
BAB 13.
Malam hari pun tiba.
aku melihat Intan sudah dirumah.
"Dari mana aja kamu Dio?" tanya Intan
"Tadi keluar bentar menghirup udara." *jawabku dengan berbohong lagi
dalam hati Intan*...
aku tau kamu pasti baru dari rumah Naya.
"Papa temani Putri Nonton tv dong." ajak Putri
"Sayang kali ini kamu sendiri dulu ya, Papa mau bicara sama Mama sebantar." pinta Dio
"Intan aku mau kita bicara berdua di samping rumah sambil duduk duduk santai." pintaku
Aku pun berjalan menuju ruang samping rumah.
"Mau bicara apa Dio?" tanyaku penasaran
"aku cuma mau bilang. kantor memindahkan tugasku keluar kota. aku mau minta pendapat sama kamu gimana kedepannya."
dalam hatiku...
{pindah tugas, bukannya Dio sudah dipecat oleh perusahaannya}.
"Kamu yakin pindah tugas Dio?" tanyaku
dalam hati Dio...
{apa Intan tau aku dipecat dari kantor.}
"loh kok diam?" tanyaku sekali lagi
" iya aku pindah tugas dari kantor."
"mana bukti kantor menyuruh kamu pindah tugas. udah lah Dio kamu ngaku aja samaku. aku bisa kok menerima semuanya."
"iya nanti aku kasi bukti sama kamu, surat pindah tugasku. ngaku apa si maskud kamu Intan. aku gak paham."
aduuuh aku keceplosan...
"Iya kamu ngaku aja samaku. kalau kamu ngak pindah tugas. atau siapa tau ada hal yang kamu sembunyikan dari aku."
"aku gak pernah menyembunyikan sesuatu sama kamu Intan."
"kalau kamu Jujur aku gak bakal marah sama kamu Dio, siapa tau aku bisa bantu kamu demi keluarga kita dan demi Putri."
"kamu ini ada ada aja ya Intan. apa yang harusku akui sama kamu. aku benar benar pindah tugas oleh perusahaanku."
"oh baik lah, kalau kamu memang pindah tugas. apa kamu mau terpisah dari aku dan Putri?" tanyaku
__ADS_1
"Makanya aku tanyak sama kamu."
"ngak perlu kamu mau tau jawabanku. kamu pasti sudah tau apa jawabannya. kalau kamu memang mau melanjutkan bekerja disana. silahkan aku gak memaksa kamu untuk tinggal disana. asalkan kamu disana tidak selingkuh."
"aku gak selingkuh dari kamu. kenapa kamu tiba tiba mengucapkan kalimat selingkuh. kamu menuduhku selingkuh ya Intan."
"aku gak menuduh, aku cuma memastikan kamu silahkan pergi dari sini dan bekerja disana. asalkan kamu tidak selingkuh dan kamu ingat bahwa ada Putri yang butuh perhatian dari Bapaknya."
"Aku akan datang kesini setiap Sabtu dan Minggu itu mungkin cukup buat aku dan Putri bermain dan memberikan perhatian padanya."
"baik pergilah sana. kalau memang alasanmu pindah kerja. bukan karna wanita lain. pergilah."
akupun meninggalkan Dio yang masi disana.
dalam hati Dio ...
apakah Intan tau bahwa aku sedang selingkuh. apa yang dibilang Intan itu semata mata dia memberi kode padaku.
aku tidak mungkin jujur pada dia. aku gak tega melihat dia bersedih. dia pasti lelah mengurus Putri dan pergi bekerja.
mungkin dengan cara ini aku bisa menjauh dari Naya dan akan memulai hidup baru lagi dengan Intan dan Putri.
mereka adalah keluarga ku yang sesungguhnya. bukan Naya. Naya hanya mantan pacar.
walau ku tau aku sudah menikah dengan Naya diam diam tanpa Intan tau.
mungkin sekarang aku harus berangkat. aku gak mungkin disini. dan kalau Intan tau aku dipecat.
Intan akan marah padaku, dia akan ledeki aku lagi. selama ini ijin meeting tau taunya dipecat.
Dio masuk kekamar. dan mulai beres beres untuk segera pergi dari rumah. dan mencari pekerjaan lagi untuknya.
"kamu benaran mau pergi?" tanya Intan
"iya aku pindah tugas."
"Jujur aja deh Dio samaku. aku pasti terima kamu. dengan kejujuranmu itu."
"Intan udah ya, aku itu memang dipindah tugaskan oleh Boss aku keluar kota. udah."
"Yaudha kalau memang kamu bersih keras seperti itu. pergi lah. aku harap hatimu Masi mencintai Putri dan aku."
"Kamu ini kenapa si seperti menuduh aku tidak mencintai Kelian berdua. aku itu sangat mencintai dirimu dan Putri"
Dio menyiapkan barang barangnya. dan setelah itu pamit pergi.
"Putri sayang."
"Papa mau kemana?" sambil menanggis
"Sayang Papa ada kerjaan diluar kota, jadi Papa pergi dulu. Papa janji bakal datang kesini ya sayang. kamu jaga Mama ya."
"tadi Papa bilang kita akan disini. dan Nemani Putri sekolah dan bermain. Papa boOng!!"
"Sayang, Papa lagi ada kerjaan, nanti kalau kita libur sekolah. kita datang ke kantor barunya Papa ya sayang." jawabku meyakinyakan Putri
__ADS_1
Dio pun pergi meninggalkan kami.
lagi lagi. dia pergi dan alasan yang gak masuk akal. Boss nya bilang dia udah dipecat tapi sekarang dia beralasan lagi tentang kerjaan.
aku segera menelpon Reno. untuk mengikuti Dio apa benar dia pergi kerja atau nginap dirumah Naya.
"Ren. Dio pergi Ren." sambil menanggis
"kamu tenang dulu Intan. ada apa coba jelaskan baik baik padaku." tanya Reno yang cemas
"Tadi Dio ngajak aku ngobrol aku pikir dia bakal jujur dengan semua ini. nyatanya dia beralasan padaku bahwa Boss menyuruh dia pindah tugas keluar kota. padahal udah jelas jelas dia dipecat. aku mau kamu ikuti Dio kemana sekarang Ren. tolong."
"Baik baik aku segera mengikuti Dio. kamu jangan sedih dan tetap dirumah ya Intan jaga Putri. kasihan Putri liat kamu nanti menanggis."
Reno mengikuti Dio.
hingga dia sampai kerumah Naya. mereka diluar berdebat sehingga aku mendengar perdebatan itu.
"kamu ngpain kesini Dio. Bawak barang barangmu. udah aku bilang ya Dio. aku gak mau hidup dengan mu yang saat ini gak ada kerjaannya."
"Nay, aku cuma mau pamit sama kamu. karna aku mau pergi jauh. aku cuma mau kita bercerai."
"apa! enak aja kamu menceraikan aku. aku gak mau."
"kamu kenapa si Nay. aku tinggal disini kamu gak ngasi. aku minta cerai kamu gak mau. apa si mau mu."
"aku cuma mau kamu."
"Yaudha biarkan aku disini tinggal Nay. sampai aku mendapatkan pekerjaan baru nanti."
"ngak aku gak mau kamu disini tinggal dan aku gak mau kita cerai. pergi sana."
Reno heran dengan perilaku Naya ke Dio. Dio ingin minta cerai kenapa Naya gak mau cerai dengan Dio. apa yang terjadi. dan apa yang ada dalam pikiran Naya.
Dio yang diusir oleh Naya. lalu pergi.
aku yang masi terus mengikuti Dio kemana pergi.
hingga dia berhenti disuatu tempat. aku mencoba mendekatinya.
"Dio..." kataku
"kamu siapa ya? kok tau namaku." tanya Dio
"ya tau lah. kan aku yang waktu itu temanmu mabuk."
"emm kamu Reno?." tanyanya
"iya aku Reno. itu kamu ingat."
"Hay bro apakabar. maaf ya waktu itu."
"santai aja Dio. Oya gimana hubunganmu dengan istri dan selingkuhan mu itu."
Dio terkejut dengan kalimat Reno mengenai istri dan selingkuhan.
__ADS_1
Bersambung ......