SAKURA

SAKURA
Prolog


__ADS_3


Sekitar jam delapan pagi, aku dan teman-temanku berkumpul di kantin kampus, menikmati makanan sambil berbincang-bincang dan bersenda gurau, aku dan kedua temanku Octavia dan Syalwa adalah mahasiswa baru, yang sudah berteman sejak SMA.


Awalnya aku ikut berbincang dan bersenda gurau bersama, namun pikiran dan pandanganku teralihkan saat melihat seorang laki-laki di salah satu meja kantin, dia sedang makan dan berbincang dengan teman laki-laki nya. Badan tegapnya nya, kulit putihnya,hidung mancung nya, tidak hanya itu tatapan dan senyuman sangat hangat dan manis, namanya Daffa Agatha, Ketua pembimbing kelompok ku saat menjadi Maba.


Semakin lama melihat, aku merasakan debaran dan perasaan aneh, pipiku terasa panas dan memerah, mataku rasanya tak bisa lepas untuk memandangnya, aku butuh asupan untuk mataku, dengan melihat cogan.


"Ica,oy ca, jangan ngelamun."


Lamunan ku terhenti, saat salah satu temanku, Octavia, mencipratkan air ke wajahku, aku berpindah melihat kepadanya dengan tatapan kesal.


"Mukaku basah vi." Ucapku dengan nada sedikit meninggi.


"Ya maaf, takut aja tadi kamu kesurupan." Ejek Octavia.


"Hehehe, dikit doang ca, kamu juga bengong sendiri." timpal, Syalwa.


Aku memutar malas, bola mataku, "Iya, tapi ga usah di cipratin aer juga, aku ga ke hantuan ko.


"Tapi kamu ke bonekaan." Ucap Octavia, sambil memberikan sebuah tisu. "Boneka anabelle." Tambahnya, lalu di iringi gelak tawa Octavia dan Syalwa. Dan aku hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalaku, melihat dua orang ini yang selalu menjadikan aku sebagai candaan.


"Gajelas kalian." Ucapku sewot, sambil melap mukaku dengan tisu.


Brug!

__ADS_1


Seorang perempuan terjatuh di sampingku semua orang di kantin langsung melihat ke arah kami, reflek aku langsung membantunya berdiri dan mendudukannya, lalu mengambil mangkok mienya yang tumpah di lantai dan meletakkannya di meja.


Aku mengambil tisu dan memberikan pada perempuan itu, bajunya kena tumpahan kuah Mie.


"Terima kasih." Sahut perempuan itu, lalu mengambil tisu yang kuberikan, dan melap bajunya yang kotor dan basah.


Seorang laki-laki datang yang tak lain adalah Daffa, dia duduk di samping perempuan yang terjatuh tadi. "Kamu, gak hati-hati sih." Ucapnya, wajah Daffa terlihat khawatir. Aku merasa aneh, perasaan seperti tak suka, saat Daffa duduk di Samping wanita dan mengkhawatirkannya.


"Ya gimana lagi, kaki aku sakit." Balas perempuan itu.


Daffa menghela napasnya, "Makanya, jangan pake high heels lagi." Dia terlihat serius sekarang, perempuan itu hanya menggangguk mengiyakan.


"Aku mau ke kamar kecil." Pinta perempuan itu, yang diangguki oleh Daffa. Lalu Wanita itu langsung ke WC, meninggalkan Daffa.


Daffa melihat kepadaku, astaga, dia sungguh sangat tampan. "Terima kasih udah bantu dia tadi."


"Oh, kamu kak Daffa?" Timpal Octavia semangat, "kaka pembimbing kelompok Alisa kan?" Tambahnya.


Daffa mengangguk pelan, dia terlihat seperti ragu, "mungkin, jadi kamu Alisa yang biasanya di panggil Ica?" Dia menaikan salah satu alisnya. "Soalnya saya ga tau orangnya, tepatnya sih ga hafal wajahnya." Tambah Daffa, lalu dia tersenyum sambil menggaruk lehernya yang tak terasa gatal.


"Iya kak, dia Ica, Alisa Yovanca, manusia yang kalo ngomong sama orang auto gugup." Ucap Syalwa blak-blakan, yang mendapat tawaan kecil dari Daffa dan pelototan kecil dariku.


"Ica ada ceritain tentang kakak lho." Ucap Octavia, dengan tatapan provokasinya kepadaku.


Aku tahu kemana arah pembicaraan nya ini, pasti Octavia akan mengember kan, bahwa aku sering menceritakan Daffa, reflek aku langsung memberikan isyarat jangan, dengan menggeleng kecil padanya.

__ADS_1


"Ceritain apa?" Ucap Daffa.


"Tentang pacar kakak." Ucapku dengan cepat, yang mendapat pandangan bingung dari mereka bertiga, "Iyakan,iyakan?, kata aku kak Daffa punya pacar, tadi itu pacar kakak kan?" Aku mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Oh, yang tadi kamu tolong?"


Daffa menggeleng, "Bukan dia temen saya." Tambah Daffa.


Mendengar itu kami bertiga ber Oh ria, saat itu juga aku seperti mendapat ketenangan, ku kira dia pacar kak Daffa.


Daffa berdiri, "Kalian gak makan-makan juga, saya pergi dulu deh." Ucapnya sambil tersenyum, mungkin merasa tak nyaman karna terlalu lama duduk sama kami, lalu dia berlalu meninggalkan kami bertiga, kembali duduk di meja awalnya, bersama teman laki-lakinya, lalu tak lama kemudian perempuan yang tadi terjatuh datang dan ikut duduk di samping Daffa.


"Eh ica, kenapa kamu tiba-tiba nanya pacar kak Daffa?" Tanya Octavia dengan nada menggodaku.


"Iya, Aneh banget nih Ica." Timpal syalwa.


Aku melihat Octavia dan Syalwa berganti, "Reflek sekalian ganti topik, hampir aja tadi Si Via gosip, ember." Ucapku kesal.


"Ya, gak apa, biar ka Daffa tau, kamu suka dia." Ucap Syalwa enteng.


"Bener tuh." Sahut Octavia


"Enak aja kalian, malu tau gak." Ucapku sungguh malas, dengan kedua orang ini, aku memilih berpindah ke handphone dan membuka instagram, betapa terkejut nya aku, saat mendapat notifikasi '@Daffaagatha01_ mulai mengikuti anda' tepatnya 2 menit yang lalu.


Saat itu juga, aku langsung Melihat ke arah ka Daffa, aku bertambah kaget karna ka Daffa juga melihat ke arahku sambil tersenyum manis khasnya.

__ADS_1


Aku membalas senyumnya sekejap, lalu langsung kembali menatap handphone ku, "Apa maksudnya sih, bikin orang jantung aja." Ucapku dalam hati.


__ADS_2