
{tiga manusya tak beriman}
akira: eh, besok jadi kan?
tiara: jadii
suci: jam berapa ra?,
akira: jam sembilan,
tiara: emang siapa aja yang ikut?,
akira: semua kelaurga gw ikutan, sama keluarganya arvin,
suci: oke siip, eh ra btw gw mo nanya sama lo,
akira: nanya apa,
tiara: besok aja ci, lebih enak kalo langsung,
suci: yaudah besok aja,
akira: nanya apaan sih,
suci: udah besok aja, sekarang mau bobok syantik dulu, bhayy akira ku sayank,
tiara: udah ra, gw mo tidur dulu baii,
akira: ah, oke baiii.
"akiraa, woy, buka pintunyaa" teriak rissa dari luar kamar akira,
"rissaa jangan ributt!!"
"iya paaa" jawab rissa yang bisa mendengar nada bahwa papanya marah,
"orang lagi enak tidur juga, keganggu buat tu anak" gumam zavian lalu kembali melanjutkan tidurnya,
"sumpah ini suara kaka gw kek toa, gede amaat, bangunin orang sekomplek pasti pada bangun inii" omel akira yang mulai beranjak dari kasurnya,
"cepetan raaa!"
"iya sabar kakk, lagi jalan inii" jawab akira sambil membuka pintu kamarnya,
"ngapain sih, udah malem inii" kata akira yang bersandar di tepi pintu,
"kaka mau tidur disini boleh yah, yah" mohon rissa,
"emang ngapa ga dikamar kaka aja sihh?" tanya akira
"gw mo curhat ****, udah sonoh" jawab rissa yang langsung nyelonong masuk ke kamar akira,
"enak banget idup tu orang, cih" akira berdecih kesal,
"lo mau curhat apa?" tanya akira yang kembali ke kasurnya,
"jadi gini, lo kenal pacar kakak kan?" tanya rissa,
"bang billy?, emang kenapa?, bang billy baik kok" jawab akira,
"baik dari mananyaa raa"
"baik kok keliatannya"
"lo tau ga..." kata rissa yang sengaja digantungnya,
"ya gatau lah" jawab akira,
"jadi tuh ya, si billy udah punya istri, dasar ********" lanjut rissa sambil mengumpati billy,
"kasian gw sama lo kak" kata akira memasang muka kasihan,
"jan sok kasian lo sama gw"
"nih ye kak, lo tuh terlalu sering dimainin sama cowo, entar lu ga nikah' gimana, mending sekarang lo nyari yang bener' tulus"
"ra" panggil rissa,
"apa?"
"gw mo nangiis, entar kedengeran ga yah ke kamar mama sama papa?" tanya rissa,
"yah kedengeran lah kalo lu jerit' kan suara lo kek toa mesjid" jawab akira,
"yaudah gw mo nangis dulu yah, gabakal jerit kok"
"dahla lu tidur aja gw mo nangis dulu hiks" suruh rissa sambil segukkan, "bentar kok cuman lima menit"
"iya deh serah" jawab akira sambil menarik selimut yang ada di kakinya,
"ra, katanya besok mau pergi sama keluarga arvin, suci sama tiara yah?" tanya rissa yang sudah nangis,
"udah nangis nya?" tanya balik akira,
"udah, kan gw bilang cuman lima menit" jawab rissa, "lu jadi bener kalian mau pergi?" sambung rissa,
__ADS_1
"iya, ngapa, lu mau ikut?"
"yah sebenernya gw mau ikut sih, tapi kan gw banyak acara, gw kepengen ngedrakor sama suci" jawab rissa,
"sok sibuk lo, emang ngapain aja"
"sebenernya gw pulang ke indo tuh lagi ada kerjaan, gw membintagi film layar lebar, walaupun gw gamau jadi peran utama tapi gw tetep ikutan jadi peran pendukung" jelas rissa,
"lu ngapa selalu gamau jadi peran utama sih kak?, padahal banyak banget yang nawarin lo buat jadi pemeran utama" tanya akira,
"yah gw gamau aja, soalnya pemeran utama sering banget syutingnya, gw mager mau syuting terus" jawab rissa,
"serah deh kak, serah!"
"jadi jadwal gw besok, pagi syuting, siang ke nikahannya william, nah baru entar malem syuting lagi" gumam rissa yang terdengar oleh akira,
"hah?!, apa kak apa?, ke nikahan william?" tanya akira terkejut,
"emang lo gatau?"
"engga, bang lyam nikah?!, apaan sih kak?" kata akira yang tak tau apa-apa,
"ah, itu, bukan william kita, itu william temennya kakak" jawab rissa,
"perasaan gw kaka gapernah punya temen yang namanya william deh"
"emang lu tau semua temen gw?, temen gw banyak raa!"
"udah ra, tidur sonohh" suruh rissa,
"yasudahlah" gumam akira dan kembali tidur,
"udah pada mandi kan, sini makan" ajak renaya,
"iyaa" jawab mereka,
"rissa, semalam ngapain kamu ribut ribut?" tanya zavian,
"rissa kepengen tidur sama akira pa, hehe" sengir rissa,
"sebenernya mau tidur sama claudy, tapi baru inget mereka udah nikah jadi, gajadi :\)" sambung rissa,
"lu kapan nikah kak?" tanya davin sambil memakan makanannya,
"babiq" umpat rissa,
"saaa" panggil renaya yang mendengar itu,
"iya maa" jawab rissa pasrah,
"apa lo bilang?, ulang ulangg" kata rissa berapi\-api,
"udah, udah makan, kalo ada yang ribut papa suruh makan diluar" kata zavian,
"iyaa paa" jawab mereka,
"tapi emang kasian sih kakak sampe sekarang belum punya pasangan, cariin kek pa" kata geraldy,
"hei, sssttt" bisik claudya ke geraldy,
"ga pa, gamau, rissa mau cari sendiri, awas ya lu, mentang-mentang udah nikah ngencengin gw lu?" marah rissa,
"yaudah, entar papa cariin, kamu juga cari sendiri" jawab zavian,
"entar mama cariin juga dehh" sambung renaya,
"serah kalian serahh!" teriak rissa,
"cherry, gimana kamar lo?" tanya akira ke cherry,
"bagus banget sumpah, tipe gw banget!" jawab cherry semangat,
"tipe lu kira cowo" kata akira,
"hehe, tapi beneran ra, bagus bangset suer" jawab cherry lagi,
"iyee iyeee" jawab akira,
"kak rissa ikutan ga entar?" tanya gavin,
"engga, kaka gabisa, lagi sibuk" jawab rissa sambil memakan nasi nya,
"oiya kak, entar pas acaranya mau mulai hubungi kami yah, entar kami nyusul" kata geraldy,
"iya iyaaa" jawab rissa yang masih marah sama mereka,
"eh, kalian kenal sama temennya kak claudya yang william itu?" tanya akira penasaran,
"ah, iya william itu temen kecil nya rissa" jawab renaya,
"ohh, gituu"
"namanya mirip ma bang lyam yah" gumam akira,
"akiraa!!" teriak suci dan tiara yang diiringi suara bel,
__ADS_1
"iya iyaa bentarr" jawab bi ina,
"non suci sama non tiara toh?, silahkan masuk, mereka lagi makan didapur"
"iya bi ina makasih ya" jawab sucu dan tiara,
"eh kalian udah dateng?, sini sarapan dulu" ajak renaya yang milihat suci dan tiara,
"gausah tan, udah tadi dirumah" jawab suci,
"iya tan" sambung tiara
"kalian udah dateng?, duduk" ajak akira,
"iya ra" jawab mereka,
"suciii!!, tiaraaa!!" teriak rissa langsung memeluk mereka berdua,
"eh kak rissa, kapan datengnya?" tanya tiara,
"baru kemaren dek" jawab rissa,
"kak, besok kita ngedrakor yokk!" ajak suci antusian,
"ayok ayokkk!" jawab rissa yang tak kalah antusias,
semuanya menggeleng tak percaya.
"cepet banget berubahnya suasana hati ni orang" kata geraldy yang disetujui yang lainnya,
"rissa!" panggil zavian,
"ya pa?" jawab rissa,
"kamu mau ikutan kan pas makan malam sama keluarga narendra kan?" tanya zavian ke rissa,
"ada makan malam sama keliarga narendra?" tanya rissa balik,
"iya" jawab zavian,
"yaudah rissa ikutan deh, bisa dibatalin syutin malam nya, tapi kalo pagi gabisa" jawab rissa,
"yaudah, kalo suci sama tiara mau ikut ga?, kita bikin acaranya sih disini" tanya zavian,
"acara apa om?" tanya suci,
"cuman acara makan-makan dan barbeque biasa" jawab zavian,
"kalo tiara gabisa om, soalnya entar malam juga ada acara dirumah tiara" jawab tiara,
"suci juga om, mau jagain kakek di rumah sakit" jawab suci,
"yaudah gapapa"
"emang kakek kamu sakit apa ci?" tanya renaya,
"panas tinggi tan, beberapa hari ini belum turun" jawab suci,
"yaudah entar kapan' kami jengukkin kakek kamu yah" kata renaya,
"iya tan, makasih" jawab suci,
"ka ngedrakor sekarang aja yok" ajak suci,
"iya ayo, mumpung mereka lagi makan" jawab rissa,
"kamu mau yang mana?" tanya rissa,
"yang ini aja kak" jawab suci menunjuk laptop rissa,
"okee!" jawab rissa sambil mengklik drakor yang dipilih suci,
"yee mulai deh, gw jadi nontonin drakor kan jadinya" kata tiara,
"coba sini tiara, cerita yang ini hebat tauu" kata rissa menarik tiara yang hendak pindah ke kursi lain,
"iyaa kak iyaaa" jawab tiara pasrah,
"ra, itu suci sama tiara yang sering main kesini kan?" tanya cherry,
"iya" jawab akira,
"lo udah lama ga ketemu mereka kan?, udah serapa taun?" tanya akira,
"sekitar dua taunan, gw ketemu mereka cumab dua kali" jawab cherry,
"entar kenalan lagi aja" kaat akira,
"iya" jawab cherry,
"kak suci, kak tiara, entar kita naik tornado yah!, yang pusing kalah okey!" ajak davin,
"siapa takutt" jawab mereka percaya diri,
"kita kasih dua kelompok, kak suci sama kak tiara, davin sama gavin" kata davin,
"okee" jawab mereka bertiga menyetujui ucapan davin,
__ADS_1
setelah makan mereka langsung kerumah arvin, dan pergi dengan mobil masing-masing, mama arvin bersama dengan papa arvin, renaya bersama dengan zavian, claudya sama geraldy, davin dan gavin sama rissa, dan akira, cherry, suci dan tiara sama arvin,
TERIMA KASIH😊😄