
Sekarang hari minggu, cuaca cukup cerah di tambah angin sejuk yang sepoi-sepoi, aku masih setia berbaring di atas tempat tidur sedari pagi sampai menjelang siang, sambil memandangi layar handphoneku, aku men scroll tentang k-pop, terutama biasku chanyeol, sehun, suho dan Eunwoo, bahahahaha.
Tet...Tet... DAYA 1℅
"Ah, lowbet." Aku melempar benda pipih itu sembarangan, aku bangun dari posisi rebahan dan duduk sebentar di kasur, lalu berdiri dan berjalan dengan malas, aku berhenti saat di depan sofa lalu kembali duduk, perlahan aku menyandarkan diriku ke sofa.
Aku sedikit memiringkan posisi badan, dan memainkan lampu hias di sampingku, aku terdiam sejenak lalu, "Aku kira apa, sudah seneng banget di follow, eh. Taunya cuma iseng ngefollow doang kali ya? kira bakal nge DM gitu minta no WA, like foto-foto aku, komen post aku gituh." Ucapku dengan lemas, tepatnya aku galau sekarang. "Udah seminggu ga ngeliat ka Daffa di kampus, kemana ya?" Tambahku.
Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu kamar dari luar.
"Non, kata Nyonya Sarapan dulu." Seru bisa Ina, dari luar kamar.
"Iya bi..., ica mau mandi dulu."
"Asyiap non."
Dengan malasnya aku bangun dari sofa dan berjalan menuju kamar mandi, untuk membersihkan badanku dan mengembalikan kenyamanan tubuhku. Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian, aku langsung kedapur yang terletak di lantai bawah, lalu duduk di meja makan persegi panjang milikku, Kira-kira cukup untuk sepuluh orang yang duduk berhadapan.
Aku mengambil sesanduk nasi goreng, dan meletakkanya di atas piring.
__ADS_1
"Eh? Non?, kata nyonya makan ayam sama lobsternya." Ucap bi Ina, sambil meletakkan sebuah air putih di depanku.
"Makasih bi, aku mau makan ini aja, kalo bibi takut mama marah, karna aku ga makan lauknya, bibi aja yang makan." Aku mengambil air putih itu dan meminumnya seteguk dan meletakkan nya kembali, "Mama sama papa kapan keluar bi?" Tanyaku.
"Tuan dari jam enam pagi, kalo nyonya baru lima menit tadi non."
Jawab bibi Ina, aku hanya ber oh mendengar itu.
"Bi, ayo bantu aku makan ayam sama lobsternya, duduk sini." Aku menepuk kursi di sampingku.
"Maaf, saya kenyang non." Ucap bi Ina sopan.
"Serius? emang udah makan bi?" Tanyaku lagi memastikan.
"Yaudah deh, aku makan dulu bi."
"Maaf ganggu non, saya permisi."
Lalu bu Ina kembali pergi ke dapur, dan aku melanjutkan makanku.
Saat hendak menyuapkan nasi kemulutnya, Alisa selalu terpikir, kapan dia terakhir kali makan bersama ibu dan ayahnya di meja makan ini.
__ADS_1
Tenang saja, kegalauannya hanya sementara dia mulai senyum kembali dan melahap nasi dengan lahap, saat mengingat dia berumur enam tahun dan merayakan ulang tahun bersama kedua orang tuanya, yang memeluknya dengan kasih sayang.
"Aku rindu kalian."
Setelah selesai makan dia mencuci piring dan gelasnya tadi, lalu Alisa langsung menuju kamarnya, baru sampai di tangga, dia mendapati telpon rumahnya berbunyi.
Alisa mengangkat panggilan telfon itu. "Halo, dengan siapa?"
"Oy ica, kenapa WA, instagram, line, twitter dan semua sosmed kau ga aktif?" Cerosos orang di seberang sana, Syalwa Azhari.
"Buset, mulut kau kek mercon."
Alisa sedikit menjauhkan telfon itu dari telinganya, "Batreku habis wa." Tambahku.
"Ohhh, ke perpustakaan kota yo ca." Ajak Syalwa. "Ngerjain makalah."
"Oke, gua siap-siap dulu."
"Sippp, ntar kau duluan aja ca."
"Oke bosq, tapi awas ga datang."
__ADS_1
Alisa mematikan telepon itu, lalu dia segera pergi ke kamarnya, pertama ia mengambil handphonenya dan mengisi dayanya, lalu dia langsung mengganti pakaiannya.