
"Jordan! ada apa kau menyuruh ku datang ke kantor mu pagi pagi begini, tak bisakah kau memberikan aku istirahat" gerutu Haru yang baru saja memasuki ruang kebesaran Jordan.
Flashback~
Pukul 06 tadi, disaat Haru masih dengan berleha leha di atas kasurnya. Dering ponsel canggihnya terus saja berdering seakan tak memberikan nya waktu pada hari esok.
"shit!" makinya kesal.
Dengan kesal ia mengambil alih ponselnya yang terletak di atas nakas. Dan langsung memgangkatnya tanpa berniat membaca nama penelpon terlebih dahulu.
📞 : APA! BISAKAH JANGAN MENGGANGGUKU PAGI PAGI BUTA BEGINI!
📞 : kau berani membentakku!?
Sontak Haru langsung menjauhkan telinganya dari ponsel yang ia genggam. Mata nya melotot dengan sempurna melihat nama yang tertera disana.
"Astaga...." gumamnya pelan.
📞 : hehehe... Jordan ada gerangan apa kau menelfon ku?
📞 : 15 menit! aku sudah melihat mu di kantor.
tutt..tutt..tutt...
"shit! Jordan sialan, bisa bisanya menyuruh ku sampai disana dalam waktu 15 menit" gerutunya kesal dan langsung menghamburkan dirinya memasuki kamar mandi.
Flashback off~
__ADS_1
Melihat wajah kesal Haru, Kitaro tampak tertawa kecil di sudut ruangan. Ia memaklumi bagaimana kalang kabut nya Haru saat berangkat kesini, karena sejujurnya ia pernah merasakan itu.
Siapa yang berani malawan titah seorang Jordan. yang perintahnya adalah mutlak bagi semua orang, kecuali keluarganya.
"kita akan berangkat ke pulau Aogashima, besok! aku tak terima penolakan" ungkap Jordan to the point tanpa melihat.
Tampak kitaro dan Haru langsung terperanjat pada tempat masing masing. "mengapa tiba tiba sekali" protes Haru tak terima.
"aku menemukan jejak Jian!" keduanya sontak melongo mendengar nama yang sudah lama tak mereka dengar.
"Jian..."beo mereka sambil terkekeh miris.
"untuk apa kau mencarinya lagi Jordan, ia sudah merusak persahabatan kita, ia juga sudah membuat ibu dan ayah mu berpisah. kenapa kau masih mencarinya?" tanya Kitaro dengan amarah yang menggebu gebu.
"kesalah pahaman di antara kami, akan terus berlanjut jika aku tak segera menyelesaikan nya" Sahut Jordan sambil menyandarkan tubuhnya.
"kau tak mengerti siapa gadis yang kami perebutkan Haru! dia sosok yang spesial bagi kami, bahkan Jika kami turun pangkat demi dirinya pun, kami sanggup" sahut Jordan dengan tegas.
Kitaro dan Haru pun menatap Jordan dengan tatapan tidak percaya. sesungguhnya kedua pria itu, tak pernah sekalipun mengetahui sosok gadis yang pernah diperebutkan Jordan dan mantan sahabat mereka.
Kedua nya kompak menyembunyikan identitas gadis yang mereka incari dari kedua manusia seperti Kitaro dam Haru.
Karena mereka tahu bagaimana Kitaro, dan Haru akan membuat perhitungan pada gadis pujaan mereka. Saat keadaan mereka sedang bertengkar seperti ini akibat gadis itu.
Dan itu kenyataan yang benar. Bertahun tahun Kitaro dan Haru berusaha mencari jejak gadis yang merusak persahabatan mereka. Dan sampai sekarang pun mereka belum mendapatkan hasil apa apa.
"kau gila Jordan" cibir Haru mendelik pelan ke arah Jordan.
__ADS_1
Namun bukan Jordan namanya jika ia meladeni perkataan perkataan bodoh miliki Haru maupun Kitaro.
"aku sudah putuskan kita akan berangkat besok!"
Mereka pun hanya bisa mendengus dan pasrah akan perintah mutlak dari sang Raja yang sudah menurunkan titahnya.
...#######...
"pagi Asuka..." sapa Rindu yang baru saja bergabung di meja makan.
"kau ingin kemana Rindu?" tanya Asuka kepada Rindu yang sudah memakai style Rompi jas miliknnya.
"aku akan menemui kepala menteri, ada hal yang ingin aku bahas. dan yah! kita akan berangkat ke pulau Aogashima 3 hari lagi." papar Rindu dengan tenang.
"What! kau bercanda Rindu? kenapa di percepat?" tanya Asuka dengan kaget.
"mata mata ku mengatakan, bahwa akan ada klien yang akan menuju Pulau itu beberapa hari ini, aku curiga untuk apa ia kesana? bukankah tempat itu terlarang? jadi aku memutuskan kita akan pergi secepat nya dalam 3 hari ini" Jelas membuat Asuka hanya mengangguk saja
"aku akan menghubungi Haruto"
"emm.. ah, dimana Yuuna? apakah ia masih tidur?" tanya Rindu yang sama sekali tak melihat keberadaan Yuuna.
"entahlah, kata pengawal di luar, mereka melihat Yuuna pagi pagi sekali keluar dengan meminta salah satu pengawal mengantarnya" ucap Asuka sambil menikmati sarapannya.
"apalagi yang ingin kau lakukan Yuuna? jangan membuat kerusuhan karena aku tak akan segan segan, jika ada orang yang mengganggu jalanku" gumam Rindu dalam hati sambil menyantap sarapan nya dengan tenang.
...#######...
__ADS_1