
BAB 2.
Tak terasa Putri sudah besar dan mulai bersekolah Sekolah Dasar. aku dan suamiku mengantar Putri kesekolah dihari pertamanya.
"Ma, Pa, makasi ya udah temani Putri kesekolah."
"Iya sayang, kamu disekolah jangan nakal dan dengarkan Guru mu ya Nak." kata suamiku
"Iya Pa, Oh ya Nanti putri pulang sekolah siapa yang jemput Pa?
"Hari ini Mama aja yang jemput ya sayang." saut suamiku dengan pertanyaan Putri
Putri pun sampai disekolah dan kami meninggalkan dia kembali bekerja, suamiku mengantar aku ke kantor hari ini.
siang hari tiba, aku harus menjemput putri kesekolahnya karena Putri akan pulang sekolah, dan aku tidak mau Putri menunggu lama di sekolah nanti. sesampainya aku di sekolah Putri sudah menungguku.
"hai nak, sudah lama keluarnya?" tanyaku pada Putri
"hai Ma, kenapa lama sekali sih mah Aku kan capek menunggu, laper mah" dengan wajah cuteknya padaku
" baiklah sayang, sekarang kita pergi makan dulu ya, kamu maunya makan di mana biar kita ke sana sayang?"
aku pun mengajak Putri ke restoran tempat yang dia inginkan. kami pun makan bersama dan menikmati hidangan tersebut. tak lama aku mengantar Putri pulang ke rumah karena aku harus kembali bekerja di kantor.
sudah sebulan lebih Naya tidak menghubungiku ada apa dengan dia ya pikirku dalam hati aku pun mencoba menghubunginya. namun tidak berdering. ke mana perginya si Naya ya ada apa dengan dia apa dia punya masalah seharusnya dia cerita padaku. pikirku
tak lama aku pulang dari kantor salah satu temanku sedang berulang tahun kami pun pergi ke pesta ulang tahun dia tersebut. tempat pesta ulang tahun temanku di sekitar restoran dekat rumah Naya.
aku sampai di restoran dengan sendirinya karena suamiku tidak mau ikut denganku pergi ke pesta ulang tahun temanku.
tak lama aku sampai di situ aku mencoba mencicipi makanan restoran ulang tahun temanku.
kulihat semua isi tempat restoran itu ternyata banyak sekali tamu undangan temanku yang berulang tahun.
aku melihat ada Naya di tempat tersebut. aku mencoba mendekatinya karena aku merasa sangat rindu dengan sahabatku yang sekian lama kami tidak berjumpa.
"Naya, kamu sedang apa di sini?" tanyaku
"eh Intan, apa kabar sudah lama kita tidak berjumpa. Oh ya gimana dengan pernikahan kamu sama suamimu baik-baik aja kan kamu sudah punya anak? Maaf ya aku tidak pernah ada waktu untuk kita"
"aku sangat rindu padamu Naya belakangan ini aku nelpon kamu tapi kamu tidak bisa kamu kenapa ada masalah cerita padaku Naya?" tanyaku
"enggak kok, semuanya baik-baik saja aku hanya sibuk dengan pekerjaanku di kantor sekali lagi maafkan aku ya? lain kali kita hangout bareng yuk?"
"Oh ya, kemarin aku pernah melihat kamu sedang di restoran bersama suamiku, lalu kutanya suamiku kamu kenal dengan Naya?"
kami pun sambil bercerita menikmati hidangan restoran ulang tahun temanku. aku dan Naya banyak cerita tentang suamiku yang selama aku menikah dengan dia, suamiku lama-lama pulang kerja yang katanya sibuk dan meeting di kantor. Naya temanku memberikan sedikit kata kata padaku hingga akhirnya aku pun lega dan kembali seperti dulu lagi untuk tidak mencurigai suamiku.
akhirnya kami pun pulang ke rumah aku pun sampai di rumah dan menceritakan kepada suamiku bahwa aku bertemu dengan sahabatku yang sudah lama tidak ada kabarnya.
pagi pun berlalu.
aku sebagai istri dan ibu untuk anakku dan suamiku dengan pagi sekali aku cepat bangun dari tempat tidurku agar aku bisa masak makanan yang disukai oleh suami dan anakku.
"Selamat Pagi sayang" *kepada suamiku
dia pun mencium keningku* "Pagi juga sayang"
"Loh Putri belum bangun juga Ma?" tanya suamiku
"Udah dong Pa." tiba-tiba datang dan memeluk suamiku dari belakang
"Oh ternyata Putri Papa sudah bangun dan sudah siap buat berangkat sekolah"
__ADS_1
"Sayang hari ini kamu yang antar Putri sekolah yaa?" pinta suamiku
"Loh kenapa? kan Putri maunya diantar sama Papa" wajahnya sedikit bersedih
"Sayang, Papa hari ini sedang banyak pekerjaan dikantor. kamu sama Mama yaa hari ini. besok Papa janji akan antar Putri. oke sayang?"
Suamiku sudah pergi dari tadi, dan meninggalkan kami berdua sarapan. selesai sarapan kami langsung berangkat sekolah. setelah selesai aku mengantar anakku sekolah aku lanjut pergi ke kantor.
entah kenapa mobilku bannya kempes terpaksa aku harus berhenti dibengkel. untung saja bengkel tidak jauh dari tempatku.
aku meninggalkan mobilku di bengkel dan naik gojek agar tidak terlambat. untungnya aku sampai dengan waktu yang tepat dikantor.
saat sedang meeting dikantor suamiku mengirim pesan padaku, bahwa aku harus menjemput Putri kesekolah, padahal aku tidak bisa karna sedang meeting penting. namun suamiku memaksaku. aku pun membiarkannya karna aku tidak mungkin keluar dari meeting saat ini.
dua jam sudah aku meeting, aku menelpon suamiku menanyakan kabar Putri namun telponku tidak diangkat. lalu menelpon rumah Pembantuku bilang Putri dan Suamiku tidak ada dirumah dari tadi.
aku langsung bergegas naik gojek sesampainya disekolah aku melihat Putri tidur di pos satpam sekolahnya.
"Ya ampun Nak, Maafkan Mamamu yaa sayang" sambil memeluk Dia
"Mama kenapa lama sekali. Putri takut Ma."
"maaf yaa sayang."
"Makasi ya Pak" untuk Satpam
kami pun memesan taxi dan segera pulang.
"Ma, kenapa kita naik taxi. mobil Mama kemana?"
"Mobil Mama dibengkel Nak, tadi pagi."
Suamiku yang sudah dirumah.
"Putri sayang, kamu mandi dulu yaa. biar Mama bicara sama Papa mu sebentar."
**** Putri pun ke kamarnya ****
"Pa kamu tau ngak, si Putri itu menunggu sampe 2 jam disekolah dan dia tidur di pos satpam. kan aku udah bilang kalo aku sedang meeting dan baru masuk, lagian mobilku masuk bengkel. tapi kamu itu marah gak jelas." dengan kekesalanku
"Iya itukan tanggung jawab kamu sebagai Ibu gimana sii."
"Apa? tanggung jawab. kamu bahas tanggung jawab sama aku yaa?!" tanyaku
"iya dong, kamu kan Ibunya sudah tugas kamu ngurus anak. bukan tugas suami. lagian aku gak nyuruh kamu bekerja kan?"
"Ya sudahlah Pa, capek berdebat sama kamu." aku masuk kekamar
"tu kan setiap aku marah, kamu selalu bilang, ya sudahlah. merasa paling benar banget kamu."
aku pergi menjemput mobilku yang sedari tadi dibengkel sepertinya mobilku sudah selesai diperbaiki.
BESOK PAGI....
"Pa, hari ini Papa antar Putri kesekolah kan?" tanya Putri
"Sayang, maaf ya kali ini Papa benar benar minta maaf. Papa harus berangkat cepat. karna pekerjaan Papa lagi numpuk di kantor. sekali lagi sama Mama yaa sayang."
"Tapikan Papa udah janji sama Putri" wajah cemberut
"Iya Papa tau Papa janji. kali ini sama Mama lagi yaa syang" bujuknya kepada Putri
"Papa pergi Ya." sambil mencium kening kami berdua
__ADS_1
kami pun berangkat seperti biasa kesekolah.
"Ma, Papa udah gak sayang sama Putri lagi ya? kenapa setiap Putri minta di antar Papa selalu banyak alasan Ma."
"Putri sayang, Papa dan Mama mu inikan bekerja untuk Putri. ya kamu harus tau dong sayang kalau bekerja itu resiko sebagai anak apa. kan ada Mama yang selalu menemani Putri"
"Iya Ma tapi, Putri pengen kaiak teman teman yang lain. setiap pagi diantar Papanya sekolah."
"Kamu harus sabar ya sayang, doain aja semoga Papa kamu gak sibuk dan bisa antar Putri kesekolah"
"Iya deh Ma." senyum manis
"Gitu dong, baru anak Mama yang cantik."
selesai mengantar Putri. rutinitas biasa langsung cabut berangkat kerja.
kasihan juga Putri. apa yang dia inginkan ke Papanya. selalu gak bisa. nanti kalau aku bicara sama dia. pasti marah. kan gak enak di dengar anak kalau Papa dan Mamanya berantam. tapi dia masi juga gak paham.
siang hari berlalu, aku cepat cepat menjemput Putri dan makan siang.
"Ma kaiaknya itu Papa deh?" Putri sambil nunjuk kearah Papanya
"loh kok Papa sama wanita Ma?"
bukannya itu Naya? pikirku dalam hati
"Mungkin Papa sedang meeting sayang." jawabku
"Putri samperin ya Ma."
"Jangan sayang." sudah keburu pergi
"Papa." senyum manis
"Loh sama siapa kamu disini sayang" tanyanya kepada Putri
"Sama Mama Pa." itu
Dio pun datang dan menghampiriku. dan marah marah padaku.
"kamu Taukan aku sedang meeting. kenapa kamu suru anak kamu datang kesana?"
"Loh emang salah anak mendatangi Papanya? kan gak salah Pa." ketusku
"Lagian kan kamu meeting sama temanku Naya." sekali lagi aku menjawab
aku datang dan menghampiri Naya.
"Nay Maafkan anakku ya, sudah menggangu meeting Kelian. ayoh sayang kita tinggalkan tempat ini." Putri nurut aja
Kami keluar dari Restoran tempat kami makan. dan meninggalkan mereka berdua.
"Ma Papa marah ya sama Mama, karna Putri datangin Papa?" tanyanya dengan nada sedih
"Ngak kok sayang, tadikan Mama udah bilang Papa lagi sibuk kerja. eh Putri Mala pergi dan gangguin Papa."
"Maafin Putri ya Ma."
"Iya gapapa sayang. gak ada yang salah kok disini. udah jangan naggis lagi dong."
kami pulang kerumah dan aku kembali ke kantor. diperjalanan aku sangat memikirkan sikap Naya ke aku tadi.
"Naya itu aneh deh, kemarinkan aku udah pernah bilang sama dia. kalau laki-laki yang sama dia meeting itu suami aku. tapi kenapa sikapnya seperti itu sama aku. seperti dingin dan tak kenal denganku."
__ADS_1
aku sampai dikantor. dan mulai bekerja.