SAKURA

SAKURA
[SKR ~°Chapter 9]


__ADS_3

Siang itu menjadi saksi dimana sekarang Rindu tengah duduk di ruang kerja nya sambil meneliti sebuah *flashdish* di tangannya. ia penasaran dengan *Flashdish* berbentuk bulat di genggaman jarinya.


akhirnya karena tidak sabar ia langsung menyambungkannya kedalam komputer yang menyala di hadapannya kini.


Ia mengernyit saat awal Vidio menampilkan seperti layar CD yang rusak. "what this is?" tanya nya pelan. namun tetap dengan mata yang fokus akan tujuan.


sedetik kemudian ia kaget mendengar suara seseorang bercampur dengan bising nya suara kaset rusak itu.


"kita apakan mereka kakak?"


"bunuh saja!"


"boss, kita sudah melaksanakan pekerjaan nya! 5 orang saksi itu sudah kami siksa dan dilenyapkan"


"bagus! hilangkan segala jejaknya"


ada sekitaran 5 vidio dengan durasi yang singkat di Vidio Vidio tersebut. dan itu jelas percakapan seorang wanita dan 2 orang laki laki. namun bukan itu yang membuat, Rindu menjadi kaget. 5 vidio singkat itu masing masing menampilkan sebuah bukti pembunuhan.


parahnya lagi 5 sosok yang di bunuh itu, adalah dewan dewan Jepang yang sempat hilang setahun yang lalu. tepat dimana rekan nya bekerja sama dengan seorang pria untuk menuntaskan masalah pada tahun itu.


"iya! ini gak salah lagi, pelaku yang membobol keamanan pemerintah, adalah orang yang sama dengan orang yang terlibat hilangnya 5 dewan di Jepang tahun lalu dengan cara berturut turut"


"seperti nya orang yang dibalik kejadian ini sungguh licik! bahkan 3 detektif hebat dari Amerika saja, hanya 1 yang selamat dari penyelidikan itu, itupun ia harus mengalami kelumpuhan seumur hidup! sedangkan yang dua lagi di temukan tewas."


Aku harus menghubungi Darren untuk segera melacak kapan terjadinya Vidio ini, dan dimana tempat kejadian ini.


dengan cepat ia meraih ponsel dan menghubungi rekannya yang menjabat sebagai hacker dan detektif hebat di Amerika. Darren Jalson sendiri tak pernah di tampilkan ke publik akibat pemerintahan Amerika memang merahasiakan identitas orang penting dan negara mereka. Termasuk Rindu yang hanya di ketahui dari nama panggilan dan jabatan, sedangkan wajahnya masih jarang orang mengenal.


Darren J


"Hallo, ada apa Rin?"


^^^Pengacara Rin^^^


^^^Dimana kau sekarang?^^^


^^^apa kau sibuk?^^^

__ADS_1


Darren J


tidak! aku sedang tidak sibuk, aku juga sedang berada di barcelona, dan rencananya hari ini aku akan kembali ke Washington. Ada apa?


^^^Pengacara Rin^^^


^^^Eum.. bisakah aku meminta bantuan mu?^^^


Darren J


apa itu? jika aku bisa melakuakan nya, akan ku bantu.


^^^Pengacara Rin^^^


^^^Aku akan mengirim sebuah vidio kepadamu. dan jangan kau sebarkan. kau cukup mencari tahu di mana letak kejadiannya, dan kapan kejadian itu terjadi, serta perjelas suara yang ada di vidio tersebut.^^^


Darren J


apakah tugas mu belum selesai? biasa nya kau sudah bisa menyelesaikan masalah selama 2 hari?


^^^Pengacara Rin^^^


Darren langsung menggerutu. saat Rindu mematikan sepihak ponselnya. padahal Rindu yang menghubunginya, kenapa ia juga yang di tinggalkan.


setetah menyalin Vidio itu ke laptopnya ia langsung mengirimkannya kepada Darren. dan kini ia kembali membuka laptop pribadinya untuk memeriksa cctv yang sempat ia simpan di ruangan putra Dewan Hitto.


tampak Siang itu masih aman namun saat menjelang malam, lagi lagi mata suci Rindu harus ternodai akibat memandangi cctv yang merekam jelas perbuatan laknat di dalam rekaman itu.


disana jelas terlihat Yusara yang memakai gaun merah sedang menyeret adiknya Yuuna yang memakai gaun hijau ke sebuah kasur kingsize. tampak Yuuna memberontak di dalam genggamannya.


sampai Rindu memejamkan mata nya saat tangan mulus Yusara menampar dengan kuat pipi chubby Yuuna. bahkan dengan kasarnya ia mendorong Yuuna hingga kepala nya terbentur dipan kayu tempat tidur itu.


dan lagi lagi Rindu menggeram saat Yui datang dan dengan kasarnya merobek pakaian yang Yuuna gunakan.


"kakak buat dia tak bisa berjalan! ia telah kurang ajar hingga mempermalukan aku!" titah Yusara dengan pandangan sinis.


"tidak tidak, jangan! aku tidak mau, tidak mau" mohon Yuuna dengan meronta hebat. namun tanpa mendengar permohonan Yuuna, Yui langsung melepaskan sisa pakai milik Yuuna.

__ADS_1


sebelum ia memperkosa Yuuna dengan sangat sangat kasar seolah Yuuna adalah budak tempat pemuasan nafsunya. bahkan Yuuna berteriak teriak kesakitan memohon di lepaskan. sedangkan di ujung tempat tidur tampak Yusara tersenyum sinis dengan wajah angkuhnya.


"rasakan" Plak. "itu akibatnya karena kau berani dengan ku" tukas Yusara dengan mencengkram erat dagu putih Yuuna dengan kuku tajam miliknya.


sedangkan Rindu langsung menutup dengan kasar laptop berdigit apple itu. matanya menatap nyalang memikirkan hal apa yang baru saja ia lihat . bahkan tangannya menggepal erat. dimana seorang wanita jelas jelas di perkosa di depan kamera pengawasnya.


"manusia biadab! meskipun jepang memiliki pergaulan bebas, namun jepang tetap tidak mengizin kan adanya pemerkosaan"


"astagfirullah! astagfirullah, selamatkan dia ya allah..." gumamnya pelan mencengkram erat kepalanya "pantas saja mereka tidak hadir di acara semalam!" gumamnya pelan dengan sesekali beristigfar mengontrol emosinya.


...******...


Sorenya masih dengan keadaan badmood Rindu memakan salad dengan duduk diatas sofa. dengan kaki yang menjulur ke depan. Asuka yang baru saja kembali sambil mengacak acak rambutnya yang berantakan langsung terhenti melihat Rindu yang sedang makan dengan muka sebal.


"kau kenapa?" tanya Asuka sambil menjatuhkan dirinya di samping Rindu. tanpa menjawab Rindu mencampakkan ponselnya kepada Asuka yang terkaget.


"untuk apa kau memberikan ponsel mu?" tanya Asuka bigung.


"kau lihat saja isi vidio didalam nya, dan jangan mengamuk di sampingku" tukas Rindu memakan saladnya dengan sebal.


Asuka pun menonton vidio pemerkosaan Yuuna yang sempat Rindu salin di ponselnya untuk menjadi bukti suatu saat nanti.


tak jauh beda dengan Rindu, Dengan keras Asuka membanting ponsel Rindu sangking kesalnya. sedangkan Rindu melotot garang saat ponsel kesayangannya di banting dengan begitu keras.


"hey ponsel ku" pekiknya, langsung berlari menuju ponsel yang baru di terbangkan oleh Asuka. "sudah ku katakan bukan jangan mengamuk di samping ku" pekik rindu mengelus elus Ponsel nya yang tak jadi rusak.


"aku akan membunuh para bajingan itu!" saat hendak bangkit Rindu langsung menahan gerakan Asuka. "kau jangan gegabah, aku sudah mendapat kan bukti bahwa pria dan adiknya itu terlibat dengan permasalahan dewan Hitto dan kerja samanya dengan penjahat yang sedang kalian incar"tukas Rindu membuat Asuka terkejut.


"benarkan?"


"hemm..kau tenang saja, rekan ku sedang menyelidiki vidio yang menjadi bukti itu, untuk gadis itu biarkan ia menjadi urusanku" tukas Ridu membuat Asuka mengangguk "aku percaya padamu"


"ah bagaimana? dimana bukti itu tersimpan?" Tanya Rindu kembali duduk di atas sofa. "di J. RND COMPANY STAR" sahut Asuka membuat Rindu melotot.


"kau bercanda?"


"tidak! aku serius. dan aku akan menyelinap kesana nanti malam" tukas Asuka dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"aku harus mengikutinya diam diam! apakah ia tidak tahu perusahaan itu sungguh perusahaan yang berbahaya" gumam Rindu menatap lekat rekan kerjanya itu.


...#######...


__ADS_2