
setelah selesai makan mereka langsung menuju ke kelas karna bel masuk telah bebunyi, dan akira segera berpamitan dengan william.
"eh udah bel tuh kekelas yuk" ajak maudy,
"iyaudah entar kita ke tempat bang lyam dulu gw mau berterima kasih ini udah traktir lorang makan" kata akira,
"yaudah ayo kita pamitan dulu sama pacar ku" kata oma,
"ewww" jawab yang lainnya,
"itu bang william pacar adek yaaa" kata raisa,
"apaseh apaseh apasehhh" balas oma,
"udah udah ribut mulu heran" kata akira sambil berjalan ke meja abangnya,
"bang lyam" panggil akira didepan meja william,
"hoh?" tanya william melihat kearah akira,
dannn gaess mereka berenam terpaku ketika melihat william duduk bersapingan dengan temannya dan melihat kearah mereka "nikmatnya ciptaan tuhan" gumam mereka kecuali maudy, yah gatau kenapa maudy itu kalo soal cowok ga terlalu kayak kami yang lainnya, atau mungkin dia ada trauma masa lalu juga kami gatau, kami berenam hanya memaklumi (sebenarnya bukan gitu, malahan bahagia gitu kalo maudy ga terlalu mau rebutan mereka karna yah gitu saingan berkurang).
"apasih raa?" tanya william heran melihat mereka terbenggong,
"eh eh kalian kok gini lagiii?" kata maudy panik,
"eh eh woy sadar woooyy" kata maudy menyadarkan teman-temannya,
"omaaa😢, oma ileran tuhhðŸ˜" kata maudy,
__ADS_1
"cindy lu jangan nangisssðŸ˜" kata maudy sambil menyadarkan mereka,
"imut" gumam willyam ketika melihat maudy yang sedang panik
"ciptaan tuhan mana lagi yang kau dustakan" gumam mereka,
"woy dek, dek" panggil william menyadarkan akira, yah mendengan suara abangnya yang kebinggungan dan melihat maudy yang sangat-sangat kebingunggan sambil menyadarkan teman yang lainnya akira pun tersadar,
"hah?!!" jawab akira terkejut,
"apa sih dek, kamu mau bilang apa?" tanya william,
"enggak bang ini sebenarnya mau bilang kalo makasih yah udah traktir kira sama temen-temen kira makan" jawab akira,
"iya kok gapapa lain kali kita makan rame-rame yah biar abang yang traktir" kata william,
"makasih yah bang" kata mereka yang setengah tersadar,
"iya sama-sama hahaha" kata william yang tertawa melihat kelakuan mereka,
yah gitu deh kalo mereka udah duduk jempetan bedua kayak gitu bisa menguncangkan satu sekolahan, karna itu biasanya kalo makan mereka bedua gamau duduk bersebelahan karna takut membuat masalah,
#sesampainya di kelas#
jiwa mereka belum terkumpul sepenuhnya ketika sedang dijalan dan masih setengah sadar, dan ketika sampai dikelas mereka mulai heboh sendiri.
"ini nih kenapa gw mau masuk sma ini karna dari gosip yang gw denger kalo sma ini tuh banyak serpihan-serpihan berlian berkeliaran" kata zelila,
"kan ade jadi binggung mau sama bang william ato sama temennya ituu" kata raisa galau,
__ADS_1
"au ah gw juga galauuu iniiiii" kata oma,
"kalo gw udah dapet, gw temennya bang william aja" kata cindy,
"kalo gw mah masih tetep sama bang william soalnya ganteng nya ga ketulungann" kata oma yang gatau malu padahal dia udah ileran tadi,
"au ah gw bingooongg gw mau cari yang lain aja ah siapa tau kann dapet serpihan berlian yang sedang bersembunyi" sambung zelila,
"eh bener juga tuh, mulai sekarang gw udah sah ganti nama geng kita "pemburu cogan" kata cindy,
"alay banget anj*ng!!!" kata mereka ngegas,
"wah gila kalian tau ga, meja sono tuh gapernah sepi loh dari awal gw masuk sekolah pasti selalu cewe-cewe yang kesana, apa mungkin cowo disitu ganteng banget yah?" tanya akira penasaran,
"eh emang iya?" tanya raisa,
"nah tanya noh sama ratu gosip, woy zel lu dapet kabar ga?" tanya lilis,
"hmm, gw sih ada denger kabar kalo dikelas ini ada dua anak pemilik sekolahan, satu anak pemilik sekolahan ini yang satu lagi anak pemilik sekolahan SMA perjuangan, kalian tau kan dua sekolah ini sangat terkenal di indonesia selain anak-anak yang sekolah di dua sma ini banyak yang berbakat dan dua sekolah ini sangat mahal bayarannya kedua sekolahan ini dipegang oleh dua pemilik perusahaan besar dan yang meng investor sekolahan ini adalah ceo suatu agengsi" jelas zelila panjang lebar,
mendengar itu akira dan raisa saling melirik.
"ah?, eh?, gitu yah? udah yok itu gurunya udah masuk" kata raisa yang sepertinya sedang gugup,
"i iyaudah yok duduk ke tempat masing-masing" kata akira,
akira langsung duduk ke bangkunya tetapi melihat arvin sedang tidak ada disitu.
TERIMA KASIH😊
__ADS_1