SAKURA

SAKURA
[SKR ~°Chapter 13]


__ADS_3

Haruto pun meraih amplop yang di dilempar Rindu ke atas meja. lalu membukannya.


ia mengernyit, membaca satu persatu tulisan yang berada disana. dan kemudian ia mengangkat kepalanya menatap Rindu.


"Nona! dari mana ada mengetahui semua ini?" tanya Haruto dengan curiga. Rindu pun tersenyum misterius sambil menyilangkan kan kaki dan tangannya.


...~Flashback~...


📞: pekerjaan yang kau minta telah ku selesaikan!


^^^📞: Benarkah.^^^


📞: Jangan meremehkan aku Rindu.


^^^📞: Baiklah kirimkan semuanya, aku akan mengirimu hadiah double untuk hari pertunanganmu!^^^


📞: *ah hampir saja aku lupa, apakah kau tak akan datang di pertunangan ku?


^^^📞*: aku belum bisa memastikan, apakah aku bisa kembali ke Amsterdam minggu depan. jikapun tidak! aku akan tetap mengirimkan kadonya. tapi jika aku kembali ke Amsterdam sebelum hari pertunanganmu. pastinya aku akan datang.^^^


📞: ah baiklah aku tak bisa memaksamu, sukses selalu Rin!


^^^📞: Baiklah terimakasih, sampai jumpa.^^^


tutt...


tanpa menunggu lama, Rindu membuka ponsel nya melihat ulang Vidio yang telah di perjelas oleh Darren.


Vidio berdurasi 50 menit itu, kini terdengar jelas percakapan di dalam nya, beserta 4 orang sebagai pelaku, dan 5 orang yang menjadi korban mereka.


"Apa saja yang kau tahu hah! " teriak seorang pria kepada seorang pria paruh baya yang Rindu kenali, ia adalah Jendral utama pemerintahan Jepang, yang dimana ia juga mencakup sebagai Dewan keadilan.


"Tcih meskipun mati! aku rela, aku yakin suatu saat nanti akan ada orang yang akan mengetahui kebusukan kalian dan bos kalian itu" sarkas sang Jendral sambil terkekeh geli.


"DIAM KAU SIALAN!"


"pak tua, kau fikir kami akan segan segan denganmu. jangan harap! karena aku tak akan tanggung tanggung membunuhmu" ujar seorang gadis, dan sialnya Rindu mengetahui sosok itu.

__ADS_1


"dan aku akan menunggu saat saat itu" Wajah gadis itu langsung memerah menahan kesal. plak.


..."DIAM KAU BAJINGAN!" teriak gadis itu sesudah menampar keras sang Jendral yang tengah terkekeh....


"kalian cambuk dia 20 kali lalu siram tubuhnya dengan air garam dan perasan jeruk nipis, dan untuk dewan yang lain, eksekusi mereka!" bentak Pria salah satunya.


Namun saat pria itu berbalik, Sontak Rindu kaget bahwa tebakan nya sama sekali tak meleset kali ini.


Yui dan Yusara menjadi tokoh utama paling kejam di Vidio tersebut. "ternyata mereka... sudah kuduga."


namun mata nya beralih menatap sebuah simbol di lengan kekar Yui. sebuah simbol Ular kobra, dengan lilitan api hitam disekelilingnya. tak jauh dari Yui tampak Rindu juga melihat simbol tersebut di balik rambut Yusara, tepatnya di belakang telinga.


"Simbol! aku akan mencari tahunya nanti" gumamnya pelan, dan kembali melanjutkan Vidio nya.


"kenapa disana ada 2 wanita?" tanya Rindu sambil sesekali meringis perih, bagaimana tidak? kedua wanita tersebut di gantung dengan rantai dari kedua tangan, kaki dan leher. lalu kemudian tubuh bugil mereka terpampang jelas di Vidio tersebut.


"siapa mereka?"


"hallo ibu! bibi, apa kabar?" tanya Yui dengan seringai tipis.


"apakah tuan Hitto tahu kedua istrinya di perlakukan seperti ini?" tanya nya sambil menyandarkan punggung nya ke badan kursi.


"ibu aku sebenarnya tak ingin membunuh mu, namun kau telah mengetahui banyak dan telah melanggar batasan mu ibu. begitu juga dengan mu bibi, sekalian adik kecil ku ingin membalas dendam kepadamu. dan itu melalui mu dari pada kami melakukannya melalui Yuuna" tampak Seorang wanita paruh baya berkulit putih itu, menunduk dengan bergetar setelah Yui mengatakan hal tersebut.


"ku mohon jangan nodai anakku" pintanya pilu.


"tcih tenang saja bibi, kami akan menjaganya" ujar Yui meyakinkan.


"Tcih! apakah memperkosanya termasuk menjaganya, orang orang bodoh seperti mereka memang sangat cocok dijadikan pion oleh pimpinan besar mereka. ku akui pimpinan mereka sangat cerdas akan hal ini"


"YUI! YUSARA! LEPASKAN KAMI!" teriak sang ibu membuat Yusara langsung menamparnya. "DIAM!" bentak nya tak kalah kencang.


tanpa sadar air mata sang ibu turun melihat betapa kejam nya kedua anak yang telah ia lahirkan dengan susah payah, jujur ia telah salah mendidik kedua putra putrinya "aku tak menyangka melahirnya manusia bersifat iblis seperti kalian" gumamnya membuat tawa Yui menggelenggar di ruangan itu.


"kami memang iblis ibu, jadi jangan main main" sahutnya tajam.


"disaat nanti aku mati, maka aku akan mengutuk kalian akan menerima konsekuensi nya disuatu saat nanti, ibu pastikan akan ada seseorang yang akan membongkar kejahatan kalian. dan akan ada seseorang yang membongkar kejahatan sang Mr. J yang kalian maksud" tukas sang ibu membuat keduanya anaknya menggeram.

__ADS_1


"jangan macam macam ibu, Mr. J adalah seorang yang sangat hebat, tak akan ada yang bisa mengalahkan kehebatannya" bangga Yusara membuat Yui mengangguk.


Namun mengejutkan. tiba tiba, sang bibi. ibu dari Yuuna tertawa pelan sampai menimbulkan tawa mengerikan. ia kembali menatap tajam kedua manusia yang telah ia anggap anak nya sendiri.


"Mr. J adalah seorang pria tampan dengan sandang Mafia kejam! memiliki darah Asli china, benar bukan?" ungkapnya membuat kedua orang itu terbelalak "Diam!" bentak keduanya.


hahahahaha" tidak, tidak! Mr. J memiliki markas di manca negara. namun Markas terbesarnya ada di kota terpencil Jepang bukan? tepatnya di pulau Aogashima. perkataan ku benar bukan" ujarnya dengan bangga membuat kedua manusia itu menggeram.


"Yusara! perintahkan 10 algojo masuk keruangan ini, dan perkosa mereka berdua secara bergantian, setelah nya jika mereka masih selamat, hilangkan jejak mereka." titah Yui membuat Yusara menunduk hormat.


"Baik kakak!"


setelah keluar tampak Yui menemui kedua temannya.


"bagaimana dengan kedua ibumu?" tanya salah satu dari mereka yang mempunyai wajah tampan.


"aku akan memusnahkan mereka!" tukas Yui membuat derai tepuk tangan menyertainya.


"kau sangat kejam!" sahut yang lain.


"biarkan aku tak peduli! asalkan Mr. J mempercayaiku" mereka berdua pun mengangguk menyetujui perkataan Yui.


"lebih baik kau hilangkan jejak mereka! aku takut ayah mu akan menemuinya,"ujae mereka membuat Yui mengangguk


"tenang saja aku telah memikirkan semuanya." sahutnya.


"dengan menggunakan si tua bangka itu, aku akan dapat menguasai keuangan pemerintahan, dan Mr. J bisa menguasai jepang untuk melawan musuhnya. sama sama menguntungkan bukan?" ujar Yui membuat kedua temannya mengangguk cermat.


"benar! kami setuju dengan apa yang kau katakan" Yui tersenyum bangga, sambil meminum wine nya yang telah tersedia di atas meja. "kita harus bersenang senang"


"aku setuju..."


Rindu memangku dagunya dengan kedua tangan yang ia tekuk di bawah dagu, matanya menelisik tajam ke arah Vidio yang telah selesai itu. bagaimana bisa di dunia ini, ada manusia sekejam Yusara maupun Yui! yang hanya di dalam Fikiran mereka hanya lah ambisi.


"baiklah! aku akan membuktikan perkataan ibumu dan Jendral, tuan Yui! dimana aku yang akan membuktikan bahwa aku bisa menyingkirkan mu dengan cara ku! kau liat saja" ujarnya sambil tersenyum simrik. memikirkan rencana jahat yang akan menimpa sang penjahat.


...#######...

__ADS_1


__ADS_2