil kembali camilannya,
"yahh, diambil lagii" lemas cherry,
"kalian udah mandi" tanya akira ke dua adiknya,
"belom" jawab mereka sambil nyengir kuda,
"mandi sonoh, bentar lagi temen gw dateng kesini, malu gw punya adek kayak lo berdua" usir akira ke dua adiknyaa,
"iya iyaa" pasrah mereka dan kembali ke kamarnya,
akira dan cherry kembali melanjutkan nonton tv sambil menunggu teman-temannya.
#jam 09:11#
"ini bener rumahnya akiraa?" tanya oma melonggo,
"gatau sih, dari alamatnya sih ini" jawab cyndi yang juga melonggo,
"mungkin si akira salah ketik kali ya, mungkin rumah sebelah" kata lilis positif thingking,
dan mereka melihat arvin yang baru pulang joging mau masuk ke rumahnya,
"woy vinn!!!" teriak zelila ke arvin,
"hah?!" jawab arvin terkejut dengan kehadiran mereka,
"ini beneran akira ngundang mereka ke rumahnya?, mungkin dia udah mau jujur sama mereka" batin arvin,
"kenapa?" tanya arvin mengahampiri mereka,
"rumah akira yang mana?" tanya zelila balik,
arvin terdiam sebentar dan langsung melihat ke raisa untuk memastikan.
dan raisa langsung memberikan anggukan yang menjelaskan "gapapa, bilang aja", yang langsung dimengerti oleh arvin dan mengangguk kembali,
"yang mana vinn, ini kaki gua udah pegell" kata cyndi tak sabaran,
"itu depan kalian" jawab arvin santai,
"hahh?!!" kata mereka semua yang terbengongg,
"ohh, yang disamping rumah gede inii?" tanya lilis masih positif thingking,
"bukan, yang gede inii" jawab arvin lagi,
"sumpahh!, ini rumah gede banget an*ir" kata cyndi yang masih tidak percaya,
"udah ah, kalian pencet aja belnya, ge mau pulang dulu" kata arvin berbalik badan menuju rumahnya,
"iya iyaa" jawab mereka yang masih mengumpulkan nyawanya,
"ting tong" bunyi bel yang mereka pencet,
tak lama datanglah seorang wanita paruh baya dengan memegang sapu, yang membukakan pintu untuk mereka.
"ada yang bisa saya bantu neng?" tanya wanita tersebut kepada mereka,
"akiranya ada buk" tanya lilis sopan,
"eh, ada neng raisa" kata wanita tersebut ke raisa,
"hehe iya" jawab raisa sambil tersenyum sopan,
"sebentar yah saya panggilkan dulu" kata wanita itu sambil sedikit masuk kedalam,
"kenal sama lo?" tanya cyndi ke raisa,
"iya hehe" jawab raisa sambil sengir kuda,
"neng akiraaa!, ini ada temennya!" teriak bi ina ke akira,
"oke bi bentarr!" jawab akira beranjak dari duduknya,
"masuk kalean" suruh akira ke teman-temannya,
"makasih ya bi ina" kata akira ke bi ina,
"iya neng, bibi balik ke dapur dulu yah" pamit bi ina ke akira,
"iya bi makasih" jawab akira,
"ayo masukk" ajak akira ke mereka,
"ra, beneran rumah lu?" tanya maudy memastikan,
"entar gw jelasin, masuk dulu" kata akira,
****
"entar kita bikin pr nya disini aja sambil nonton oke" ucap akira mengajak mereka ke ruang nonton, melihat mereka cherry langsung melambai.
"ra, sekarang lo jelasin!!" kata lilis tak sabaran,
"nanti aja kita selesaikan pr nya dulu" jawab akira mengeluarkan bukunya,
"entar mulu raa, gw udah gasabar inii" kata zelila,
__ADS_1
"udah bikin aja dulu kaka-kaka ku sekalian" kata raisa yang juga mengeluarkan bukunya,
"oke gw bisa sabar, tapi abis ini lo harus jelasin yah!" kata cyndi,
"hooh" jawab akira,
"raa, siapa itu?!" tanya renaya dari dapur,
"temennya akira ma!" jawab akira,
"yaudah bentar lagi mama masak ra, ajak makan!"
"iya maa" jawab akira,
sudah sekitar sepuluh menit lebih mereka gerjain pr nya dan dikit lagi selesai, pada cepet ngerjainnya karna udah gasabaran.
"akira, davin, gavinn sini makann!!" panggil renaya,
"iya maa" jawab davin, gavin dan akira,
"eh, makan yok" ajak akira ke mereka,
"yaudah ayok, lagi laper gw" jawab zelila,
"iya sama" sambung maudy,
"gaada malu yah kalian, ayo cepetan laper banget gua" ucap cyndi
"iya tadi sengaja ga makan di rumah biar hemat nasi" sambung dysa dan lilis,
"iya serah kalian dah" jawab cherry dan raisa,
"yaudah ayo" kata akira sambil berdiri,
ketika sampe di dapur betapa terkejutnya mereka mendapatkan ada kepala sekolah mereka dengan satu pemilik perusahaan besar bersama satu anak laki-lakinya yang merupakan ceo di perusahaan tersebut, besertakan wanita cantik yang mereka kira adalah kakaknya akira dan juga dua lelaki tampan nan imut yang berada didapur akira.
"duduk, nak" suruh zavian ke mereka, "temannya akira yah" lanjutnya lagi,
"i iya om" jawab mereka yang masih serangan jantung,
"duduk nak" suruh renaya sambil memberikan senyumannya,
"ha, iya kak, eh tan" kata zelila, cyndi, lilis, dan oma yang kebingunggan,
"panggil ibu aja" suruh renaya,
"iya bu" jawab mereka sambil duduk,
"terkejut yah?" tanya caudya ke mereka dengan senyumannya,
"iy... iya bu kepsek" jawab mereka,
"disini panggilnya kak claudya aja" kata caludya,
"baik kak"
"udah itu dimakan makanannya" suruh geraldy,
"udah makan sonoh" suruh akira ke mereka,
"hallo kaka-kaka!" sapa davin dan davin,
"hallo" jawab mereka,
"eh ada ka raisa sama kaka yang kemarin ketemu di mall" kata gavin,
"sk sd lu" kata akira,
ketika sedang makan semuanya pada malu-malu kocheng padahal guguk, yang biasanya makan nasi sepuluh centong ini cuman satu centong, pada sok malu-malu padahal biasanya malu-maluin,
"ma, papa udah makannya, ini langsung mau ke kantor aja" pamit zavian ke renaya,
"iya pa" jawab renaya,
"yok geraldy" ajak zavian,
"iya pa" jawab geraldy,
"anak-anak papa berangkat dulu yah" zavian pamit ke anak-anaknya,
"iya paaa" jawab akira, davin, dan gavin,
"om berangkat dulu yah" lanjut zavian berpamitan dengan teman-temannya akira,
"iya om..." jawab mereka.
#setelah selesai makan#
"tan, kak, mau saya tolongin ga?" tawar raisa,
"iya tan, mau kami tolongin ga" sambung zelila dan cyndi,
"gausah gausah, kalian lanjut aja bikin pr nya, tante sama kak caludya bisa kok beresinnya" tolak renaya,
"iya, kalian lanjut aja bikin pr nya" suruh claudya,
"oke tan, kak" jawab mereka langsung berjalan kembali ke ruang nonton buat lanjut bikin pr,
TERIMA KASIH😊
__ADS_1