Sahabat Masa Kecilku

Sahabat Masa Kecilku
pacaran?


__ADS_3

setelah makan mereka semua langsung menuju ke kelas, dan melanjutkan gibah-gibah syantik.


"jadi gaes, saya mau melanjutkan pembicaraan tentang si misterius" kata dysa,


"hm hm, yang saya tau bukannya kemarin akira kekonci di dalem gudang sama tuh couo yah?" kata lilis,


"siapa bilang?!!" tanya akira terkejut,


"adek, hehe^^" jawab raisa tak berdosa,


"bunuh aja gw bunuhh!!!" teriak raisa sedikit mendramatis kan,


"alay!!!" zelila ngegas,


"berisik woy!!!" kata farrel yang tiba-tiba ngegas,


"apaan sih" kata cyndi sinis,


"udah, udah lanjut" kata zelila


"lah emang kenapa sih ra?" tanya maudy,


"yah, kalo ketauan gw pasti jadi musuh cewe-cewe se SMA,


"iya juga sih" kata cherry membuka suara,


"jadi lu udah tanya belom nama nya siapa?" tanya lilis,


"iya gw tau" jawab akira,


"siapa ra, siapa?" tanya mereka langsung mendekat ke akira,


"rahasiaaa" kata akira mempermainkan mereka,


"ra kasih tau raaa" kata cyndi,


"nama orang oy, gaboleh disebarin, siapa tau dia ga mau namanya diketahui banyak orang" kata akira,


"terserah, terserahh!!!" kata mereka mereka,


tak lama kemudian revan datang sambil barlari dan langsung mengenggam tangan akira membawa akira lari, melihat itu sekelas pada melonggo dong.


"wah gilak akira gercep banget, baru aja mau nambah gebetan" gumam lilis,


"masyaallah dipegang dong" kata cherry,


"ngenggam tangan ku saja mas, jangan akira" sambung dysa,


"kek nya kak akira ga jomblo lagi deh" gumam raisa,


"tuhan, bisa ngga tuker posisi sama akira!!!" teriak cyndi,


"akira ku sudah gede" gumam maudy,


"dapet gosip baru yaallah, dijual pasti mahal" kata zelila sambil berhitung,


melihat kejadian itupara ciwi-ciwi lainnya yang ada di kelas 10-3 pada mau keluar, ada yang gigit semua benda yang ada ditangannya menahan agar tidak menghujat.


"sok kecantikan banget sih" kata salah satu cewek dari kelas tersebut,


"dasar cewek ganjen" kata temannya temannya,


"pasti udah ngerasa yang paling cantik" sambung yang satunya lagi,

__ADS_1


"cantikan juga gw dari dia" kata ciwi tersebut,


"akira kuuu!!!" kata para cowok yang ada dikelas 10-3,


"woy!!!" teriak cyndi kepada cewek-cewek sok kecantikan itu,


"allahuakbar terkejot" kata raisa yang tadi nya mengingat-ngingat kepergian akira dan revan,


"emang kalian cantik hah?!!, ngatain akira kek begitu kalian pernah ngaca gasih?, ada kaca ga dirumah?!!" teriak cyndi kepada mereka murka,


"entar, entar gw ada, nih pake jangan takut liat muka sendiri yah" sambung lilis sambil memberikan kacanya kepada mereka,


"masih butuh lagi?, gw juga ada ini, mau?" tanya zelila,


"ini gue juga masih ada" kata cherry dan raisa sambil mengeluarkan kacanya,


"yaampun ka, mulutnya dijaga, belom pernah tuh mulut disiram paka cabe rawit yang udah di giling kan?, kalo pengen, mau saya bikinin" kata raisa,


"gini yah para nona-nona bangsawan, kalo cantikan elu dari akira kenapa tuh cowok ngegenggam tangannya akira bukan elu?, secarakan elu cantik mending tuh cowok ngegenggam tangan elu dari pada akira" kata maudy mulai panas,


"tangan ku ingin menggampar orang rasanya" kata cherry sambil menggosok kedua tangannya,


"gelud hayok gelud" kata cyndi turun dari meja yang di duduki nya,


"ingin ku mengeluarkan kata-kata kasar ku" kata lilis,


"udah yok keluar, gw lupa kalo ada temen nya si ganjen,


"ngomong gitu sekali lagi gw tampar!!!" teriak arvin kepada mereka,


"dah yok kekelas gw aja" ajak temannya sambil berbisik karna takut,


akhirnya mereka keluar kelas dan menuju ke kelas sebelah,


"sama, emag anjng tuh cewe" kata cyndi,


"gak terima yah gw" sambung raisa,


"bentar gw mau beli minuman dulu, mau nenangin hati jiwa dan raga, ada mau nitip ga?" kata zelila,


"gw" jawab mereka berlima,


"gua ikut lu aja" kata cherry,


"yaudah ayo" ajak zelila,


 


sedangkan akira dan revan.


"mana pacar lo?" tanya wanita cantik bartubuh langsing dan berambut panjang yang sepertinya kakak kelas,


"ini pacar saya, mulai sekarang jangan ganggu saya lagi" jawab revan sambil menunjuk akira,


"pacar?" kata akira dalam hati


"lo emang pacarnya revan?" tanya kakak tersebut kepada akira,


mendengar itu akira binggung akan menjawab apa, lalu revan mengenggam tangan akira dengan erat.


"iya benar kak saya pacarnya revan, emang kenapa kak?" kata akira,


"gapapa" jawab wanita tersebut dengan tampang dinginnya,

__ADS_1


"revan dengar baik-baik yah, awas kalo lo bohong sama gw, dan kalo sampai gw dengar kalo lo bohong gw bakalan sebarkan rahasia lo" ancam wanita tersebut,


"terserah" jawab revan dingin,


melihat itu teman sekelas wanita tersebut langsung heboh,


"wah gila, felly ditolak mentah-mentah, mana tuh cowok langsung bawa pacar lagi" kata teman sekelas felly,,


"ayo akira kita keluar" ajak revan,


 "ah, i... iya van" jawab akira dengan tangan yang masih digenggam revan,


ketika mereka akan melewati pintu keluar kebetulan ada william yang baru saja akan masuk ke kelasnya.


"loh kira?" kata william terkejut,


"lah bang lyam?, abang kelas ini?" tanya akira,


"iya ra, kamu ngapain disini?" tanya william balik,


"enggak ada apa-apa bang, udah ya bang akira balik ke kelas dulu" kata akira dan sekarang sebaliknya akira yang menarik revan lebih dulu,


"siapa lo?, pacar?, selingkuhan?, ato elo selingkuhannya dia?" tanya felly,


"sembarangan lo yah, akira itu adek gue!, awas kalo lo sampe macem-macem sama akira" ancam william,


"terserah lo deh, adek kandung?" tanya felly kembali,


"enggak gw kan anak tunggal, seperti yang lo tau, akira itu sepupu gw" jawab william,


"wow, jadi dia sepupu elo?" kata felly terkejut,


"kayaknya bakal seru nih" kata felly yang kembali ke tempat duduknya,


"william kenapa lu pinter banget sih, pake keceplosan didepan felly yang serba tau ini" gumam william,


felly adalah salah satu anak konglomerat yang bersekolah di SMA tunas harapan, felly banyak mengetahui rahasia yang kebanyakan orang tidak tau.


ketika akira dan revan berjalan untuk ke belakang sekolah agar revan bisa memjelaskan semuanya, mereka menjadi sangat mencolok apalagi revan belom melepaskan genggamannya dari akira,


cherry dan zelila yang tadi keluar untuk membeli minuman langsung memanggil akira karna arahnya bukan ke kelas 10-3,


"woy ra lu mau kemana?" teriak cherry,


"bentar, bentar lagi gw masuk" jawab akira yang tidak berhenti berjalan,


"woy van, lepasin napa?, gaenak diliatin" kata akira,


"enggak mau, lo liat kan mereka gamau ngejar gw pas pegang tangan lo" jawab revan,


"mas revan hatiku potek mas"


"kurelakan saja revan untukmu, karna ku sadar diri dirimu lebih cantik, huaa!!!"


"gaberani deketin lagi, cewe nya cantik"


"eh pantes gw udah tembak sampe 4 kali ditolak mulu, lah pacarnya cantik"


"ku menyerah revan"


kata para siswi yang menyerah.


TERIMA KASIH😊

__ADS_1


__ADS_2