
BAB 14.
"Kok kamu tau itu. dari mana?" tanya Dio
"ya tau lah bro. kan kamu yang kemarin cerita samaku waktu mabuk itu."
"astaga, maaf ya bro aku kecoplosan. saat itu memang aku gak tau mau bagaimana."
"jadi gimana bro. kamu udah jujur dengan istri sah mu." tanya Reno
"aku gak berani. aku takut melukai hatinya. bahkan aku gak sanggup meilaht wajah Intan saat ini Ren. aku gak berani menatap matanya yang begitu tulus padaku. sedangkan aku yang melukai dia."
"jadi kamu mau kemana saat ini." tanya Reno
"gak tau lah Ren. aku binggung kemana tujuan hidupku saat ini. aku lagi lagi berbohong pada Intan. aku bilang aku ada kerjaan di luar kota. Boss memindah tugasku disana. awalnya kami berdebat. dia bilang aku jujur aja. aku bakal terima semuanya itu asal kamu jujur. katanya sama aku tadi. tapi aku gak sanggup untuk jujur pada dia. sedangkan aku yang melukai hatinya aja sanggup melakukan itu."
"jadi kamu benar dipindah tugaskan oleh Boss kamu?" tanya Reno
"ngak Ren aku bohong pada Intan. aku gak sanggup disana. mereka orang tulus. sedangkan aku orang yang banyak berbohong nya."
"jadi kamu gak tau mau kemana sekarang Dio?"
"iya, saat ini aku binggung, tadi aku kerumah Naya mau minta cerai sama dia. dia ngak mau. dan aku bilang biarkan aku tinggal disini sementara tunggu aku dapat pekerjaan. bahkan dia ngak mau."
"Yaudha untuk sementara kamu tinggal dirumah aku aja dulu. tunggu sampai kamu mendapat pekerjaan baru."
"kamu benar Ren. kamu baik banget sama aku bro."
"ya kalau teman kita butuh bantuan apa salahnya kita bantu mereka kalau kita Masi sanggup."
kami pun pergi pulang kerumah Reno.
aku menunjukkan kamar untuk Dio tidur.
malam itu Intan menelpon Dio.
kami berdua sedang cerita dan aku memberikan solusi kepadanya untuk benar benar menceraikan Naya. dan kembali kekeluarga aslinya.
namun saat itu Intan menelponnya. dan Dio gak menganggkat panggilan Intan.
"Itu istri kamu ya Dio?" tanyaku
"iya Ren. biar aja."
"ya angkat aja siapa tau dia khawatir sama keadaanmu."
__ADS_1
"nanti aja waktu aku tidur dikamar."
kami pun lanjut cerita hingga larut malam.
aku yang heran dengan Dio. Intan sebagai istri dari tadi menelpon Dio sedangkan Naya tidak ada sama sekali menelpon manyanyakan kabar dan dimana Dio tidur malam ini. tidak ada.
kamu sudah keterlaluan Dio. istri yang begitu baik kamu sia siakan begitu aja.
aku pun masuk ke kamarku. dan menguncinya lalu menelpon Intan.
"Reno, gimana kamu udah dapat kabar dari Dio?"
"belum ada si Intan, tapi kamu tenang aja Dio pasti baik baik aja, sekarang kamu tidur, besok aku cari lagi dimana Dio."
"gimana aku mau tidur, suamiku disana ntah ngpain. mana tau dia sama wanita itu."
"udah tenang aja Intan, tadi aku liat Naya, kaiaknya Dio gak ada disana."
"kamu benar Ren. terus dia kemana ya?"
"coba kamu telpon dia sekarang." pinta Reno
Intan pun menelpon Dio.
"Ada apa Intan?"
"Intan aku udah bilang saat ini aku lagi ditugaskan oleh pihak kantor untuk pindah tugas. kamu tenang aja disana aku bakal baik baik aja disini. yaudah kamu tidur sekarang."
"tapi Dio."
telpon pun mati ..
ya sudah lah Dio sudah menjawab telpon aku. berarti dia benar benar pindah tugas oleh Bossnya.
Aku pun segera tidur. sebelum tidur aku melihat apakah Putri sudah tidur.
didalam kamar Dio semalaman berpikir bahwa Masi ada manusia sebaik Reno. mau memberikan tumpangan kepadaku.
padahal aku sama sekali tidak kenal dengan Reno. tapi dia baik sekali kepadaku. dan dia memberikan aku masukan positif gimana caranya aku menceraikan Naya.
lagi lagi aku benci sama Naya.
dia sama sekali tidak khawatir akan keadaanku. dan hanya Intan yang sangat peduli akan kehidupanku.
aku salah menilai Intan selama ini. seharusnya aku gak menikahi Naya waktu itu. aku memang bodoh.
__ADS_1
seketika aku berteriak.
lalu Reno datang kekamarku yang belum aku kunci.
"ada apa Dio. kamu baik baik aja kan?"
Dio Menanggis...
"yaudah lah Bro. terkadang kita memang harus melakukan kesalahan dulu agar kita bisa sadar siapa diri kita dan apa kita salah atau tidak. Intinya kamu harus tenang dan mencari solusinya."
"makasi ya Ren. kamu itu baik banget sama aku. aku gak tau mau membalaskannya gimana sama kamu."
"yasudah lah kita istirahat dulu. besok kamu harus cari pekerjaan kan?"
malam hari pun larut. aku yang masi belum bisa tidur karna memikirkan keadaan Dio. dimana Dio tidur. lagi lagi kamu pergi Dio.
kamu gak mikirin perasaanku ya sama sekali Dio.
dan dirumah Reno. Dio pun belum bisa tidur juga dan memikirkan Intan.
dalam hati Dio....
besok pagi aku harus berusaha mendapatkan pekerjaan baru. agar aku bisa kembali ke Intan. setelah aku mendapatkan pekerjaan baru aku ceraikan Naya.
aku gak mau seperti ini lagi. kasihan anak dan istriku. mereka seperti tidak mempunyai kepala rumah tangga.
dan aku kasihan melihat Intan. dia sangat kuat menghadapi sikapku dan mengurus Putri sendirian.
aku harus kembalikan senyum keluargaku. aku harus membuat semuanya kembali lagi.
sekarang aku baru paham bahwa keluarga yang sebenarnya itu adalah Intan dan Putri.
sebelum semua nya terlambat aku harus berusaha mengembalikan semuanya semual.
aku gak mau Intan meninggalkan aku nantinya Intan adalah istri yang begitu peduli padaku tidak seperti Naya yang sangat kejam.
seharusnya Istri yang baik. mampu menopang suaminya disaat terjatuh dan disaat susah.
selama ini aku menemani Naya disaat dia kesusahan dan disaat dia butuh bantuan. dia slalu memanfaatkan kebaikanku. dengan cara liciknya itu.
aku gak nyaka orang yang selama ini aku sayang melebihi sayangku sama Intan. sikapnya seperti itu padaku.
sekarang aku tau siapa yang sebenarnya yang benar benar mencintai kita dan mencintai hidup kita.
aku harus semangat Demi Intan dan Putri. aku harus bisa mengembalikan kepercayaan Intan lagi. aku harus bisa masuk kerumah itu dengan aku bekerja dan tanpa minta bantuan sama Intan.
__ADS_1
karna aku gak mau Intan kecewa padaku. karna selama ini aku hanya minta ijin Meeting kerjaan. padahal aku bersama Naya. menghabiskan uang bersama Naya.
bukan bersama Istri dan anakku. pokoknya aku harus bisa. aku harus bangkit. sekarang lupakan yang namanya Naya. aku harus memulai karirku dari awal lagi demi Putri dan Intan dan demi keluargaku kembali utuh lagi. HARUS.