
"cherry, sepupunya akira" kata cherry mengulurkan tangan kepada suci dan tiara,
"eh, cherry yang pernah ketemu berberapa taun yang lalu?" kata tiara terkejut sambil membalas jabatan tangan cherry,
"cherry yang kejedot terus itu yah?" sambung suci,
"iya hehe" sengir cherry,
"masih inget yah ternyata" ucap akira yang ada diepan,
"iya dongg" jawab mereka bersamaan,
"eh, kita ngikutin yang didepan aja ra?" tanya arvin,
"iya, tapi kalo lo mau duluan juga gapapa" jawab akira,
"gw ngikutin yang didepan aja lah"
ketika sampai mereka berpisah, orang tua sepertinya sedang ada urusan dan pergi sebentar ke mall, sedangkan yang lainnya heboh sendiri, dan rissa langsung berangkat ke tempat syutingnya selesai nganter davin dan gavin.
"ayo kak suci, kak tiaraa!!" ajak gavin semangat,
"ayoo!!" jawab mereka berdua tak kalah semangat,
"ka akira, ka cherry, ma bang arvin ga ikutan?" tanya davin,
"gausah deh, kalian aja, kita nungguin dibawah siap-siap entar kalian pada muntah" jawab arvin yang juga disetujui oleh akira dan cherry,
"okee" jawab mereka dan langsung menaiki wahana tornado tersebut,
setelah beberapa menit mereka junkir-balik di udara akhirnya turun dengan muka pucat dan langsung muntah-muntah,
"tuh kan, udah ada feeling gw gaada yang sanggup" gumam cherry,
"****** kalian, masih mau main lagi?" ucap akira,
"minum woy, minumm!" kata arvin memberikan minuman kepada mereka,
"jadi siapa yang menang?" tanya gavin,
"yah kami lah" jawab suci,
"gaada yang menang gubluk" sambung akira disela percakapan mereka, "lorang kan pada muntah-muntah"
"gabisa gabisaa!, siapa yang muntah duluan itu yang kalah" ucap suci tak mau kalah,
"siapa yang muntah duluan?" tanya arvin,
"gw hehe" sengir tiara,
"hahahaa!!, kita yang menang" kata davin dan gavin bertos ria,
"yaudahlah, kalian mau apa?" tanya suci,
"traktir es krim disana, gw tiga gavin tiga" jawab davin,
"yaudah ayoo!" jawab suci,
suci dan tiara pun menepati janjinya membelikan es krim untuk davin dan gavin, setelah memakan es krim, mereka langsung lanjut main sampai para orang tua kembali,
jam 11.24
"tuut tuut tuut" getar hp renaya yang ada diatas meja,
"hallo sa, acaranya udah mulai?"
"udah, ma kalian langsung aja kesini" jawab rissa di seberang sana,
"yaudah, kita langsung berangkat" jawab renaya,
"oke, assalamualaikum" salam rissa menutup telpon,
"waallaikumsalam"
"udah mulai?" tanya lia mama arvin,
__ADS_1
"udah yok berangkat" ajak renaya segera bersiap-siap,
"udah yok" jawab geraldy beranjak dari duduknya
"udah mau pegi?" tanya akira,
"iya, entar kalo udah mainnya langsung pulang yah" jawab renaya,
"arvin, jagain mereka yah" titip zavian,
"tenang aja om" jawab arvin,
"mau kemana lagi kita?" tanya tiara,
"temenin gw ke supermarket dulu yok, ada yang perlu gw beli, eh gimana kalo entar kita nonton aja?" ajak suci .
"bagus juga, entar kita nonton film ini aja" jawab cherry menunjukkan hpnya kepada suci,
"iya yok, gw kepengen banget nonton tu film, ke supermarke dulu yok"
"yaudah ayo" jawab akira,
"farrel?!!" kata cherry dan akira terkejut,
"ah, silahkan taroh barang kalian, mau saya totalin" kata farrel yang acuh tak acuh dengan kehadiran mereka,
"farrel yang dibelakang?" tanya arvin sambil menaroh minuman di kasir,
"iya" jawab akira,
"gilak, gans banget njirr!" heboh suci,
"gatau malu" ucap tiara,
"gw tabok juga entar lu" ucap suci yang sudah menyiapkan tangannya untuk menabok tiara,
"farrel, lo kerja sambilan disini?, cape ga?, gw juga pengen kerja sambilan, berapa bayarannya rel?, kalo mahal gw juga mau" kata cherry memberikan farrel banyak pertanyaan,
tetapi farrel hanya bersikap sedingin es dan tak berniat menjawab pertanyaan cherry
"kaka buat apa kerja sambilan?, papa sama mama kaka kan ngirimin duit tiap bulan, emang gacukup?" tanya davin yang berada disamping cherry,
"ini udah gw totalin semua" kata farrel sambil memberikan belanjaan yang sudah di total,
"berapa?" tanya akira,
"seratus empat puluh ribu lima ratus" jawab farrel,
"nih" kata akira sambil memberikan uang seratus ribu dua lembar,
"ini kembaliannya, terima kasih"
"iya sama-sama" jawab mereka,
"kesian, tadi kak cherry dikacangin sama tuh cowo" kata gavin yang duduk dibelakan sekali,
"dari tatapan matanya gw udah tau, pasti kak cherry suka ma tu cowo" sambung davin dan diberikan jempol oleh yang lainnya,
"kalian masih kecill!" ucap cherry kesal,
"udah, si cherry lagi pms"saut arvin dari depan,
"entar kalian digiling pake ni mobil" sambung akira,
"oke siip, tutup kuping, tutup mataa, jan dengerin mereka" gumam cherry sambil menutup kedua kupingnya dan matanya,
"dah sampe, si cherry tidur?" kata akira sambil melihat kebelakang,
"iya keknya" jawab tiara,
"woeyy, ryy!!, woeey!, bangunn!" teriak akira,
"biasa aja kali kak, jan jerit-jerit" protes davin,
"entah nianak" sambung suci,
__ADS_1
"hah?!, apa?, udah sampe?" tanya cherry yang baru terbangun dari mimpi indahnya,
"iyaa!" jawab mereka bersamaan,
"yaudah yok nontonn!" jawab cherry yang keluar dari mobil,
"lah, gimana bisa langsung semangat?" tanya tiara dan suci bingung,
yang lainnya hanya menggidikkan bahu, karna tau suasana hati cherry akan kembali baik kalo dia udah tidur, seakan tidak terjadi apa-apa sebelumnya,
jam 04.30
"eh udah mainnya yok, cape gw" kata arvin,
"entar bang bentar lagii!!" jawab davin dan gavin yang sedang asik main permainan yang di timezone,
"kalian main yang itu udah lebih dari tujuh kalii, masih mau main lagi?" tanya akira yang udah kecapean,
"njirr!!, udah jam empatt" kata suci dan cherry terkejut,
sedangkan tiara asik memakan rotinya dan duduk di sanping akira,
"apaa!!" kata davin dan gavin yang juga terkejut,
"lupa waktu omegatt" sambung cherry,
"yaudah yok pulang" ajak tiara,
mereka mengantar suci dan tiara sebelum akhirnya pulang,
ketika sudah sampai di rumah para orang tua sedang menyiapkan makanan untuk makan malam bersama keluarga narendra, keluarga arvin juga ikut acara makan-makan karna bukan acara yang formal,
"eh, tan, om, arvin boleh ajak temen arvin kesini ga?, kemarin udah janjian mau main ke rumah arvin, tapi lupa kalo ada acara" izin arvin ke renaya dan zavian,
"ajak aja vin, lebih rame lebih bagus" jawab zavian,
"iya, lagian keluarga narendra juga gabakal keberatan kok" sambung renaya,
"oke, makasih ya om, tan" jawab arvin,
"heran gw bang sama lu, kalo sama orang tua
aja pasti sopan, kalo ma gw gapernah tuh" kata davin menghampiri arvin,
"ye buat apa gw sopan ma lu, lagiankan tuaan gw dari lo dav!" jawab arvin, "lagian seharusnya lu yang sopan ma gw" sambung arvin lagi,
"yeee, serah deh bang" jawab davin,
"eh ra, gw mo ngajak vano ma raka kesini bisa ga yah?" tanya arvin,
"yaudah ajak aja, lagian kan mereka temen deket lo, gapapa kasih tau mereka keluarga gw" jawab akira,
"yaudah, gw mau hubungi dulu" kata arvin membuka hp nya,
"iyaa" jawab akira dan kembali pada kegiatannya,
PANGGILAN TELPON 4 ORANG:
"hallo vano, raka, revan"
"hah?!" jawab vano,
"gajadi main ke rumah gw"
"kenapa?" tanya revan,
"kalian sih jadi ke rumah gw, tapi ga main di rumah gw, tapi rumahnya akira, mereka lagi ngadain acara makan-makan, dan keluarga gw juga ikut" jawab arvin,
"yaudah yokk, kesanaa!, gw mau makann, lagian juga penasaran sama rumahnya si akira inii" heboh raka,
"oh, oke" jawab revan singkat,
"yaudah gw ikutan aja" sambung vano,
panggilan ditutup.
TERIMA KASIH😊😄
__ADS_1