
BAB 6.
pagi hari ini aku mengantar Putri ke sekolah seperti biasa atau aku selesai mengantar Putri sekolah Aku lanjut ke tempat kantorku untuk bekerja.
aku yang di sepanjang perjalanan mau ke kantor berpikir ke mana Dio? dia tidur di mana. dan kenapa handphonenya mati. ada apa yang ada dalam pikiran Dia.
aku binggung sama laki-laki yang satu ini.
ku coba untuk menelpon Reno.
tuuuttt ... tuttuuuttt....
"Ya ada apa Intan?"
"Ren semalam suamiku gak ada dirumah, dan sampe detik ini juga dia belum pulang. menurut kamu kira-kira dia kemana ya?"
"Gini aja deh Intan, nanti siang kita jumpa ditempat biasa aja ya?"
dalam hati. mungkin Reno tahu ke mana perginya suamiku, okelah aku tidak perlu khawatir aku harus fokus bekerja karena hari ini adalah hari pertamaku di jabatan pertamaku jadi aku harus kelihatan tidak terjadi masalah di keluargaku.
aku pun masuk dikantor dan kembali fokus bekerja, urusan rumah tangga belakangan aja yang penting bekerja dulu.
Siang Hari Tiba.
aku yang cepat cepat keluar dari kantor dan ingin mengetahui informasi apa yang Reno tau tentang suamiku.
sebelum aku bertemu dengan Reno aku menjemput Putri dulu, takutnya dia kelamaan menunggu dan aku gak mau juga dia tau tentang Papanya.
kuantarkan Putri kerumah, kali ini tanpa basa basi ke Putri aku pergi. aku tau dia pasti heran dengan sikapku kali ini. tapi ya sudah lah nanti saja aku menjelaskan pada dia.
aku yang sudah sampai ditempat biasa kami berkumpul sama Reno. dan melihat Reno sudah ada disana.
"Ren maaf ya lama. aku harus jemput Putri sekolah dan mengantarkan dia kerumah."
"iya gapapa kok In aku juga baru aja sampai. duduk In."
"Gimana Ren kamu udah dapat bukti apa?"
"kemarin aku si ngikuti Dio sampe satu harian, dia pergi ke salah satu rumah yang cukup jauh, aku mengintai dia dari jam 9 pagi dikantornya. dia pun keluar dari kantor jam 10 pagi, aku mengikutinya dan dia berhenti dirumah tersebut. setelah satu jam aku menunggu dia keluar dari rumah tersebut, dia bersama wanita. mereka pergi dan masiku ikuti, hingga berhenti disuatu restoran gak jauh dari rumah itu. setelah jam 1 siang, mereka kembali kerumah tersebut. dan Dio keluar dari rumah itu jam 12 malam. aku gak tau itu rumah siapa. tapi aku mendengar pembicaraan mereka waktu direstoran tersebut. wanita itu menyebut nama kamu. dan Dio sempat memanggil nama wanita itu dengan nama Nay." dijelaskan Reno pengintaian dia dihari pertama
__ADS_1
"Nay?" tanyaku pada Reno
"Iya Nay. kamu kenal?" tanya Reno
"Nay? apa Naya???"
"Iya namanya Naya." jawab Reno
"Kamu tau dari mana Ren. kalau itu Naya. kamu yakin Naya Ren?" tenyaku
"Nah, kemarin yang aku telpon kamu malam itu. memastikan apakah suamimu ada dirumah. namun kamu jawab dirumah. aku segera pergi kerumah tersebut. dan pura pura menanyakan alamat, dengan membawakan nama Dio. aku bertanya kepada wanita itu. namanya. dia jawab Naya. kamu kenal In?" tanya Reno
"Aku memberitahukan Reno ciri-ciri Naya."
"Iya seperti itu." jawab Reno
"Ren Naya itu teman kecil aku sampe sekarang. tapi aku belum pernah mengenalkan Dio kedia. pantesan aja waktu aku dan Dio menikah dia gak datang. dengan alasan tiba tiba dia bekerja diluar kota."
"Kamu yang sabar ya In. aku pasti bantu kamu untuk memastikan apakah mereka ada hubungan sesuatu atau tidak. sekarang kamu jangan mikiri apa apa. karna aku kan memberi dia pelajaran kalau sampai dia selingkuhin kamu."
"Makasi ya Ren." dengan sedih
"udah jangan disedihkan kamu fokus keanak dan pekerjaanmu. Yaudha besok kita sambung lagi. kita harus kerja."
Dio kamu kok jahat banget Sii apa salahku sama kamu. dan ada apa dengan Naya!! aku gak habis kipir dengan Naya dan Dio.
sesampainya aku dikantor aku bekerja dengan baik. saat ini yang ada didalam pikiranku adalah Putri, suami apaan yang masi sibuk dengan wanita lain. dan teman apaan si Naya mau sama suami temannya sendiri.
padahal jelas jelas udah aku bilang sendiri sama Naya kalau Dio itu suami aku.
Sesampainya aku dirumah. dia pun tak kunjung pulang dari pagi hingga saat ini.
ku coba menelponnya namun masi tidak aktif.
kutelpon Naya, nomornya pun tidak aktif. ada apa dengan mereka berdua. kejam sekali mereka bermain dibelakang aku.
"Ma Mama kenapa sii. kok Mama sedih?" tanya Putri
"eh Putri, ngak Mama cuma kecapean hari ini." jawabku
__ADS_1
"Papa kemana si Ma. kok dari tadi pagi Putri gak liat sampe sekarang?"
"Papa lagi ada kerjaan sayang. ayoh Mama temani Putri kekamar waktunya tidur. besok biar kita gak terlambat."
sambil aku meniduri Putri, seketika air mataku jatuh.
kalau sampe Naya dan Dio benar benar punya hubungan. aku gak bakal maafin mereka. dan aku bakal tinggalin Dio. aku gak peduli dengan Putri. sakit hatiku dibuat suami dan sahabatku sendiri. aku benci dengan mereka berdua saat ini.
rumah siapa itu ya? {seketika terlintas di benakku} bukannya rumah Naya tidak disitu.
aaaah, aku capek ngadapi ini semua.
hingga jam 1 malam, Dio pun tak kunjung datang juga. aku menunggunya sampai tidur diruang tamu.
namun dia belum datang juga.
seketika aku tertidur. lalu terbangun lagi. kulihat jam sudah jam tiga. namun dia belum datang.
ya sudah lah, untuk apa aku menunggu mu, terserahmu saja Dio apa yang kamu mau itu terserahmu, mau kamu tidur entah dimana itu terserahmu Dio. aku capek sebagai istri selama ini memahami mu.
sambil menanggis.
aku menelpon Reno.
Reno mengangkatnya.
"Ada apa Intan? jam segini kamu nelpon aku." tanya Reno
"Ren {sambil menanggis terseduh seduh}"
"kamu nanggis? kenapa. Dio marahin kamu In?"
"Dio belum pulang pulang sampe sekarang Ren. aku menunggu dia sampe jam segini tapi dia gak ada. dia kemana Ren. sambil menanggis"
"Yaudha kamu tenang aja In. besok aku cari tau dia kemana ya. kamu jaga kesehatan disana. ingat Putri. jangan lemah In. kamu berdoa aja supaya hal yang kita pikirkan itu tidak betul."
akupun kembali kekamar lalu tidur, ya lawau ini sudah jam tiga pagi. tapi Masi ada sedikit waktuku untuk tidur.
didalam kamar, aku sudah mencoba menutup mataku tapi sungguh tidak bisa. mengingat semua yang terjadi. suami aku ada hubungan apa dengan sahabatku Naya.
__ADS_1
aku masi ngak habis pikir dengan semuanya ini. pantas aja sikap Naya ke aku waktu ketemu di restoran, pas Putri liat ada Papanya sama wanita lain. dan ternyata aku liat Naya, Naya yang saat itu hanya diam seperti tidak mengenal aku dan tidak menganggap aku sahabatnya. seperti orang asing bagi dia.
sampai pagi hari pun tiba, aku tidak tidur memikirkan ini semuanya. ya walau aku melakukan aktivitas biasa ku namun semuanya seperti tidak baik bagiku.