SAHABATKU BERKHIANAT DENGANKU

SAHABATKU BERKHIANAT DENGANKU
RENO MEMBANTU DIO BEKERJA DITEMPATNYA


__ADS_3

*BAB 1***5**.


Pagi Indah menyambut semangat Dio.


Dio yang dari pagi cepat bangun dan akan memulai kehidupan baru mencari kerja dari awal lagi.


setelah Dio mendapatkan pekerjaannya dia akan kembali bersama Intan dan Putri.


"Loe dah bangun Dio." tanya Reno


"Iya bro aku harus cari kerjaan ni."


"mantap gitu dong baru temanku. yang penting kamu semangat mendapatkan kerjaan. baru mulai kesatu masalah lagi."


kami pun pergi berangkat kerja. namun aku berhenti di depan pasar. agar lebih leluasa mencari pekerjaan.


ku jalani setiap kantor siapa tau ada lowongan kerja.


namun dari pagi hingga siang. belum juga dapat.


aku pun hampir menyerah. lalu aku beristirahat sejenak minum karna cuaca sangat panas hari ini.


sepertinya hari ini aku belum mendapatkan pekerjaan.


hingga malam hari pun aku belum mendapatkan juga. aku kembali kerumah Reno. yang dari tadi Reno sudah dirumahnya.


"Gimana Dio. dapatk pekerjaannya?"


"emmmm {menghela nafas} belum juga."


"sabar aja siapa tau besok ada. pokoknya kamu harus semangat."


"Iya Ren. makasi ya Ren."


aku pun masuk kekamar lalu mandi.


setelah itu aku mencoba menelpon Intan karna aku sangat rindu dengan Putri.


tuuttt ... tuutuuttt....


"Halo Dio."


"Intan. gimana kabar mu hari ini.?"


"Baik Dio."


"aku hanya merindukan Putri. bisakah aku berbicara dengan Putri."


"ya bisa lah. bentar ya aku panggil Putri dulu."


"Hay Papa. gimana kabar Papa."


"Hay sayangku. Papa sangat baik. Putri jangan nakal disana ya. jaga Mama ya sayang."


"iya Pa. Papa kapan datangnya. Putri kangen."


"sabar ya sayang. Papa pasti datang. bermain sama Putri."

__ADS_1


"Putri tunggu ya Pa."


sudah satu jam lebih aku berbicara pada Putri. rasa rinduku kini sudah terbayar dan rasa lelahkupun terbayar melihat senyum dua wanita yang aku cintai.


aku pun kembali keluar dari kamar. dan berbicara pada Reno.


"kamu udah telpon anakmu Dio?"


"udah tadi Ren. rasanya beda banget Ren. ntah kenapa rasa lelahku terbuang saat melihat senyum Istri dan anakku."


"gitu dong Dio. kamu itu harus semangat dan jangan melakukan kesalahan yang sama lagi."


malam hari berlalu. dan waktunya Pagi.


aku pun Masi mencari pekerjaan juga namun belum ada yang mau menerimaku.


aku kembali kerumah Reno. dengan wajah lesu dan lelah satu harian berjalan kaki kesana kemari.


hingga diperjalanan tadi aku menanggis semua kesalahanku yang udah kuperbuat dengan Intan dan Putri.


ini adalah karma bagiku.


lagi lagi aku belum mendapatkannya.


"Gimana Dio. udah ketemu?"


akupun menanggis dihadapan Reno


"kenapa kamu menanggis Dio."


"apa aku kenak karma dari Intan ya Ren. aku lelah kesana kemari tapi tidak ada yang mau menerimaku bekerja. sementara aku hari Sabtu harus kembali kerumah. saat ini aku tidak memegang uang sepeserpun."


"apa yang benar aja kamu Ren. kamu udah baik banget sama aku. mengijinkan aku tinggal disini secara Gratis dan makan juga. masak iya aku harus numpang kerja sama kamu juga Ren. gak usah deh Ren. aku gak enak."


"udah gapapa juga kali Dio. lagian tadi aku tanyak tanyak di kantorku ada lowongan pekerjaan kok. kamu mungkin bisa melamar disana."


"tapi aku gak enak Ren. kita saja cuma kenal di caffe. kamu udah banyak menolong aku Ren. makasi banyak ya Ren."


dalam hati Reno...


aku menolong kamu karna kamu Masi mau memperjuangkan Intan dan Keluargamu. aku gak tega melihat Intan tiap saat menanggis kamu Dio.


kamu itu sebenarnya jahat banget. tapi apalah dayaku. kamu adalah suami adik angkat aku. aku harus bisa selamatkan keluarga adik aku.


"kok kamu diam Ren."


"gapapa Dio. aku senang bisa membantu kamu."


"makasi ya Ren."


"tapi kamu harus bisa balikan sama Intan dan lupakan Naya."


"aku berjanji padamu Ren. aku bakal ceraikan Naya secepatnya. demi Intan dan Putri."


aku dan Reno pagi sekali berangkat ketempat kerjanya Reno. dan aku melamar pekerjaan disana.


sekali lagi aku merasa malu pada Reno. yang begitu baik padaku mau membantuku disini.

__ADS_1


lebih dari 2 jam aku menunggu pengumuman dari kantor. aku berharap aku diterima kerja disini. sehingga satu masalahku terselesaikan.


disaat aku sedang duduk dikantin sambil mengopi. Reno datang.


"Gimana Interview nya Dio?"


"sukses Ren. sekali lagi makasi ya Ren."


"santai aja bro."


"sekarang tinggal menunggu pengumuman. doa'in ya Ren aku diterima kerja disini."


"tenang aja bro. aku pasti doain kamu."


tak lama Intan menelpon Reno. aku yang meletakkan handphone ku di atas meja. lalu Dio melihat sebuah panggilan. untung saja nama kontak Intan bukan Intan. melainkan adek.


"kamu punya adek ya Ren."


"eh iya. bentar ya Dio."


"ya ada apa?"


"kamu sudah padat kabar dari Dio Ren."


"Maaf ya In. nanti aja kita bahas ya. aku lagi sama teman ni."


"maaf ya Ren aku menganggu."


"iya gapapa kok In. udah dulu ya Nanti aku telpon lagi."


"kok kamu gak cerita padaku punya adik Ren." tanya Dio


"kamu kan gak nanyak samaku tentang keluargaku Dio. jadi ngpain aku harus ngasi tau. hehee..."


"hehee... maaf ya Ren aku sama sekali gak kepikiran. maaf ya aku terlalu egois. tidak mengetahui tentang keluargamu Ren."


"tenang aja Dio santai aja"


tiba tiba ada panggilan telpon dari kantor di handphone Dio.


Dio pun menjawab.


dan ternayata dia diterima kerja dikantor Reno.


"Ren makasi banyak yaa. aku diterima kerja dikantor tempat kamu kerja. makasi banyak ya Ren. aku gak tau membalasnya gimana sama kamu Ren "


"sama sama Dio. kamu itu cukup membalasnya dengan kembali kekeluarga kecilmu dan jangan melakukan hal yang sama lagi. udah itu aja."


"iya Ren aku bakal lakukan sesuai yang kamu mau Ren.


aku dengan bahagianya diterima kerja. beberapa hari ini aku lelah mencari kesana kemari pekerjaan yang mau menerima aku.


lagi lagi Reno penyelamat buat aku. tanpa ada Reno mungkin aku gak tau aku bakal gimana nantinya.


pasti anakku malu memiliki bapak yang gembel tidak punya apa apa dan hanya berpangku tangan sama Mamanya.


dan Pasti Intan bakal kasihan. haru bekerja full demi membiayai kehidupan kami bertiga nantinya.

__ADS_1


tapi aku bersyukur. Tuhan kasi aku teman yang baik. seperti Reno. dia mau menerima kekuranganku dan sangat peduli pada keluargaku. seandainya aku tidak menemukan Reno. mungkin aku bakal ntah jadi gimana hubunganku dengan Intan dan Putri.


tapi Tuhan kasi aku teman disaat aku lagi terpuruk dan hancur. teman yang gak membawaku kedunia kehancuran. aku senang sekali bisa kenak dengan Reno.


__ADS_2