
BAB 7.
Setelah beberapa hari suamiku belum juga pulang, dan Reno juga belum memberikan kabar tentang suamiku.
kata Reno rumah yang dikunjungi Dio dengan wanita itu beberapa hari ini tutup dan tetangga rumah itu juga ngak tau kemana pemilik rumah tersebut.
aku hanya pasrah sama Tuhan, dan ku biarkan saja apa yang terjadi nantinya setelah dia pulang.
seperti biasa kulakukan semua tugasku sebagai istri dan Ibu untuk anakku.
pagi antar Putri sekolah, lanjut bekerja. siang jemput Putri pulang sekolah dan mengantarkan Putri kerumah dan lanjut bekerja.
semua hari hari ku seperti itu. sedangkan suamiku Dio entah kemana dia pergi.
hari ini aku mencoba datang kekantornya setelah istirahat kerja nanti. siapa tau Dio ada dikerjakannya.
jam istirahat pun akhirnya tiba.
aku yang langsung bergegas berangkat menjemput Putri segera mengantarnya pulang, dan langsung berangkat menuju tempat kerja Dio.
sesampainya disana, kutanyak salah satu pegawai dikantornya tersebut.
"selamat siang mba. Dionya ada dikantornya?" tanyaku pada resepsionis
"Ini dengan Ibu siapa ya?" jawabnya
"Saya Istri Dio mba."
"Oh ibu dari kemarin Boss saya ingin berjumpa dengan ibu. mari saya antarkan Ibu keruang Boss saya."
aku pergi keruang Boss Dio.
"Selamat siang Bu Intan." sapa Bossnya Dio
"Selamat siang Pak." jawabku
sewaktu aku bertemu dengan Bossnya Dio. boss nya banyak cerita padaku tentang Dio selama bekerja.
Dio katanya kebanyakan absen dan selalu alasan pulang cepat karna istrinya sedang sakit.
kurang ajar Dio, dia ijin ke Bossnya dengan alasan aku sakit.
__ADS_1
"Maaf Bu Intan, dengan ini saya memecat suami anda. secara teransparan. dan sudah berapa hari ini tidak masuk bekerja, dia minta cuti dua hari alasan mengurus istri sedang sakit. nyatanya anda sehat sehat saja saya lihat. dan ini sudah lewat dua hari. maka dari itu semua fasilitas dari kantor, termasuk mobil dan lain lain kami cabut."
"Maaf Pak atas kelakuan suami saya, apa tidak ada dispensasi buat dia pak?" tanyaku
"Maaf Bu kantor sudah tidak memerlukan orang seperti Dio."
aku pun kembali masuk kantor.
kemana si kamu Dio. kamu gak tau bahwa kamu sudah dipecat. dan enak aja kamu minta ijin membawa bawa nama saya.
untung saja beberapa hari ini pekerjaanku tidak terlalu sibuk, dan Masi bisa aku kerjakan cepat.
aku pun menelpon Reno.
tuuut.... ttuuuttuuut ...
.
"Ya In ada apa.?" jawabnya
"Ren tadi aku habis dari kantornya Dio, dan Bossnya bilang Dio minta ijin dengan alasan aku sakit, dia minta cuti dua hari untuk mengurus aku. dan Bossnya bilang, Dio dipecat dan mencabut semua fasilitas dari kantor."
" Yaudha bagus dong, dengan cara kegini Dio pasti pulang In."
"Biarin aja In biar dia tau rasa. kalau ngak kegini caranya pasti dia bakal gak pulang, tapi setelah dia tau bahwa fasilitas kantor sudah dimatikan, baru dia pulang. kamu tunggu aja dirumah, aku jamin dia pasti datang malam ini. dan ingat kamu jangan tanyak apa apa sama dia. biar dia merasa kamu gak mencari dia, dan jangan kasi tau sama Dio kalau dia udah dipecat dari kantornya. kamu ngerti kan In?"
setelah lama kami menelpon dan membahas Dio akhirnya telpon kami pun selesai.
rasanya gak tega liat suami ku dipecat dari kantornya. dia mau kerja dimana nantinya.
walaupun Dio sikapnya saat ini aneh padaku tapi aku merasa kasihan.
mungkin saat ini aku yang salah, aku gak pernah mendengarkan Dio berbicara disaat dia marah, dan aku hanya memikirkan anakku.
tapi aku gak mau anakku mendengar orangtuanya bertengkar, kasihan Putri mentelnya akan berkurang kalau tau Mama dan Papanya bertengkar.
sebenarnya siapa si yang salah disini, aku sangat lelah memikirkan ini.
Dio kamu pulang dong sayang, kita perbaiki semuanya. jangan menghindar.
pulang dari kerjaan, kupikir Dio sudah pulang, tubuhku sudah lemah memikirkan kemana suamiku. kenapa dia belum pulang saat ini.
__ADS_1
malam tiba tepat di jam 8 malam. aku yang menonton sambil menemani Putri bermain.
"Papa." teriak Putri sambil berlari dihadapan Dio
"Putri kesayangan Papa." sambil memeluknya
"Papa dari mana aja si. Putri kangen banget sama Papa." sambil mengeluarkan air mata
"Papa banyak kerjaan sayang."
Lagi lagi dia berbohong. dalam hatiku aku segera menghampiri dia.
"Darimana aja kamu selama ini Dio.?" tanyaku
"Maaf ya sayang, kemarin malam waktu kita sedang membahas sesuatu itu aku dapat panggilan dari kantor untuk ditugaskan keluar kota selama beberapa hari. dan Tanpa pamit aku lihat kamu tidurnya nyenyak banget gak tega banguninya. aku pergi saja."
lagi lagi kamu berbohong. dalam hatiku
"terus kenapa selama kamu pergi. kamu aku telpon gak aktif.?" tanyaku
"Iya sayang, handphone aku jaringannya gak bagus, kamu tau kan aku kalau di desa jaringannya jelek. Yaudha akukan sudah kembali dengan aman tanpa ada cacat. jadi ngak usah khawatir lagi dong sayang." jawabnya
Ya aku memang khawatir selama dia pergi, tapi ya sudah lah, terserah dia mau berbohong atau tidak. ternyata Reno bener juga ya, setelah kantor mencabut fasilitas dia. Dio akhirnya kembali. dasar laki laki gak tau malu. mau selingkuh tapi pakek fasilitas kantor.
"Kamu kenapa diam sayang?" tanyanya
"Oh gapapa sayang." jawabku
aku gak tau besok pagi apa yang terjadi padamu Dio dikantor. yang pastinya kamu sendiri yang memulai permainan ini dan harus kamu menanggung semua ini.
Dio yang sedang mandi. aku mencoba menelpon Reno.
"Ren Dio udah datang, benar yang kamu bilang Ren." kataku
"Yasudah anggap tidak terjadi apa apa ya In. besok aku akan selidiki apakah wanita itu sudah dirumahnya atau belum. kalau sampe wanita itu dirumahnya berarti mereka memang lagi keluar kota. intinya kamu jangan sampe curiga pada suamimu. biar aku bisa menyelidikinya dengan aman. udah matikan telponnya nanti suamimu tau kamu sedang nelpon aku dan membahas dia. ingat In anggap semuanya kamu tidak tau apa apa."
sepanjang malam aku memainkan skenario yang di inginkan Reno. aku menyambut Dio dengan hangat tanpa marah sedikitpun padanya.
walau yang jelasnya aku ingin marah sekali padanya. tapi dengan marah aku tidak akan mendapatkan bukti yang nyata kalau Dio selingkuh pada Naya.
kalau ingat nama Naya, aku seketika emosi dan ingin menampar wajah Naya. yang tega merebut dan bermain api denganku.
__ADS_1
apa dia tidak berpikir sebelum mendekati Dio bahwa Dio itu suamiku. apa dia tidak jijik dekat sama suami orang yang sudah punya anak. dasar wanita murahan sekali kamu Naya.