SAHABATKU BERKHIANAT DENGANKU

SAHABATKU BERKHIANAT DENGANKU
TEMANKU MELIHAT SUAMIKU DENGAN WANITA LAIN


__ADS_3

BAB 3.


Sepulang dari kantor aku sangat lelah dan beristirahat dikamarku. sampai larut malam aku tertidur.


aku mendengar suara pintu kamarku terbuka lalu aku bangun. ku lihat jam 12 malam, ternyata suamiku.


"Kok lama pulangnya Pa." tanya ku


"Iya Ma banyak kerjaan dikantor."


"tiap hari kamu banyak kerjaan, tapi jabatan kamu gak ada berubah berubahnya Pa."


"Maksud kamu apa hah Ma?" kembali dengan nada suara kuat


"Pa bisa gak setiap kali aku bicara sama kamu. nada suara kamu itu dikecilkan. kamu gak malu didengar sama Putri. kalau kita sedang bertengkar."


"ngak, ngak bisa! kamu itu banyak tanyak. bukannya menyambut suami dengan baik. malah marah dan curiga."


"aku gak pernah curiga sama kamu. ya wajar sebagai istri bertanya kenapa lama pulang. dan alasan kamu selalu lembur. meeting diluar lah. bosan dengarnya. sesekali kamu itu bermain sama anakmu. dia itu merindukan kasih sayang Papanya. ingat itu Pa, dengan nada tinggi kali ini aku sangat kesal


"Sudah lah kamu itu gak pernah paham tentang bisnis."


aku yang langsung berbalik badan dan menutup wajahku dengan sarung. dan tidak peduli dengan alasan dia lagi.


"Kamu yang luan ajak aku ribut. tapi kamu langsung bergaya seolah olah seperti itu." kata suamiku yang masi geram denganku


Sinar Mentari Pagi Bersinar Dengan Indah..


Hari ini adalah hari libur, aku segera memasak sarapan pagi buat suami dan anakku, anakku yang sudah bangun membantui Mamanya memasak.


"Eh Papa udah bangun." tanyanya


"selamat pagi sayang." rutinitas biasa dia lakukan mencium kening kami berdua


"Pa hari ini kita kan libur. kita jalan jalan yok Pa, Ma." pintanya


"Ok sayang." akupun mengiakan tawarannya


pikirku sudah lama kami tidak bertiga. ini adalah kesempatan Putri untuk bermanja manja dengan Papanya.


"Gimana Pa?" tanyaku


"Boleh, jam berapa kita berangkat?"


"sekarang ya Pa."


" Okey. "


aku yang sangat bahagia, akhirnya kami berlibur bertiga. aku melihat Putri sangat senang dan dia membantuku mempersiapkan persiapan kami. akhirnya selesai juga. kami berangkat.


diperjalanan Putri sangat menikmati suasana ini. dia sambil bernyanyi lagu anak anak yang dia pelajari disekolah.


aku sangat bahagia melihat semuanya hari ini. suamiku yang sudah lama tidak pernah kulihat senyumnya. kini semua terbayar rasa rinduku pada suasana ini.


Kami Sampai.


Kami memilih berlibur dipantai, karna Putri senang bermain pasir pantai dia pintar mengukir pasir pantai dengan istana.

__ADS_1


aku yang mengawasi Putri. dan suamiku yang duduk dipondok yang kami sewa.


kulihat suamiku sedang menelpon.


aku pun menghampirinya.


"Pa nelpon siapa?" tanyaku


"Teman kantor Papa Ma." jawabnya


"Pa lebih baik, nanti aja terima telponnya nikmati dulu suasana libur dengan Putri."


"kamu itu ya banyak banget peraturannya. aku udah bersyukur mau ikut dengan Kelian disini. padahal ini sangat membosankan."


sekali lagi dia marah. akupun meninggalkannya dan pergi mendatangi Putri yang sedang asyik bermain.


tuh kan dia slalu begitu. dia cari ribut, giliran aku sudah marah mala ditinggal. selalu begitu. dasar istri gak berguna. dalam hatinya berkata


aku tinggalkan baru tau rasa.


"Putri sayang, Papa lagi ada urusan mendesak, kamu bermain sama Mama aja ya. Nanti kalau sudah mau pulang. kamu suru Mama telpon Papa biar Papa jemput ya Nak."


"Ya Papa inikan liburan Pa. masa kerja Mulu." cemburut


"Papa pamit dulu ya sayang."


dia pergi meninggalkan kami yang masi disini.


"Yaudha ya sayang, Papa lagi ada kerjaan mendadak, main sama Mama aja ya."


aku merasa kasihan melihat Putri. baru saja beberapa jam dia sangat bahagia karna Papanya berlibur sama dia. tapi dengan gampangnya Papanya itu pergi meninggalkan dia disini. kasihan banget kamu Nak.


SAMPAI LARUT MALAM...


sudah jam segini. dia juga belum pulang, entah kemana dia itu. masa iya dia bekerja terus, padahal kalau seperti dia itu dikantor aku pasti udah naik jabatan. ini jabatannya aja masi itu itu aja dari awal aku pacaran hingga saat ini kami sudah punya anak.


aku bela belain kerja, walau badanku capek kesana kemari. kalau cuma dia saja yang kerja mana cukup buat biaya kami bertiga. lain lagi keperluan mendesak. tapi dia sama sekali ngak mikirin itu semua.


setiap kali ditanya selalu jawabannya ingin Marah, suaranya kuat. biar anaknya tau kalau Papa dan Mamanya lagi bertengkar.


apa yang dia lakukan diluar sana. kenapa lama sekali belum pulang juga.


ya sudah lah lebih baik aku tidur, lagian kalau pun aku menunggu dia. yang ada aku marah dan seperti biasa.


akupun akhirnya masuk kekamar dan tidur.


tak lama aku masuk. dia akhirnya datang, namun aku biarkan saja dia disitu nanti ribut udah malam.


kulanjuti tidurku. dan kubiarkan dia entah apa yang dia lakukan disitu.


"Dasar perempuan cerewet. suami pulang kerja dia mala tidur bukannya menunggu suaminya pulang, ya begini ni nasib suami istri tau cari uang, gak peduli dengan suaminya." dia marah marah gak jelas


aku yang masi dengar apa yang dia katakan kepadaku, aku biarkan saja. walau rasanya ingin melawan dan memarahin dia. namun aku sadar diri itu semua percuma.


"Hemmmm....." ku Hela nafasku seketika. lalu melanjutkan tidur


Pagi Hari aku sudah sampai ke kantor dan masuk.

__ADS_1


"Ei Intan, kamu tau gak semalam aku melihat suamimu sedang asyik dengan wanita lain, kelihatannya si mereka mesra banget." kata salah satu teman kantorku


"ah kamu salah liat kali, orang semalam aku dan suami kepantai bersama anakku kok." membela suamiku didepan temanku


"masa sii apa aku salah liat Intan, dia benaran suami kamu."


"Intan aku cuma mau bilang, hati hati jaman sekarang banyak pelakor berkeliaran." temanku memberikanku saran


"Iya aku tau, makasi ya. coba deh nanti aku tanyak sama suamiku Re." jawabku


"Suami gak ada yang mau mengaku, yang ada nanti dia merasa kalau dirinya itu kamu tuduh, lebih baik kamu perlu ikuti kemana suami kamu pergi. siapa tau aja dia sama wanita lain."


"Iya, makasi ya Re." ucapku


Akupun masuk dalam kantor dan duduk dimeja kerjaku, sejenak aku memikirkan pembicaraan temanku tadi. {dalam hati ku bertanya tanya}.


apa benar Dio selingkuh? sama siapa dia selingkuh? apa mungkin sama Naya? gak mungkin deh. Nayakan tau Dio itu suamiku. mungkin wanita lain. aduuuh.. pusing kepalaku memikirkan ini. belum lagi masalah anakku yang ingin dekat dengan suamiku, belum lagi masalah suamiku. ya Tuhan kenapa dengan semua ini. emmm apa perlu aku menyelidiki Dio. biar aku tenang.


ku ambil handphoneku dan ku cari nomor seseorang yang bisa aku andalkan untuk menyuruh memata matain Dio.


tuuuuut.. tutttut... {bunyi dering handphonenya}


seseorang mengangkatnya.


"Halo, Reno yaa?" tanyaku


"Hay Intan apakabar kamu? sejak nikah kamu itu sombong banget ya gak mau ngasi kabar lagi."


"Maaf ya Reno, kamu tau lah peran sebagai istri dan Mama dikeluarga gimana. repotnya ngurus suami, apalagi anak." jawabku


"Loh kamu udah punya anak In? selamat ya. pasti anak kamu mirip Mamanya."


"Makasi ya Reno, anak aku cewek Ren." jawabku lagi


"Ada apa In, kamu telpon aku dijam kerja begini." tanya Reno


"bisa ngak kita jumpa sore ini pulang kerja Ren."


"Boleh, ditempat biasa kita ya In."


Selesai aku menjemput anakku dari sekolah dan mengantarkan nya kerumah, aku lanjut bekerja seperti biasa. kali ini aku sedang meeting sama beberapa klien dikantor. hari ini cukup melelahkan bagi aku. meeting pun selesai. kami pulang. tak lupa aku ingin bertemu dengan Reno dia adalah laki-laki yang udah aku anggap sebagai Abang angkatku. Reno adalah anak dari Mama tiriku. tapi dia sangat baik kepadaku.


sesampainya aku ditempat kami bertemu, aku melihat dia belum juga datang. kupesankan sedikit makanan sepertinya aku lapar. sembari aku menunggu, aku makan.


taklama aku menunggu, Reno datang.


"Intan, gila Lo itu cantik banget semenjak jadi Istri dan Ibu."


"Eh Reno Lo itu bisa aja yaa."


"ada apa? aku melihat dari raut wajahmu seperti ada masalah ya?"


akupun menceritakan secara detail pada Reno.


akhirnya Reno pun mau diajak kerja sama untuk melihat Dio apakah dia selingkuh atau mungkin Dio hanya kerja dan bertemu klien nya disuatu tempat.


kami pun pulang, aku yang sudah sampai dirumah dan bertanya pada Bibi apakah suamiku sudah pulang atau belum. tapi Bibi bilang belum pulang.

__ADS_1


aku masuk ke kamar dan mandi, lalu beristirahat sejenak.


__ADS_2