SAKURA

SAKURA
[SKR ~°Chapter 10]


__ADS_3

Malam itu pukul 01.00, Rindu hanya duduk tenang di ruang kerjanya sambil memandang layar komputernya yang menampilkan sosok Asuka yang sedang berjalan menggunakan pakaian serba hitam dengan topi dan kaca mata.


semenit setelah Asuka meninggalkan kediaman mereka, Rindu bangkit dari duduknya sambil mengambil kunci mobilnya. sebuah masker dan kaca mata hitam menemaninya dengan pakaian serba hitam persis Outfit yang Asuka gunakan. Namun yang membedakan adalah sebuah Jilbab, bleezer panjang, dan sebuah celana kain.


Diam diam, Rindu menyimpan sebuah pistol kedap suara di balik blezeer hitamnya. ia memang tak pernah memakai alat itu. namun, ia sering membawanya untuk mengancam musuh.


Dengan langkah lebar ia langsung menuju bagasi. tempat mobil nya terparkir. dengan kecepatan laju ia mencoba mengejar kecepatan motor milik Asuka.


2 menit yang lalu, Asuka telah sampai di sebuah gedung pecakar langit, yang dimana tempat tersebut adalah tempat yang menjadi sasarannya.


Dengan sebuah tali gantung ia memanjat ke lantai 5 dengan merayap pelan. tak lama ia melakukan itu karena hal tersebut bukanlah hal yang susah baginya. setelah sampai di lantai 5 ia mulai membobol jendela dengan sebuah lasser pemotong. tidak besar ia memotong, hanya lingkaran kecil yang dapat memasukkan tubuhnya.


selesai dengan urusan membobol, ia berlari dengan cepat menuju tangga darurat. karena jika menggunakan lift ia takut akan ketahuan. karena di depan pintu masuk masih ada 4 pengawal yang berjaga. akibat itu ia mengambil jalan masuk dari belakang.


"sial, banyak banget lagi tangga nya!" gumamnya kesal. sambil berlari lagi sebisanya.


sampai di lantai 10 akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan lift, akibat lututnya tak sanggup lagi berjalan.dengan perlahan ia menuju ke lantai 17. yang mana itu menjadi 1 lantai sebelum lantai akhir,dan hanya diisi ruang presedir.


15 menit ia mengabiskan waktu di dalam lift. setelah keluar dari ruangan tersebut, Asuka lagi lagi menggunakan tali gantung nya untuk memanjat ke balkon lantai 18.


sampai di balkon Asuka mengintip sedikit kedalam memastikan keadaan aman. dan ia langsung bersorak dalam hati melihat ruangan itu kosong. dengan cepat ia berusaha membobol pintu balkon tersebut. berbekalan dengan sebuah senter kecil, untuk melihat di dalam kegelapan.


dengan pelan ia berjalan mengendap di ruangan yang gelap tersebut. ia membuka satu persatu berkas yang ada disana mulai dari atas meja, bawahan sofa, laci dan lain lainnya.


sekitar 15 menit ia berkeliling namun tak mendapatkan apapun. bahkan ia tak sadar bahwa seorang pria, tengah berdiri di pojokan dengan memainkan pistolnya. mata tajamnya terus mengawasi gerak gerik yang Asuka lakukan.


klek..


tek..

__ADS_1


Naas sekali, tubuh Asuka menegang saat lampu di hidupkan sekalian dengan sesuatu yang keras dan dingin menempel di belakang kepalanya.


"Sial, ketahuan..." gumam Asuka merasa tertekan dengan hawa di sekelilingnya. "Siapa!" suara dingin itu langsung menembus pendengaran Asuka.


Brak!


dugh


Pukulan di tulang kering dan perut dari Sosok dibelakangnya berhasil membuat Asuka terpental mengenai dinding dengan kertas yang berhamburan.


krek klek!


diantara rasa sakitnya, kini Asuka merasa khawatir dengan sebuah pistol yang telah menghadap kearahnya, "Jordan Martine" lirihnya pelan


"ku tanya sekali lagi, apa maksud mu menyelinap ke kantorku?" tanya Jordan dengan wajah datarnya.


krek klek!


tap!


"kalau tidak apa?" tanya Rindu yang tiba tiba muncul menantang Jordan dengan sebuah pistol yang sudah tertempel jelas di pelipis Jordan.


"siapa!" hampir saja Rindu terkena tendangan Jordan, namun mata yang lincah langsung menghindar sambil memberi tendangan maut ke arah dada Jordan. akibat terlalu cepat Jordan pun jatuh terbanting sampai terkena meja.


dor..


Satu peluru Rindu melesat cepat ke arah tangan Jordan agar pistolnya terpental jauh "sial! bisa bisanya aku kalah dengan seorang wanita, siapa wanita ini?" gumam Jordan menatap lekat wajah yang tertutup itu.


"Asuka pergilah..." titah Rindu membuat Asuka menggeleng. "lalu kau?"

__ADS_1


"tenang saja aku tak akan apa apa..." tukas Rindu membuat Asuka dengan berat hati meninggalkan tempat tersebut menggunakan tali yang Rindu gunakan.


sedangkan Rindu kini masih menatap tajam pria di hadapannya. "apa yang kau lihat?" ketus Rindu membuat Jordan terkekeh.


"kau menarik nona!" sahut Jordan berusaha bangkit mendekati Rindu. sedangkan Rindu tersenyum sinis. "kau yang cari mati" gumam Rindu yang hanya di dengar olehnya sendiri.


slap!


Jordan tersenyum tipis saat sebuah panah kecil tertancap di lengannya. itu obat bius, ia tahu itu. dengan masih tersenyum mata nya tertutup seiring tubuhnya yang terjatuh di atas lantai.


"maafkan aku yang harus melakukan ini!" lirih Rindu menatap sendu orang yang telah ia buat pingsan.


"kau mirip dengan seseorang aku tak tahu itu siapa, tapi aku merasa dekat denganmu, huh semoga kau baik baik saja" Rindu menepuk sekilas pucuk kepala Jordan sebelum ia menulis sesuatu di sebuah kertas. setelah selesai ia melipat dua kertas tersebut dan meletakkan bros bunga bewarna kuning kesayangannya.


itu adalah pemberian satu satunya sahabat masa kecilnya. dan entah kenapa ? ia ingin memberikan nya kepada pria dihadapannya.


"semoga kau selamat kawan! huh ya allah maafkan Rindu..." setelah begumam hal tersebut ia memilih keluar secepatnya dari kantor tersebut menyusul Asuka untuk pulang kerumahnya.


******


Hingga pagi pagi sekali setelah sarapan, Asuka di kagetkan dengan berita bahwa presedir dari perusahaan J. RND COMPANY STAR. ditemukan dengan keadaan pingsan, terlebih beberapa bukti yang tertinggal.


seperti sebuah peluru, bekas jejak kaki, senter kecil, dan sebuah panah bius yang membuat Asuka melongo "astaga kenapa bisa seceroboh ini?" gumamnya tak habis fikir.


"dan bagaimana bisa Rindu berani membuat Jordan pingsan! dan terlebih sang Jordan Martine tak mengelak saat Rindu membuat nya pingsan OMG!"


"kenapa tiba tiba aku jadi curiga mereka mempunyai hubungan khusus, astaga... jangan sampai itu terjadi" gumamnya lesu.


...#######...

__ADS_1


__ADS_2