
BAB 8.
{Hay kawanku yang baik hati, dan yang masi setia mengikuti kelanjutan cerita ini. di bab delapan ini kita membahas Reno yang sedang seharian menyelidiki atau mengikuti Dio suaminya Intan. apakah Dio berbohong lagi? mari sama sama kita ikuti.} 😊😊
Pagi ini Dio pergi dengan cepat ke kantor katanya.
aku yang langsung menelpon Reno. dan segera Reno mengikuti Dio dari belakang.
saat perjalanan Dio memang saat ini menuju kantor tempat dia bekerja.
Reno menunggu hampir setengah jam.
taklama Dio keluar dengan wajah kesal dan sedih, kali ini Dio tidak naik mobil yang biasa dia naikkan dan bahkan tadi pagi dia masi naik mobil itu.
dengan sadar. ternyata perusahaan Dio memang memecat dia dan benar benar menarik semua fasilitas Dio.
Dio yang keluar dari kantor lalu naik taxi, Reno langsung sigap mengikuti Dio.
sepanjang perjalanan. Reno tau Dio sedang mau kemana, ya lagi lagi Dio kerumah wanita itu.
mungkin Dio ingin cerita pada wanita tersebut.
tak lama Dio dirumah itu. Reno melihat bahwa mereka sedikit cecok. dari raut wajah wanita tersebut Reno bisa menilai.
Dio yang langsung pulang. tampaknya Dio sedang kesal.
Reno pikir Dio pulang kerumahnya, ternyata dia singgah kesuatu tempat . Reno yang langsung masuk bersamaan dengan Dio.
dan Dio memesan sedikit minuman.
cukup tiga gelas Dio minumnya, Reno melihat sepertinya Dio akan mabuk.
Reno yang sigap mengambil gelas dari tangan Dio karna itu adalah gelas kedelapan yang bakal masuk kemulut Dio.
"Hay kamu siapa? beraninya mengambil gelas dari tanganku." ucap Dio ke Reno
__ADS_1
"Hay kenalkan nama aku Reno. saya sudah sering kemari. dan saya baru liat kamu." jawab Reno
"Oh Hay nama aku Dio." sambil bersalaman
"sepertinya kamu sedang ada masalah ya? jam segini kamu sudah mabuk. cerita padaku kawan. kamu maukan berteman denganku." tanya Reno
"kamu tau gak, aku memiliki satu istri yang cantik, baik dan aku memiliki anak darinya. Putri yang sangat cantik mirip Mamanya."
"lalu kenapa dengan istri dan anakmu." tanya Reno
"mereka berdua wanita yang sangat baik padaku. sedangkan aku bapak yang sangat kejam pada mereka." jawab Dio
"masalahnya apa?" Reno penasaran
"sebelum aku mengenal istriku, aku sudah mengenal lama wanita lain." jawabnya
"wanita itu siapa namanya? maksud kamu, kamu selingkuh?" tanya Reno
"bisa dibilang begitu." jawab Dio
"kamu jangan bilang bilang istri ku ya." pinta Dio
"Bagaimana aku mau memberitahukan istri mu sedangkan aku baru mengenal kamu." jawab Reno
Dio pun tertawa.
" hahaha... kamu benar juga." jawabnya
"Intan. istriku bernama intan
awal aku mengenal Intan disuatu acara ulang tahun Naya. Naya itu adalah pacar aku. aku gak sengaja menabrak Intan waktu itu. dia sangat cantik aku jatuh cinta pandangan pertama pada dia. walau aku tau saat itu aku pacaran pada Naya. tapi Intan membuat jantungku berdetak setiap kali aku bertemu dia." kata Dio
"Apa waktu itu Intan tau kamu sudah pacaran sama Naya?" tanyaku
"tidak, aku merahasiakan itu dari dia, karna berkat Intan aku diterima di satu perusahaan tempat aku bekerja saat ini." katanya
__ADS_1
"aku memiliki hubungan dengan dua wanita, aku gak tega memutuskan Naya. Naya wanita yang sangat malang, orangtuanya meninggal dua duanya. Naya gak punya siapa siapa didunia ini." ungkapnya
"apa Naya tau kamu mempunyai hubungan dengan Intan." tanyaku
"Dia tau. dan dia tau dari Intan langsung. Intan dan Naya berteman sejak kecil. Intan tau orangtua Naya meninggal kecelakaan." jawabnya
"apa reaksi Naya terhadap itu semua." tanyaku
"dia memintaku untuk memutuskan Intan, sedangkan aku sangat mencintai Intan. aku gak bisa mengikuti permintaan Naya. hingga akhirnya kami selalu bertengkar. lima tahun aku pacaran dengan Intan sedangkan Naya hampir 12 tahun sampe saat ini."
"Intan menginginkan hubungan yang serius denganku, hingga akhirnya aku menyembunyikan pada Naya bahwa kami akan menikah, walau aku tau pasti Naya tau tentang pernikahan itu dari Intan. Naya mengikhlaskan itu saat bersama Intan."
Dio beberapa kali meminum, aku membiarkannya agar aku tau semua cerita itu.
"aku heran dengan Naya. kenapa tidak mau jujur dengan Intan. sama seperti aku Naya pun heran kenapa aku tidak jujur pada Intan tentang hubungan itu."
"saat kami menikah, Naya menghilang, aku dan Intan mencari dia. saat itu juga aku tidak ingin kehilangan Naya. aku tau Naya itu sedih hingga nyaris ingin bunuh diri akibat pernikahan kami."
"sampai dia mencoba melupakan temannya semasa kecil, namun mereka selalu bertemu dikeadaan yang tidak disengaja. Intan menceritakan pada Naya bahwa kami mempunyai anak putri yang cantik. dia kembali ingin butuh diri."
"Intan pernah melihat aku dan Naya direstoran. namun aku berbohong pada Intan istriku bahwa Naya itu teman meetingku. sekali lagi Intan melihat aku dengan Naya direstoran yang sama, Intan yang bersama Putriku sedang makan, Putri mendatangi meja dimana ada aku dan Naya. namun saat itu juga Intan tau. ada Naya Intan mendatangi Naya. Naya yang sangat benci dengan sahabat dan anakku tidak mau berbicara bahkan melihat wajah istri dan anakku."
"Intan sangat kecewa dengan sikap Naya, namun Intan gak tau gimana perasaan Naya pada saat itu. Intan dan Putri pergi meninggalkan kamu berdua. saat itu aku ingin mengejar istri dan putriku, tapi ada Naya didekatku. sehingga aku lebih memilih bersama Naya.
"kemarin aku bertengkar dengan Intan, Intan bilang kepadaku, kamu lembur terus tapi jabatan mu tidak ada naik naiknya. aku sengaja marah pada Intan untuk menutupi kebohonganku. aku berbohong pada Intan, bahwa aku lembur sibuk meeting. padahal aku bersama Naya."
"aku tau istriku tidak suka kami ribut dirumah karna ada Putri. setiap kali aku kepancing dengan kalimat Intan, aku sadar aku berbohong lagi lagi aku menutupi itu semua dengan marah pada dia."
"hingga aku merasa malu, karna Intan naik jabatan. aku malu pada diriku, istriku yang mengurus suami dan anak bisa naik jabatan sedangkan aku yang berbohong pada Intan."
"wajar Intan marah padaku. aku selalu lembur, pulang malam, pergi kerja pagi pagi sekali. tapi hasilnya tidak ada. ku abaikan putriku yang pengen berangkat sekolah bersamaku demi Naya."
"Dan kamu mau tau, kenapa aku hari ini kesini. aku dipecat oleh perusahaan. dan perusahaan ku mengambil semua fasilitasku. aku tadi pergi ke rumah Naya. aku cerita pada dia. dia marah padaku. aku kecewa pada Naya."
"padahal gara gara dia juga aku seperti ini. waktu itu dia ingin sekali berada didekatku malam itu. dia mengancamku agar aku datang kesana. kami pergi keluar kota beberapa hari itu. aku memberikan alasan pada Boss ku dengan istri sedang sakit agar aku bisa cuti dua hari.
__ADS_1
**** KITA LANJUT DI EPISODE 9 *****