SAKURA

SAKURA
[SKR ~°Chapter 12]


__ADS_3

Diruang kerja Yui, mata Rindu menelisik ke segala arah. dan ia tersenyum kecil melihat banyaknya kamera pengintainya. sekarang ia akui bahwa Asuka adalah agent yang hebat. namun kenapa ia bisa sampai ketahuan ya dengan laki laki kemarin?


ah sudahlah bukan itu yang ia harus fikirkan saat ini, ada yang lebih penting.


"eum.. nona ada yang ingin kau minum? aku akan meminta pelayan membawakannya terhadapmu!" ujar Yui membuat Rindu kembali menatapnya.


"ah tidak usah, ayahmu sudah memberikan minum kepadaku tadi" Sahut Rindu tersenyum ramah.


"ah baiklah kalau begitu"


"ah ya.. maaf jika saya lancang, ada keperluan apa sehingga membawa nona pengacara keruanganku?" tanya Yui hati hati.


"ini! apakah ini ada hubungannya dengan mu?" ujar Rindu menyerahkan sebuah amplop besar bewarna coklat terhadap Yui.


dengan sigap Yui mengambil alih amplop tersebut dan membukanya, matanya langsung melotot dimana didalam sana tertulis jelas tentang penggelapan dan banyak nya bukti yang tertera. dan disana jelas jelas semua mengarah terhadapnya lewat bukti bukti tersebut.


"dari mana kau mendapatkan ini nona" geramnya menatap Rindu dengan tajam. sedangkan yang di tatap duduk tenang dengan kaki bersilang.


"Tuan muda yang terhormat, meskipun kau membakarnya, itu bukan bukti yang asli, itu hanya sebuah fotocopy" tukas Rindu saat melihat Yui mulai membakar kertas tersebut dengan koreknya.


"jangan mempermainkan aku Nona pengacara!" sentaknya dengan kesal.


"ups! kau marah ternyata. kau tahu, semua bukti ada di ruang kerja ayah mu. kau bisa saja mengambil nya jika mau, aku hanya mengfotocopy itu untuk memberi tahumu" ujar Rindu sambil bangkit dari duduknya.


"kenapa kau membantuku?" tanya Yui saat melihat Rindu bersiap memutar Knop pintu.


"membantu mu? aku tak membantu mu tuan, aku sedang menyelidiki siapa dalang sebenarnya di balik kasus yang ku selidiki, kau apa ayah mu? jadi jangan anggap ini sebuah pertolongan, aku hanya ingin tahu saja" tukasnya datar dan langsung keluar, namun 3 detik kemudian ia kembali membuka pintunya dan menongolkan kepalanya.


"jangan terlalu panik tuan, aku akan semakin curiga kepadamu, jika kau seperti itu" tukas Rindu sambil tersenyum miring, dan akhirnya ja benar benar meninggalkan ruangan tersebut.


"akhh sial! si tua bangka itu lagi lagi bisa mengumpulkan bukti bukti ini. padahal aku sudah membunuh kedua istrinya agar mereka tutup mukut, dan kini ia sendiri yang bertindak menentangku" geramnya.


"dan gadis itu sangat pintar dan licik, pantas ia sangat berpengaruh pada dunia hukum. ternyata otaknya dan kelicikannya tak bisa bermain main. bahkan ia bisa membaca mimik orang lain sial..." kesalnya lagi sambil melempar barang barang yang ada di atas mejanya.


sesampai dibawah, ia melihat tuan Hitto, Naobu dan putri Tuan Hitto Yuuna, berdiri mengantarnya pulang.


namun sebelum ia menaiki mobil ia kembali berjalan mendekati tuang Hitto yang terlihat bingung.

__ADS_1


"ada ap-"


"Yuuna! bereskan pakaian pakaian mu, sekarang juga kau akan ikut tinggal bersama ku" semua nya menegang saat mendengar penuturan Rindu yang memotong perkataan Tuan Hitto.


"nona mengapa kau menyuruhnya..."


"diamlah!" lagi lagi ia berusaha membungkam tuan Hitto dengan tatapan tajamnya.


"cepat Yuuna!" titah nya kesal, dengan anggukan kecil dari sang ayah membuat Yuuna akhirnya beranjak. dan mulai membereskan barang barangnya.


"Nona! apa maksud nona, membawa putri saya" tukas Tuan Hitto tak terima. "disini tak aman untuknya, kedua anak mu yang lainnya sering menganiyayanya. maka lebih baik ia akan tinggal bersama ku untuk beberapa saat waktu, sampai aku kembali ke Amerika" tukas nya membuat Tuan Hitto mengerti sekarang.


tak lama Yuuna turun dengan 2 bodyguard yang membawa 2 kopernya, di bahunya juga ada sebuah ransel, dan di pelukannya ada sebuah boneka pikachu berukuran sedang.


"pergilah dan tingglah bersama nya, kondisi tidak aman jika kau tinggal disini" ujar sang Ayah membuat ia menggeleng pelan.


"bagaimana dengan ayah?" tanyanya khawatir.


"Tuan Hitto tak akan apa apa, Bodyguard nya banyak, terlebih aku sudah menyuruh orang ku untuk menjaga tuan Hitto diam diam! ini rahasia kita" bisik Rindu membuat Yuuna menatapnya.


"apa kau menjamin itu?" tanya Yuuna ragu.


Tuan Hitto pun membalas ucapannya degnan senyum lembut juga, "jagalah dirimu baik baik, pengacara Rin, aku menintipkan nya kepadamu" tukasnya membuat Rindu mengangguk mengerti.


"tenang saja, ia tanggung jawabku sakarang" sahut Rindu membuat Tuan Hitto tersenyum.


"baiklah, kalian masukkan koper kopernya kedalam mobilku dan kau ikuti Aku" ujarnya.


...ΩΩΩΩΩ...


"ini rumah ku masuklah! untuk sementara ini tinggalah disini, sebelum semuanya terkendali" ujar Rindu membuat Yuuna menunduk dalam diam.


ia tak ingin menatap para Bodyguard yang berbadan besar besar di hadapannya dan mereka juga berwajah sangar.


"jangan takut dengan mereka, karena itu memang tugas mereka disini" Yuuna pun menganggyk mengerti.


keduanya pun masuk ke dalam dan melihat Yuuna sedang berbincang dengan Haruto.

__ADS_1


"assalamualaikum" gumamnya pelan. wajib bukan mengucapkan salam memasuki rumah, meskipun mereka tak menjawabnya.


"eh Rindu? kenapa kau bawa gadis itu? bukannya dia putri Dari Dewan Hitto?" tanya Asuka bertuntun membuat Rindu memijit pelipisnya.


"hah.. untuk sementara dia akan tinggal bersama kita, aku hanya ingin menjauhkannya dari kedua saudaranya" sahut Rindu membuat Asuka mengangguk mengerti.


"baiklah salam kenal..."


"Yuuna!" cicitnya kecil membuat Asuka terkekeh.


"ah baiklah Yuuna, aku Biaca dan ini teman ku Sean!" ujar Asuka sambil memperkenalkan Haruto. mereka tak mungkin memberi tahukan nama asli mereka bukan.


"ah baiklah..." sahut nya pelan.


"yasudah pelayan akan mengantarmu ke kamar di lantai bawah, soalnya kamar di lantai atas sudah penuh, tak apa kan?" tanya Rindu tak enak.


"tak apa Rindu, aku tak masalah! asalkan ada tempat tidur saja" sahut Yuuna membuat Rindu tersenyum dan mengangguk.


"Nina!"teriaknya.


"iya Nona muda, ada apa?" tanya seorang Maid muda kisaran 25 tahun juga.


"bantu gadis ini, menuju kamar di lantai bawah, terserah dia ingin memilih yang mana, dan tolong bawa barang barangnya ya" pinta Rindu membuat Gadis pelayan itu mengangguk patuh.


"bik nona muda!"


setelah kepergian Yuuna, Rindu berjalan menuju Sofa tempat Asuka dan Haruto sedang berbincang.


"siang pengacara Rin!"sapa Haruto tertunduk hormat.


"siang juga Ruto! ah ada apa kau kemari? apa ada masalah penting?" tanya Rindu sambil menyilangkan kakinya.


"ah ia nona! kami sedang mencari informasi keberadaan dia" sahut Ruto membuat Eira mengangguk.


"apakah sudah dapat bukti?" tanya Rindu pelan, dan keduanya sontak menggeleng.


ia pun mengangguk mengerti sebelum tangannya merogoh sesuatu dari dalam tas dan melemparkannya ke atas meja.

__ADS_1


"bacalah!"


...#######...


__ADS_2