
BAB 17.
"Nay sumpah aku gak tau kalau kamu pacaran sama Dio. dan kalau pun aku tau aku gak mungkin mendekatinya. dan kenapa kamu gak jujur dari awal kalau Dio yang aku ceritakan ke kamu itu adalah Pacarmu. seandainya kamu jujur saat itu. aku gak bakal merusak persahabatan Kelian."
"dan kamu Dio. bagaimana pun hubunganmu dengan Naya dulu. kamu itu adalah suamiku. kamu tega menikah diam diam tanpa aku tau sendiri. kamu jahat dan kejam Dio. aku gak nyangka dengan Kelian berdua. walaupun kamu pacaran saat itu. kamu kan tau bahwa Dio sudah menikah. kenapa kamu Masi dekat dengan dia. kamu itu cantik. Masi banyak laki laki lain diluar sana. kenapa harus suamiku. kamu mau menyalahkan aku. aku sama sekali gak tau kalau kamu pacaran sama Dio. dan saat ini kamu tau kalau aku menikah dengan Dio dan sudah memiliki anak. tapi kamu segitu murahnya mau sama Om Om. dasar Kelian berdua gak ada Otak. terutama kamu Dio. aku kecewa sama kamu."
"Nay. kalau kamu mau suamiku. ambil aja bagiku Kelian berdua adalah sampah yang gak layak untuk dilihat."
akupun pergi meninggalkan mereka berdua.
Reno mendekati aku. lalu aku memeluk Reno. Dio mengejar aku. dan Dio melihat ada Reno disana.
"Reno. kamu."
"Maaf sebelumnya Dio."
"Intan Reno ini siapa mu."
"dengar Dio.aku bisa jelasin semuanya sama kamu."
"jelaskan apa. aku binggung."
"Reno kamu kok bisa cakapan sama Dio. gimana ceritanya ini."
"baik aku jelaskan satu persatu. dan Kelian harus tenang dulu."
"sebelumnya aku minta maaf kepada kamu Intan. mungkin menurut kamu aku salah jadi aku minta maaf dulu ya. oke aku jelaskan kenapa aku dengan Dio bisa seperti ini. Maaf sebelumnya ya Dio."
"waktu itu dia mabuk dia menceritakan semuanya kepadaku hingga sampai detail. sebetulnya aku tahu permasalahannya aku nggak mau menceritakan ini semua kepadamu Intan karena aku nggak mau kamu terbebani, banyak pikiran jadi lebih bagus suatu saat kamu akan paham kamu akan tahu cerita sebenarnya. tapi dengan itupun aku terus memantau Dio sampai di mana dia hingga akhirnya pada saat itu kami bertemu lagi."
"aku melihat Dio sedang bersedih dia membawa koper lalu aku bertanya kamu mau ke mana dia bilang dia berbohong pada kamu dia bilang punya tugas, tugas luar kota dari bos. padahal pada saat itu dia sudah dipecat oleh bosnya dia nggak tahu mau ke mana, aku menawarkan dia untuk tinggal di rumahku untuk sementara tunggu semuanya baik-baik aja dia banyak cerita padaku Dia mau bercerai pada Naya ya aku memperbolehkan dia untuk tinggal di sini tinggal sama aku."
"dan sehingga dia mendapatkan pekerjaan dia bekerja di tempat aku kerja Intan karena aku tidak tega melihat dia sedang bersedih melihat dia bersedih melihat putri tertawa dibalik tertawanya itu dia sedih aku tidak tega dengan itu semua jadi aku membantu dia untuk bekerja di tempatku sehingga dia mengurus surat perceraian kepada Naya namun inilah yang terjadi Naya mempertemukan kamu dengan Dio dan menjelaskan semuanya."
__ADS_1
"aku tahu saat ini aku salah kamu menyuruh aku mau mata-matain Dio namun kamu tahu nggak hati kecil aku tuh merasa sakit mendengar perkataan Dio dan aku harus nyampaikan itu kepadamu Aku tidak tahan Intan lebih bagus aku harus menyuruh dia jujur hingga saat ini inilah yang terjadi jadi aku mau minta maaf kepada kamu intan dan kepala kamu Dio Maafkan aku yang selama ini aku berpura-pura tapi dengan itu aku bermaksud karena aku sayang sama kalian berdua aku nggak mau rumah tangga kalian hancur gara-gara masalah sepele seperti ini walaupun aku tahu kamu terlalu jahat untuk Intan, kamu nggak pantas untuk dia karena kamu sudah melukai hati dia kamu bisa berani-berani menikah dengan wanita lain tanpa sepengetahuan Intan kemana sih pikiran kamu pada saat itu."
Intan pun seketika pergi meninggalkan kami semua.
diperjalanan Intan menanggis.
dia tidak menyangka bahwa Reno dan Dio juga Naya bermain. apalagi Reno. aku minta tolong pada dia buat mata matain Dio dan Naya.
dia tau semua ceritanya. tapi kenapa dia sembunyikan itu dari aku. dengan alasan tidak mau aku terluka.
ini aja aku udah lebih dari terluka. orang kepercayaanku selama ini. ternyata tau semua. dia seakan akan menyetujui hubungan perselingkuhan Dio dan Naya.
aku berhenti sejenak karna tidak tahan dengan semuanya ini.
apa yang harus aku lakukan kali ini.
"Dio kamu harus memilih diantara Naya dan Intan." tanya Reno pada Dio
"Diopun kembali menemui Naya."
"cerai. aku bilang aku gak mau cerai Dio. kamu pahamkan maksud aku. aku mau kamu yang ceraikan Intan. bukan aku Dio."
"kamu itu keterlaluan ya. gimana aku mau hidup denganmu sedangkan aku susah saja kamu gak perduli. mana mungkin aku mau hidup sama kamu. dan aku memiliki keluarga yang lengkap. aku mempunyai anak. aku gak bisa ceraikan Intan sedangkan ada Putri disana. pokoknya ini surat cerai kita. aku kasi kamu waktu satu Minggu."
Dio pergi meninggalkan Naya.
Naya yang sedih mendapatkan surat cerai dari Dio. dia tidak terima dengan semua ini.
"aku gak mau cerai Dio. kamu jahat sama aku. ternyata kamu lebih memilih Intan. kamu sama sekali tidak mencintaiku. aku hanya sebagai wanita yang disaat kamu kesepian. kamu jahat Dio."
Naya pergi kerumah Intan.
tok... toook .. tokkk...
__ADS_1
pintunya lama sekali dibuka.
salah satu anak kecil membuka pintu.
"Ya ada apa Tante."
"hayy, nama kamu siapa?"
"Nama aku Putri Tante. Tante temannya Mama ya."
"Mama kamu ada."
"ada Tante di kamar."
"boleh Tante masuk."
aku pun masuk dan menuju kamar Intan. awalnya aku melihat sekeliling kamar Intan. mungkin ini kamar Dio dan Intan.
kamarnya bagus banget. sangat cantik dan tenang.
tapi kemana Intan ya.
ku lihat semua foto foto Dio Intan dan Putri mereka sangat bahagia.
apa aku terlalu jahat buat sahabatku. tapi aku gak mau pisah dengan Dio. aku sangat mencintai Dio.
tapi Dio gak mau hidup dengan aku. apa aku terlalu egois dengan semuanya ini.
aku mendengar suara dari kamar mandi. sepertinya Intan sedang dikamar mandi.
tokk... tookkk... toookkkk...
Intan belum juga membuka pintunya.
__ADS_1
Intan menanggis dikamar mandi. maafkan aku sahabatku aku terlalu egois untuk mu aku ngak mikiri kebahagiaan sahabatku.