SAHABATKU BERKHIANAT DENGANKU

SAHABATKU BERKHIANAT DENGANKU
BERTEMU DENGAN DIO


__ADS_3

BAB 19.


Beberapa bulan berlalu.


Saat ini aku hanya mengikuti alur cerita dari Tuhan saja. aku memulai aktivitas seperti biasa. dan harus bangkit lagi. kasihan anakku Putri.


setelah aku mengantar Putri sekolah. aku berhenti sejenak disuatu tempat minum kopi. karna aku merasa mengantuk dan agak lemas padahal hari ini ada meeting penting.


aku segarkan sedikit tubuhku agar aku lebih rileks lagi nantinya waktu meeting.


tak lama aku minum. aku ingin kembali bekerja.


aku bayar dan keluar.


aku melihat ada Dio didepan.


"Intan."


aku diam saja dan mengabaikan panggilan Dio.


"Intan tunggu."


"lepaskan" pintaku


"Kamu baik baik saja kan. kok kamu pucat banget si. kamu sakit. kita kedokter yok sekarang."


"lepas. tau apa kamu soal sakit. apa kamu tau sakit hatiku saat melihat wajahmu."


"Intan aku minta maaf. tolong berikan aku kesempatan untuk berubah dan untu bertemu dengan Putri. aku merindukan Kelian berdua."


"udah lah Dio saat ini aku ingin bekerja. aku sudah terlambat.


aku pun berjalan keluar.


"Dio. kalau kamu mau bertemu dengan Putri. silahkan aku gak melarang kamu bertemu dengan dia."


"Nanti siang aku yang jemput Putri ya."


aku pun pergi.


didalam mobil. aku kembali menanggis mengingat kelakuan Dio yang begitu jahat padaku.


kamu kurang ajar. kenapa aku harus bertemu denganmu lagi Dio. aku harus apa ya Tuhan. apa aku terlalu egois dengan menjauhkan Putri dari Papanya.


lalu gimana dengan perasaanku saat ini.


Ya Tuhan aku butuh jawaban dari setiap masalahku ini. aku mau ini semua selesai.


seharian aku sibuk meeting dikantor.


pesan dari Dio.


"sayang aku udah jemput Putri ya dari sekolah. Hay Mama senang deh rasanya bisa jumpa sama Papa lagi. Mama cepat pulang ya biar kita bertiga main bersama lagi seperti dulu." Dio mengirim Video pertemuan dia dengan Putri.

__ADS_1


lagi lagi aku sedih.


"Intan kamu kenapa sedih dari tadi." tanya Boss ku


"Maaf Boss." aku mengelap air mataku


"kamu punya masalah dengan keluargamu ya. cerita aja siapa tau aku bisa bantu. aku udah pengalaman loh soal rumah tangga."


aku menceritakan semuanya pada Boss aku. tanpa ku sadari karna aku juga lelah. sebenarnya aku malu mengatakan itu pada Boss aku. namun aku terlalu lelah dengan semua ini.


"Intan masalah yang kamu hadapi itu sangat lah muda untuk diatasi. kamu Masi bersyukur suamimu memilih kamu dan anakmu ketimbang pelakor."


"jadi apa salahnya suamimu kamu kasi kesempatan kedua untuk keluargamu."


"kamu enak Intan. aku sudah lama bercerai dengan Istriku. ya sama seperti kamu juga. karna orang ketiga."


"aku mencoba mempertahankan semua nya namun dia gak mau."


"makanya kamu Masi bersyukur suamimu mau memilih mu. lupakan semuanya itu. buka lembaran baru. setiap manusia memiliki kesalahan. dan dari kesalahan tersebut. kita mendapatkan pelajaran. ingat Intan yang namanya rumah tangga itu pasti memiliki masalah. hanya saja kita harus tau gimana cara mengatasi masalah tersebut. makanya kamu berikan dia kesempatan demi anakmu. kasihan anak jadi korban. seperti aku semua banyak yang menjadi korban. bukan saja anak melainkan keluarga. dan rekan kerja juga."


"kamu pikirkan baik baik. jangan asal bertindak dan memberi keputusan yang belum tentu hatimu terima itu."


"Makasi ya Boss atas sarannya."


"kamu harus semangat ya Intan. kamu harus perjuangin keluarga dan rumah tangga kamu."


mungkin yang dibilang Boss benar juga. untuk apa aku mengingat semuanya itu toh Naya dan Dio udah berceraikan.


apa salahnya aku memberikan kesempatan kedua buat Dio demi rumah tangga ku dan demi Putri.


aku menelpon Reno.


"Ren bisa kita bertemu sore ini."


sore pun berlalu.


aku cepat cepat merepikan mejaku lalu keluar bertemu dengan Reno.


sesampainya disana aku melihat Reno sudah tiba.


"Ren udah lama."


"ngak kok baru aja Intan."


"Ren gimana menurut kamu. aku balikan lagi dengan Dio."


"bagus dong. berarti kamu udah bisa menerima Dio lagikan Intan."


"aku pikir pikir aku gak boleh egois. kasihan Putri dia juga butuh kasih sayang Orangtau termaksud Papanya."


"makasi ya dek. kamu Masi mau menerima Dio lagi. nanti aku bantu kamu gimana cara ngomongnya dengan Dio."


"tapi aku mau membuat surat perjanjian sama Dio."

__ADS_1


"iya gapapa. terserah mau kamu gimana Intan. asalkan keluarga mu bersatu lagi. Dio pasti mengerti dan memahami keputusanmu."


"Nanti malam ya Ren kita jumpa."


"okey nanti aku sampaikan pada Dio."


aku pun pulang dan kembali kerumah. kulihat ada Dio dirumah yang sedang bermain dengan Putri.


"Mama. lihat ada Papa. Papa udah kembali sama kita Ma."


"iya sayang. Mama masuk dulu ya nak. Mama capek."


"okey Ma."


aku pun pergi membiarkan mereka bermain. sekilas air mataku jatuh. melihat Dio datang kerumah ini lagi.


"Sayang bentar ya Papa sama Mama dulu. nanti kita lanjut main ya."


Dio pun pergi menemui aku.


"Hay Intan. makasi ya kamu udah kasih aku kesempatan buat bertemu dengan Putri."


"eh Dio. {sambil mengelap air mata} Iya gapapa."


"sekali lagi aku minta maaf ya Intan. kamu jangan bersedih lagi. aku minta maaf sayang."


"sudah lah Dio aku mau mandi."


aku menutup kamar. lalu berdiri di pintu kamar sambil menanggis.


dalam hatiku...


sudah lah, aku harus kuat. aku harus menerima kembali Dio demi mempertahankan keluarga ku dan Putri.


aku yang siap siap untuk pertemuan malam ini.


Dio yang sudah pulang dari tadi.


"Dio tadi Intan mengajak aku bertemu. dan dia mau malam ini makan malam diluar dia ingin Kelian rujuk kembali. tapi dengan syarat yang akan Intan tulis lalu ditanda tangani oleh kamu. menurut kamu gimana Dio."


"aku senang akhirnya Intan mau menerimaku kembali. Ren makasi banyak. buat semuanya. kamu Masi sabar denganku dan Masi mau membantu hubungan ku dengan Intan agar baik baik saja. aku janji sama kamu Ren. bakal menjaga Putri dan Intan."


"makasi ya Dio. aku bangga kamu mau berubah untuk Intan dan Putri. yok kita siap siap untuk malam nanti."


malam pun tiba. Intan yang sudah dari awal datang begitu cepat.


Dio ditemani dengan Reno untuk malam ini.


"Hay Intan udah lama kamu disini."


"ngak kok baru aja."


"Hay Intan." sapa Dio sambil menyalam

__ADS_1


"Hay juga Dio." Intan membalas salaman tersebut


sebelum kamu membahas semuanya kami makan malam dulu. selesai makan kamu memulai percakapan dengan tenang malam ini.


__ADS_2